Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: DPRD Jateng: Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena SPMB
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

DPRD Jateng: Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena SPMB

Persaingan masuk sekolah negeri di Jateng masih jadi cerita tahunan. Kursi terbatas, peminat membludak.

T. Budianto
Last updated: Juli 3, 2026 6:13 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
TALKSHOW SPMB: Ketua Komisi E DPRD Jateng, Messy Widiastuti (tengah) hadir dalam talkshow mengenai SPMB di salah satu stasiun TV lokal di Kota Surakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SURAKARTA– Ketua Komisi E DPRD Jateng, Messy Widiastuti mendorong pemerintah memperluas program Sekolah Kemitraan sekaligus memperkuat Sekolah Rakyat sebagai solusi atas terbatasnya daya tampung sekolah negeri pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap anak sehingga pemerintah harus memastikan seluruh lulusan SMP tetap memiliki akses melanjutkan sekolah.

“Jangan sampai ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena tidak tertampung di sekolah negeri,” tegas Messy dalam dialog televisi bertema “SPMB di Jateng Terkendala Sekolah Negeri Tidak Merata. Apa Solusinya?” di salah satu stasiun televisi lokal di Surakarta, belum lama ini.

Messy menjelaskan, kapasitas SMA dan SMK negeri di Jateng saat ini baru mampu menampung sekitar 40 persen lulusan SMP dan sederajat. Kondisi itu membuat ribuan siswa harus mencari alternatif pendidikan lain.

Baca juga: Sekolah Rakyat, Cara Jateng Lawan Kemiskinan

Salah satu solusi yang dinilai efektif adalah program Sekolah Kemitraan, yakni kerja sama pemerintah dengan sekolah swasta yang menerima siswa yang tidak lolos seleksi sekolah negeri. Menariknya, biaya pendidikan di sekolah mitra ditanggung pemerintah sehingga siswa tetap bisa bersekolah tanpa dipungut biaya.

Menurut Messy, program tersebut perlu diperluas karena antusiasme masyarakat masih sangat tinggi.  “Minat masyarakat terhadap sekolah negeri memang masih besar karena dianggap memiliki fasilitas dan kualitas yang baik.

Akibatnya, sekolah kemitraan pun sekarang banyak yang kelebihan peminat,” katanya. Ia mendorong pemerintah menambah kuota serta ruang belajar agar lebih banyak siswa dapat terakomodasi.

Selain Sekolah Kemitraan, Komisi E juga menilai program Sekolah Rakyat mulai menunjukkan hasil positif, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Berdasarkan hasil kunjungan lapangan, kondisi kesehatan dan gizi peserta didik mengalami peningkatan karena seluruh kebutuhan pendidikan hingga kebutuhan sehari-hari dipenuhi pemerintah.

Konsep Sekolah

Meski demikian, Messy mengakui pelaksanaan Sekolah Rakyat masih menghadapi tantangan, terutama pada jenjang sekolah dasar. Sebagian orang tua masih membutuhkan waktu untuk menerima konsep sekolah berasrama bagi anak-anak usia dini. Namun pemerintah terus melakukan penyempurnaan, mulai dari pembangunan gedung permanen hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jateng, Agung Wijayanto mengatakan, pelaksanaan SPMB 2026 kini memasuki tahap daftar ulang setelah melalui proses aktivasi akun, verifikasi data, pendaftaran, hingga pengumuman hasil seleksi.

Ia menjelaskan kuota SMA negeri terdiri dari jalur domisili 33 persen, afirmasi 32 persen, prestasi 30 persen, dan mutasi orang tua 5 persen. Untuk SMK negeri, kuota terbesar dialokasikan melalui jalur prestasi sebesar 75 persen, afirmasi 15 persen, dan domisili 10 persen.

Data Dinas Pendidikan Jateng menunjukkan jumlah lulusan SMP dan sederajat tahun 2026 mencapai 567.500 siswa, sedangkan daya tampung SMA dan SMK negeri hanya 231.399 kursi atau sekitar 40,77 persen.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Jateng, Imam Masykur mengatakan, Sekolah Rakyat dirancang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Hingga 2026, Jateng telah memiliki 14 sekolah rintisan di 12 kabupaten/kota dengan total 1.191 siswa.

Baca juga: 228 Ribu Siswa Lolos SPMB Jateng

Tahun ini pemerintah juga menyiapkan 10 sekolah permanen yang dibangun menggunakan anggaran APBN sekitar Rp230 miliar untuk setiap lokasi. Menurut Imam, sekolah tersebut diperuntukkan bagi keluarga desil 1 dan desil 2.

Proses penerimaan siswa dilakukan melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), bukan lewat pendaftaran terbuka, dan seluruh kebutuhan peserta didik ditanggung pemerintah.

Meski masih menghadapi kendala penyediaan lahan di beberapa daerah, pemerintah optimistis program Sekolah Rakyat akan terus berkembang karena minat masyarakat sangat tinggi.

Setiap tahun yang diperebutkan bukan hanya bangku sekolah, tetapi juga masa depan. Maka ukuran keberhasilan SPMB bukan sekadar semua kursi terisi, melainkan tak ada satu pun anak yang tertinggal di luar gerbang pendidikan. (tebe)

You Might Also Like

Borong Penghargaan, Jateng Ngebut Bangun Kawasan Industri Halal

Nataru Bikin Jateng Padat? Gubernur Luthfi: Tenang, Semua Sudah Diantisipasi

PDIP Bersuara Keras soal Kertajati: Jangan Sampai RI Diam-diam Jadi Halaman Belakang AS

Sudewo Siap Buka-bukaan, Pengacara Minta Ketua DPRD Pati Dihadirkan dalam Sidang

Batik Pegon Difabel Kebumen Tembus Panggung Dunia

TAGGED:headlinekomisi E dprd jatengpemprov jatengspmb jateng 2026
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kemarau Datang, BPBD Kabupaten Semarang Siagakan 750 Ribu Liter Air Bersih
Next Article Jalan Provinsi Bisa Jadi Mesin PAD Baru

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Nabi Isa Turun, Dajjal Akhirnya Dibinasakan

Dajjal Masih Terikat, Tapi Pulau Ini Misterius

Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Singapura Jadi Korban Pesta Gol Malaysia

UKIR SEJARAH - Mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Nurisa Dian Ashrifah, mengukir tinta emas dalam sejarah olahraga panahan Indonesia setelah meraih emas nomor compound individu putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Mahasiswi Udinus Semarang Bikin Sejarah Panahan Indonesia, Raih Emas di Asian Games 2026

Lapas Purwodadi Pastikan Data Pemilih Warga Binaan Tetap Terdata

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Mahjong Naik Kelas: Dari Meja Permainan Jadi Ruang Nongkrong dan Fellowship

Agustus 16, 2026
Info

Mudik Sambil Lihat Laut? Rest Area KEK Batang Ini Bikin Pemudik Betah Berhenti

Maret 15, 2026
Ilustrasi petugas pemadam kebakaran (Damkar) berupaya memadamkan api.
Info

BREAKING NEWS: Pasar Kanjengan Semarang Terbakar, 480 Kios Hangus

April 30, 2026
Pendidikan

Nyaris Gantung Seragam, Kini Bisa Sekolah Gratis

Juni 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: DPRD Jateng: Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena SPMB
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?