Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tanda-Tanda Kemarau Datang Lebih Cepat di Sejumlah Wilayah, Termasuk Jateng
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Tanda-Tanda Kemarau Datang Lebih Cepat di Sejumlah Wilayah, Termasuk Jateng

Beberapa wilayah yang diperkirakan paling awal merasakan kemarau antara lain kawasan pesisir utara Jawa bagian barat serta sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu, wilayah timur Indonesia juga masuk dalam daftar daerah yang berpotensi lebih dulu mengering.

Nugroho P.
Last updated: Maret 6, 2026 7:23 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Ilustrasi kekeringan hingga membuat petani gagal panen.
Ilustrasi kekeringan hingga membuat petani gagal panen.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Perubahan cuaca mulai terasa di sejumlah daerah Indonesia. Beberapa wilayah bahkan diprediksi bakal lebih dulu memasuki musim kemarau pada April 2026. Pergeseran pola angin serta dinamika iklim global membuat musim kering tahun ini datang sedikit lebih cepat dari biasanya.

Prediksi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG setelah memantau perkembangan kondisi atmosfer dan laut di kawasan Pasifik. Perubahan fenomena iklim global di kawasan tersebut disebut ikut memengaruhi pola musim di Indonesia.

Menurut data terbaru BMKG, sekitar 114 Zona Musim atau ZOM diperkirakan sudah mulai merasakan tanda-tanda kemarau sejak April 2026. Jika dihitung secara persentase, jumlah itu setara dengan sekitar 16,3 persen dari total wilayah Indonesia.

Zona Musim sendiri merupakan pembagian wilayah yang digunakan BMKG untuk memetakan pola hujan dan kemarau di berbagai daerah. Dengan sistem ini, para peneliti bisa memantau kapan suatu wilayah biasanya mulai memasuki musim hujan maupun musim kering.

Beberapa wilayah yang diperkirakan paling awal merasakan kemarau antara lain kawasan pesisir utara Jawa bagian barat serta sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu, wilayah timur Indonesia juga masuk dalam daftar daerah yang berpotensi lebih dulu mengering.

Daerah seperti Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur juga diprediksi mulai mengalami pergeseran musim pada periode yang sama. Di beberapa lokasi, hujan diperkirakan mulai jarang turun seiring berubahnya arah angin.

Tidak hanya di Jawa dan Nusa Tenggara, sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi juga berpotensi merasakan awal musim kemarau pada waktu yang relatif lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu penanda utama datangnya musim kemarau adalah perubahan arah angin. Jika sebelumnya didominasi angin musim barat yang membawa banyak uap air, perlahan arah angin akan beralih menjadi angin musim timur yang cenderung lebih kering.

Perubahan tersebut membuat curah hujan mulai menurun secara bertahap. Dalam beberapa minggu, langit cerah akan lebih sering muncul dan intensitas hujan berkurang signifikan.

BMKG memperkirakan wilayah lain di Indonesia akan menyusul memasuki musim kemarau pada bulan berikutnya. Pada Mei 2026, jumlah wilayah yang mulai kering diperkirakan meningkat menjadi 184 ZOM atau sekitar 26,3 persen.

Sementara pada Juni 2026, sekitar 163 ZOM atau 23,3 persen wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki fase kemarau. Artinya, dalam kurun tiga bulan, hampir setengah wilayah Indonesia sudah berada dalam musim kering.

Jika dilihat dari keseluruhan data, sekitar 325 ZOM atau 46,5 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami awal musim kemarau yang lebih cepat dari rata-rata normal.

Wilayah yang berpotensi mengalami percepatan kemarau cukup luas. Mulai dari sebagian wilayah Sumatra, kemudian merambat ke Jawa, Bali, hingga kawasan timur Indonesia.

Kawasan Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, serta sebagian besar Sulawesi juga masuk dalam daftar daerah yang kemungkinan mengalami kemarau lebih awal.

Selain awal musim, BMKG juga memproyeksikan kapan puncak musim kemarau akan terjadi. Berdasarkan analisis terbaru, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mencapai puncak kemarau pada Agustus 2026.

Jumlah wilayah yang mengalami puncak kemarau pada bulan tersebut mencapai sekitar 429 ZOM atau 61,4 persen wilayah Indonesia. Artinya, kondisi kering akan terasa cukup dominan pada periode itu.

Meski demikian, beberapa wilayah diprediksi lebih dulu mencapai puncak kemarau pada Juli. Persentasenya sekitar 12,6 persen dari total wilayah Indonesia.

Daerah yang termasuk dalam kategori ini antara lain sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta beberapa wilayah kecil di Jawa dan Nusa Tenggara.

Sementara itu, pada Agustus kondisi kering diprediksi meluas hampir ke seluruh kawasan tengah dan selatan Indonesia. Wilayah Lampung, sebagian Jawa, hingga kawasan Nusa Tenggara akan merasakan dampak kemarau yang cukup kuat.

Memasuki September, sebagian wilayah masih berada di puncak musim kemarau. Beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi bagian utara, hingga sebagian Maluku diperkirakan masih mengalami kondisi kering.

BMKG juga memproyeksikan sifat musim kemarau 2026 cenderung lebih kering dari biasanya. Sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami kemarau dengan kategori bawah normal.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat diimbau mulai bersiap sejak dini. Antisipasi perlu dilakukan untuk mengurangi dampak seperti kekeringan, kebakaran hutan, hingga penurunan kualitas udara selama musim kemarau berlangsung. (*)

You Might Also Like

Bukan Sekadar Piala, Malamnya Perempuan Semarang Unjuk Karya

KKP Kebanjiran Anggaran Rp13 T! DPR Komisi IV Dukung Penuh Ekonomi Biru untuk Ketahanan Pangan 2026

Jateng Gaspol Bikin Dokter Spesialis Baru

Cari Obat Nggak Perlu Pusing, Pemkot Semarang Luncurkan Pharma City

KemenPU Pantau Ruas Jalan Rembang-Lasem

TAGGED:bmkgkekeringankemarau
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ironi Kisah Reyhan dan Fara: Dari Kedekatan Personal ke Penghakiman Nasional
Next Article Buru THR Lebaran? Ini Spot ATM Pecahan Kecil di Semarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SOLIDARITAS EKOLOGIS - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang menggelar aksi penanaman 350 bibit mangrove di Pantai Tirang, Semarang, Sabtu (31/10/2026).

PMKRI Semarang Tanam 350 Mangrove di Pantai Tirang: Solidaritas Ekologis Harus Ada Aksi Nyata!

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi.

MA Batalkan Suket, Budi Arie Projo Tegaskan Gibran Gak akan Mundur

Kalah di Perak, Kota Semarang Harus Puas Jadi Runner-up Xiangqi Porprov 2026

Agustina Minta Semua Suara Warga Didengar: Jangan Cuma yang Paling Keras!

Jangan Abaikan! Ini 5 Perubahan Payudara Kena Kanker

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

KPK Lacak Duit Fadia Arafiq

Mei 6, 2026
Peta jalur rel Semarang-Rembang dan kolase foto kondisi stasiun yang berubah fungsi. (ist)
Info

Reaktivasi Jalur Kereta Api Semarang-Rembang, Penting Banget Gak Sih?

April 27, 2026
Info

Posko PMI Semarang Jadi “Pit Stop” Favorit Pemudik

Maret 18, 2026
Ekonomi

Buruh SPAMK Semarang Minta Upah Naik 630 Ribu

November 11, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tanda-Tanda Kemarau Datang Lebih Cepat di Sejumlah Wilayah, Termasuk Jateng
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?