Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: MUI Jateng: Jangan Sampai Ramadan Jadi Ajang Adu Argumen
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

MUI Jateng: Jangan Sampai Ramadan Jadi Ajang Adu Argumen

Ramadan belum datang, tapi vibes debatnya sudah mulai terasa. Soal beda tanggal puasa dan Lebaran 1447 H/2026 M, sebagian orang mungkin sudah siap buka timeline dan jadi “pakar dadakan”. Tapi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah justru ngasih reminder simpel: beda itu biasa, yang nggak boleh itu ributnya.

T. Budianto
Last updated: Februari 17, 2026 3:29 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
TAUSYIAH RAMADAN: Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji (duduk dua dari kanan) menyaksikan penandatanganan Tausiyah Awal Ramadan 2026 di Gedung KHMA Sahal Mahfudh, Kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Simpanglima Semarang, Sabtu (14/2/2026). (Foto: MUI Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Bertempat di Gedung KHMA Sahal Mahfudh, Kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Simpanglima Semarang, Sabtu (14/2/2026), MUI Jateng resmi menyampaikan tausiyah soal potensi perbedaan awal Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.

Ketua Umum MUI Jateng, Ahmad Darodji tegas bilang, jangan jadikan perbedaan metode penetapan kalender Hijriah sebagai alasan buat retaknya persaudaraan. “Jangan jadikan perbedaan sebagai alat untuk berpecah belah. Tetap jaga ukhuwah, menjaga persaudaraan, dan merajut kebersamaan,” tegasnya dalam rilis resmi, Selasa (17/2/2026).

Baca juga: MUI Haramkan Aksi Viral Dai Elham, Etika Publik Disorot Lagi

Dalam dokumen tausiyahnya, MUI Jateng merilis sembilan poin penting. Intinya? Ramadan itu bulan tarbiyah, momentum buat upgrade kualitas ibadah, nambah empati sosial, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Bukan malah adu dalil di grup keluarga.

Umat Islam juga diajak gas pol dalam ibadah dan aksi sosial. Zakat mal, zakat fitrah, infak, sedekah, jangan ditunda-tunda. Apalagi buat saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Penyalurannya pun disarankan lewat lembaga resmi biar tepat sasaran. Bisa lewat Baznas, LAZ, atau UPZ terdekat. Jadi bukan cuma niat baik, tapi juga sistemnya rapi.

Pentingnya Toleransi

MUI Jateng juga mengingatkan pentingnya sosialisasi toleransi di tingkat kabupaten dan kota. Jangan sampai beda metode hisab-rukyat malah jadi bahan bakar drama tahunan. Buat para mubaligh, dai, sampai pegiat media sosial, pesannya jelas: dakwah itu harus menyejukkan, bukan memancing api. Ramadan itu soal menahan diri, termasuk menahan jempol biar nggak asal komentar.

Selain itu, MUI juga mendorong pemerintah menertibkan tempat hiburan yang berpotensi menimbulkan kemaksiatan selama Ramadan. Jadi bukan cuma umatnya yang diingatkan, tapi ekosistemnya juga. Soal beda awal puasa dan Lebaran? MUI Jateng menekankan sikap saling menghormati keputusan masing-masing pihak. Metodenya boleh beda, tapi tujuannya sama: ibadah.

Baca juga: Sidang Isbat Digelar Hari Ini: Penentu Awal Bulan Ramadan Versi Pemerintah, Bisa Ditonton Live

Tausiyah ini ditandatangani langsung oleh jajaran pimpinan MUI Jateng, termasuk Sekretaris KH Muhyiddin, Ketua Komisi Fatwa KH Fadlolan Musyaffa’, dan Sekretaris Komisi Fatwa KH Ahmad Izzuddin. Karena pada akhirnya, yang bikin pahala nambah itu sabar dan amal, bukan menang debat soal siapa yang duluan tarawih. Ramadan mestinya bikin hati lebih lapang, bukan timeline makin panas. (tebe)

You Might Also Like

APTI Kawal Ketat Janji Pemerintah Kaji Ulang Aturan Pembatasan Tar dan Nikotin

Saat Budaya, Iman, dan Harmoni Bertemu di Jantung Semarang

Libur Nataru, 8,6 Juta Orang Tumplek Blek di Jateng

Belajar Bahasa Korea Bareng Oppa, Siswa Semarang Auto Semangat. Ada Beasiswanya?

RPP Pengupahan Disebut Drakula, SPN “Birukan” Gubernuran

TAGGED:mui jatengpemprov jatengramadan 1447
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Muhammadiyah Sudah Tarawih Duluan Malam Ini
Next Article Penanganan Longsor Ungaran Ditarget Rampung Seminggu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

UKIR SEJARAH - Mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Nurisa Dian Ashrifah, mengukir tinta emas dalam sejarah olahraga panahan Indonesia setelah meraih emas nomor compound individu putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Mahasiswi Udinus Semarang Bikin Sejarah Panahan Indonesia, Raih Emas di Asian Games 2026

Lapas Purwodadi Pastikan Data Pemilih Warga Binaan Tetap Terdata

Kepulan asap membumbung tinggi di area TPA Jatibarang Semarang, Rabu (30/9/2026). (bae)

Hati-Hati! Asap TPA Jatibarang Mengandung Partikel Berbahaya

Sabut Kelapa Buatan Warga Binaan Lapas Semarang Tembus Yunani

Giant Sea Wall Diharap Jadi Solusi Banjir dan Rob

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepak Bola

Mauro Zijlstra, Harapan Baru Garuda dari Belanda

Juli 3, 2025
Pendidikan

Sastra Sulap Puitik Yoga Bagus, Cara Baru Bikin Bahasa Jadi Seru

Oktober 24, 2025
Info

Kemarau Baru Mulai, BPBD Jateng Sudah Kucurkan 654 Ribu Liter Air Bersih

Juni 25, 2026
Info

Banjir di Tembalang, Pemkot Perkuat Tanggul Kali Babon

Maret 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: MUI Jateng: Jangan Sampai Ramadan Jadi Ajang Adu Argumen
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?