BACAAJA, SEMARANG- Kota Semarang resmi mencetak rekor IPM 2025 dengan angka 85,80. Bukan cuma tinggi, tapi jauh melampaui rata-rata Jawa Tengah. Capaian ini jadi sinyal kuat kalau program pembangunan di ibu kota provinsi ini gak cuma jalan, tapi juga kerasa hasilnya.
Deretan angkanya pun bikin senyum. Angka Harapan Hidup (UHH) warga Semarang mencapai 78,72 tahun, alias hampir 79 tahun. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) tercatat 11,11 tahun, sementara Harapan Lama Sekolah (HLS) sudah tembus 15,58 tahun. Dari sisi ekonomi, Pengeluaran Per Kapita (PPP) berada di angka Rp17,40 juta per orang per tahun.
Baca juga: Kader Posyandu Jadi Pahlawan Kesehatan, Pemkot Semarang Luncurkan Program “Lincah”
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebut capaian ini sebagai bukti nyata program kesejahteraan masyarakat berjalan efektif. “Capaian IPM yang jauh di atas rata-rata provinsi ini membuktikan efektivitas program kesejahteraan masyarakat yang berjalan dengan baik di Kota Semarang. Kami bangga karena angka harapan hidup 78 tahun ini mencerminkan kota yang semakin sehat dan layak huni bagi semua generasi,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Di sektor kesehatan, Pemkot Semarang konsisten memperkuat layanan gratis lewat peningkatan cakupan Universal Health Coverage (UHC). Posyandu Lansia juga dioptimalkan di berbagai wilayah, memastikan usia panjang warga diiringi kualitas hidup yang tetap prima.
Jemput Bola
“Kami memastikan layanan kesehatan tidak hanya tersedia di rumah sakit, tetapi juga menjemput bola hingga ke rumah-rumah lansia. Fasilitas publik seperti taman ramah lansia juga terus kami tambah agar kualitas hidup senior tetap terjaga secara mental dan sosial,” tambah Agustina.
Sementara itu, ekonomi yang relatif stabil ikut menopang daya beli masyarakat. Kebutuhan gizi dan pendidikan bisa terpenuhi dengan lebih baik. Sinergi antara infrastruktur inklusif, jaminan sosial, dan layanan publik membuat Semarang mulai dilirik sebagai contoh kota ramah lansia yang serius, bukan sekadar slogan.
Baca juga: Semarang Ngebut Mau Bebas TBC 2028, Layanan Kesehatan Canggih Udah Nongol di Puskesmas
“Pencapaian luar biasa pada tahun 2025 ini adalah hasil kerja keras kita bersama dalam membangun ekosistem kota yang manusiawi dan inklusif. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pelayanan agar kesejahteraan ini dirasakan merata oleh seluruh warga hingga usia senja,” tutupnya.
Di saat kota lain masih sibuk ngejar angka, Semarang sudah mulai mikir kualitas hidup sampai usia lanjut. IPM tinggi bukan cuma soal statistik, yang penting, panjang umur gak cuma lama hidupnya, tapi juga enak dijalaninya. (tebe)

