BACAAJA, SEMARANG- Beberapa tahun lalu, kawasan wisata speedboat di Waduk Jatibarang sempat sepi pengunjung. Pandemi Covid-19 membuat aktivitas wisata nyaris berhenti dan operasional speedboat berjalan tidak menentu.
Natanael Sagala (24), pengelola wisata speedboat, mengingat masa-masa itu sebagai periode paling berat sejak wahana tersebut beroperasi. “Waktu awal Covid itu memang sepi sekali. Kadang sehari cuma satu penumpang, kadang malah enggak ada sama sekali,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).
Padahal wisata speedboat di kawasan Waduk Jatibarang sudah berjalan sejak 2015. Sebelum ada fasilitas lain, kawasan tersebut hanya mengandalkan wahana speedboat dan beberapa warung milik warga sekitar.
Baca juga: Sudah Ada Sejak 2015, Wisata Speedboat di Semarang Ternyata Banyak yang Belum Tahu
Perlahan kondisi mulai berubah setelah Dermaga Kopi dibuka pada Desember 2025. Kehadiran tempat nongkrong yang berada di tepi waduk itu membawa lebih banyak orang datang ke kawasan wisata tersebut.
Menurut Natanael, sebagian besar pengunjung awalnya datang untuk menikmati suasana kafe. Namun setelah mengetahui ada wisata speedboat, banyak yang akhirnya tertarik mencoba.
“Biasanya orang datang ke kafe dulu. Setelah tahu ada speedboat, mereka ikut naik. Jadi saling membantu,” katanya. Hal itu disampaikan juga oleh Salah satu anggota Pokdarwis setempat, Noval Astha (26).
Dampak Positif
Menurutnya, keberadaan Dermaga Kopi memang memberikan dampak positif terhadap aktivitas wisata di kawasan Waduk Jatibarang. Jika sebelumnya kawasan tersebut cenderung sepi, kini mulai ada pergerakan pengunjung, terutama saat akhir pekan dan hari libur.
“Kalau pengunjung kafe ramai, biasanya yang naik speedboat juga ikut bertambah. Jadi saling mendukung,” ujar Noval. Meski demikian, jumlah pengunjung masih belum sepenuhnya stabil. Keramaian biasanya hanya terjadi pada momen tertentu seperti libur panjang atau akhir pekan.
Pengelola juga mengakui masih ada beberapa pekerjaan rumah yang perlu dibenahi, mulai dari fasilitas umum hingga kebersihan kawasan wisata. Noval menilai promosi juga masih menjadi tantangan besar.
Sebab hingga saat ini masih banyak warga Semarang yang belum mengetahui keberadaan wisata speedboat di Waduk Jatibarang. “Kadang yang datang justru orang dari Kendal, Batang, atau Demak. Banyak warga Semarang yang baru tahu setelah sampai di sini,” katanya.
Baca juga: Pariwisata Kota Semarang: Mau Dibawa ke Mana?
Meski begitu, pengelola tetap optimistis kawasan wisata tersebut akan terus berkembang. Apalagi saat ini aktivitas wisata dan usaha warga mulai bergerak kembali setelah sempat terpuruk selama pandemi. “Harapannya tentu semakin banyak orang yang datang dan kawasan ini bisa lebih dikenal lagi,” pungkasnya.
Kadang sebuah destinasi wisata tidak butuh pembangunan besar-besaran untuk bangkit. Cukup satu tempat ngopi yang bikin orang betah mampir, lalu rasa penasaran yang membuat mereka melihat sekeliling.
Sebab di era sekarang, ternyata jalan menuju objek wisata kadang bukan lewat brosur atau baliho, melainkan lewat secangkir kopi dan unggahan Instagram. (dul)

