Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kondisi Mata Andrie Sangat Serius, Sidang Air Keras Mencekam
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Kondisi Mata Andrie Sangat Serius, Sidang Air Keras Mencekam

Dokter spesialis mata, dr. Faraby Martha, menjelaskan kondisi tersebut ketika hadir sebagai saksi ahli dalam sidang yang menghadirkan empat terdakwa kasus penyiraman air keras. Penjelasan medis yang disampaikan di ruang sidang membuat suasana sempat hening karena tingkat kerusakan mata korban disebut sudah sangat serius.

Nugroho P.
Last updated: Mei 21, 2026 8:47 pm
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
Andrie Yunus bersama Koalisi Masyarakat Sipil menerobos rapat pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI di Hotel Fairmont Jakarta, pada Sabtu (15/3/2025) silam.
Andrie Yunus bersama Koalisi Masyarakat Sipil menerobos rapat pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI di Hotel Fairmont Jakarta, pada Sabtu (15/3/2025) silam.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Suasana sidang kasus teror penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08 Jakarta mendadak terasa berat saat dokter spesialis mata dari RSCM membeberkan kondisi terbaru mata kanan korban. Dalam keterangannya, dokter menyebut kerusakan yang dialami Andrie masuk kategori parah dan sudah berada di level grade 3 dari skala maksimal 4.

Dokter spesialis mata, dr. Faraby Martha, menjelaskan kondisi tersebut ketika hadir sebagai saksi ahli dalam sidang yang menghadirkan empat terdakwa kasus penyiraman air keras. Penjelasan medis yang disampaikan di ruang sidang membuat suasana sempat hening karena tingkat kerusakan mata korban disebut sudah sangat serius.

Faraby mengatakan trauma kimia yang dialami mata kanan Andrie bukan kategori ringan. Menurutnya, dalam dunia medis, grade 4 merupakan kondisi paling berat, sementara kondisi korban sudah berada satu tingkat di bawah level tertinggi tersebut.

“Saya tidak bisa mengkorelasikan kejadian dengan tingkat keparahan. Cuma yang saya tahu keparahan itu grade 3 dari 4,” ujar Faraby di hadapan majelis sidang.

Pernyataan itu kemudian dipertegas lagi saat oditur militer menanyakan langsung apakah kondisi Andrie memang sudah berada pada level yang mengkhawatirkan. Faraby tanpa ragu membenarkan bahwa kerusakan yang dialami korban tergolong parah.

“Iya, grade 4 yang paling parah,” jawab Faraby saat ditanya kembali oleh Oditur Militer Mayor Chk Wasinton Marpaung.

Meski begitu, dokter mengaku belum bisa memastikan apakah tingkat kerusakan tersebut disebabkan oleh percikan atau karena siraman air keras dalam jumlah besar. Menurutnya, fokus tim medis saat ini lebih tertuju pada upaya penyelamatan kondisi mata korban dibanding menelusuri pola serangannya.

Hal yang paling membuat ruang sidang terasa mencekam adalah saat dokter menyebut luka pada mata Andrie bersifat permanen. Jawaban singkat itu langsung menarik perhatian semua pihak yang hadir dalam persidangan.

“Permanen,” kata Faraby saat ditanya apakah kerusakan pada mata korban akan menetap.

Walau begitu, tim dokter disebut masih terus berusaha mempertahankan bentuk bola mata korban agar tidak mengalami kerusakan lebih jauh. Menurut Faraby, saat ini target utama pengobatan adalah menjaga struktur anatomi mata tetap utuh.

Dokter menjelaskan kondisi bola mata Andrie sekarang masih dipertahankan agar tidak rusak total. Tim medis berusaha memastikan mata korban tetap dalam kondisi stabil meski fungsi penglihatannya mengalami penurunan drastis.

Faraby juga mengatakan kondisi penglihatan Andrie masih akan terus diperiksa secara rutin. Tim dokter belum bisa memastikan apakah mata kanan korban nantinya masih bisa memiliki fungsi penglihatan yang lebih baik atau justru mengalami penurunan permanen total.

“Itu akan dievaluasi secara berkala sesuai perkembangan klinis pasien,” tutur Faraby di persidangan.

