Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jawa Tengah Masih Kekurangan 2.298 Guru
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Jawa Tengah Masih Kekurangan 2.298 Guru

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah menyuarakan keprihatinan atas masih kurangnya ribuan tenaga pendidik di berbagai jenjang pendidikan. Hingga pertengahan 2025, setidaknya 2.298 guru masih dibutuhkan di provinsi ini, menyusul terbatasnya formasi yang dibuka pemerintah daerah.

baniabbasy
Last updated: Juli 31, 2025 9:21 pm
By baniabbasy
2 Min Read
Share
AKSI DAMAI GURU: Ratusan guru swasta yang tergabung dalam Forum Guru Prioritas Swasta Jawa Tengah (Jateng) menggelar aksi damai menuntut kejelasan status mereka sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di depan Kantor Gubernur dan Gedung DPRD Jateng,beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

NARAKITA, SEMARANG- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah mencatat bahwa kebutuhan guru di wilayah ini masih belum terpenuhi secara optimal. Dari total kebutuhan sebanyak 3.340 guru yang tercatat oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), baru 1.042 formasi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dibuka pada 2024.

“Artinya, masih ada kekurangan 2.298 guru,” tegas Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi saat audiensi dengan Forum Guru Prioritas Swasta (FGPS) di Semarang, Kamis (31/7).

Menurut Muhdi, permasalahan utama yang memperpanjang krisis guru di Jateng adalah perbedaan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menentukan kebutuhan riil guru. Selain itu, belum seragamnya penghitungan beban kerja dan lambannya mutasi antarsekolah turut mempersulit penataan distribusi guru.

“Kadang pusat melihat secara nasional, sementara daerah hanya melihat sekolah yang kekurangan tanpa menghitung sekolah yang kelebihan guru,” jelasnya. Ironisnya, banyak sekolah akhirnya merekrut guru tamu untuk mengisi kekosongan, padahal langkah ini bertentangan dengan aturan pemerintah.

Menunggu Relokasi

Muhdi juga menyoroti ribuan guru yang telah lulus seleksi PPPK sejak 2021 namun belum mendapat penempatan karena keterbatasan formasi daerah. Bahkan, sekitar 600 guru PPPK di Jateng masih menunggu relokasi, meski 200 di antaranya sudah menerima SK mutasi per akhir Juli 2025.

Ia meminta pemerintah daerah mempercepat proses mutasi guru menggunakan platform digital e-mutasi milik Badan Kepegawaian Nasional (BKN). “BKN sudah sediakan sistemnya, tinggal kemauan pemerintah daerah untuk mengeksekusi,” ujar Muhdi, yang juga anggota DPD RI dari Jateng.

Sementara itu, Ketua FGPS Jateng Rina Dewi Astuti mengatakan pihaknya telah mengupayakan komunikasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah. Namun, hasilnya belum memuaskan.

“BKD masih menunggu regulasi pusat. Padahal secara nasional, peluang mutasi dan pengangkatan sudah dibuka. Tinggal bagaimana daerah mengusulkan dan menyesuaikan anggaran,” kata Rina.

PGRI mendesak pemerintah daerah di Jateng agar lebih proaktif dalam menyelesaikan persoalan ini, mengingat kekurangan guru berdampak langsung pada kualitas pendidikan di berbagai wilayah, terutama di daerah terpencil dan pelosok. (*)

You Might Also Like

KPK Endus Pungli pada SPMB

Siswa SD Serengan Diajak Kenali Bahaya Cyberbullying

Genjot Literasi Siswa, Kemendikdasmen Kirim 5,5 Juta Buku Bacaan Bermutu ke 24.609 Sekolah

Ngurus Diabetes Nggak Cuma Soal Gula: Belajar Bareng Undip dan King’s College London

Kursi Masih Banyak Kosong, SMPN 3 Plered Ungkap Penyebab Sebenarnya

TAGGED:guru jatengkemendikdasmenpgri jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Eks Cawabup Purbalingga Divonis 1,5 Tahun Bui
Next Article JALANI SIDANG: Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Hasto Diampuni Tak Jadi Dihukum, Prabowo Beri Amnesti Sekjen PDIP

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pelatih Basket Jateng Diduga Aniaya Pemain, Perbasi Turun Tangan

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Masuk 25 Besar Desa BRILiaN, Getas Ditempa Lima Hari Bareng Undip dan BRI

Agustus 7, 2026
Pendidikan

Semarang Dukung PAUD Emas, Siapkan Bocil Jadi Generasi 2045

Oktober 18, 2025
TES UKBI--Siswa SMAN 6 Semarang sedang mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang digelar secara kolektif di aula sekolah, Selasa (11/8/2026). (bae)
Pendidikan

SMAN 6 Semarang Jadi Sekolah Pertama Gelar UKBI 2026

Agustus 11, 2026
Pendidikan

Doa Nabi yang Pernah Ditelan Paus Ternyata Sanggat Menggetarkan Hati

September 13, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jawa Tengah Masih Kekurangan 2.298 Guru
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?