Perawatan yang dijalani Andrie pun ternyata tidak sederhana. Sejak dilarikan ke RSCM pada 13 Maret 2026 lalu, ia sudah beberapa kali menjalani tindakan operasi demi menyelamatkan kondisi matanya yang rusak akibat cairan kimia berbahaya tersebut.

Dalam keterangannya, Faraby menjelaskan bagian kornea mata korban kini bahkan sudah ditutup menggunakan lapisan selaput tulang. Langkah itu dilakukan demi menjaga kondisi bola mata agar tidak jebol akibat kerusakan yang sangat berat.

“Supaya matanya itu tidak jebol, kuman dari luar tidak masuk dan air dari dalam bola mata tidak keluar,” jelas Faraby.

Namun tindakan medis tersebut berdampak besar terhadap kemampuan penglihatan Andrie. Karena bagian mata sudah ditutup permanen, fungsi penglihatannya nyaris hilang total pada sisi kanan.

Dokter menjelaskan saat ini Andrie hanya mampu melihat cahaya menggunakan mata kanannya. Bagian hitam pada mata disebut sudah tidak terlihat lagi karena area tersebut kini tertutup jaringan berwarna merah akibat proses medis yang dilakukan.

“Hanya bisa melihat cahaya. Ditutup secara permanen,” kata Faraby.

Tidak hanya mata, kondisi tubuh Andrie juga mengalami luka serius di sejumlah bagian. Dokter lain yang turut hadir sebagai saksi ahli, dr. Parintosa, menjelaskan korban mengalami luka bakar cukup luas ketika pertama kali tiba di IGD RSCM.

Bagian tubuh yang terdampak meliputi wajah sebelah kanan, leher, sebagian dada, mayoritas lengan kanan, hingga sebagian lengan kiri. Tim medis menemukan tingkat keasaman cairan yang mengenai tubuh korban berada pada pH 3, jauh di bawah kondisi normal tubuh manusia.

Karena itu, tim medis langsung melakukan pencucian intensif untuk menetralkan zat kimia yang menempel di tubuh korban. Penanganan cepat dilakukan agar kerusakan jaringan tidak semakin meluas ke bagian tubuh lainnya.

Selain pengobatan mata, Andrie juga menjalani operasi pencangkokan kulit untuk menutup area tubuh yang mengalami luka bakar akibat air keras. Menurut dokter, sebagian besar luka kini sudah berhasil ditutup menggunakan jaringan kulit lain.

“Sudah 98 persen kulit yang terbakar telah ditutup,” ujar Parintosa dalam keterangannya.

Meski perkembangan pengobatan disebut cukup baik, proses pemulihan korban diperkirakan masih sangat panjang. Dokter menyebut penyembuhan luka bakar berat seperti yang dialami Andrie bisa memakan waktu satu hingga dua tahun.

Bahkan menurut penjelasan medis di persidangan, hasil pemulihan luka bakar biasanya tidak bisa kembali sepenuhnya seperti kondisi awal. Dalam banyak kasus, tingkat pemulihan maksimal berada di kisaran 80 persen dari kondisi normal sebelumnya.

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie sendiri terus menjadi sorotan publik karena menyasar seorang aktivis HAM dan meninggalkan dampak fisik yang sangat serius. Kesaksian para dokter di persidangan makin memperlihatkan betapa berat luka yang harus ditanggung korban hingga sekarang. (*)

You Might Also Like

Vonis Fantastis Najib Razak, 165 Tahun Tapi Jalan 15, Kok Bisa?

Akhir Tahun, Kapolri Tiba-tiba Minta Maaf, Ada Apa Ya?

Sakit Hati Berujung Pidana Konten Intim Disebar Diam Diam

Fakta Balik Layar Terungkap di Persidangan: AKBP Basuki Muluskan Jalan Levi jadi Dosen Untag

Cik Mel Merengek sampai Tersungkur di Depan Hakim, Dituntut 8,5 Tahun karena Korupsi

TAGGED:air kerasandrie yunus
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Menteri HAM, Natalius Pigai. Pigai Sudah Nonton Pesta Babi, Tapi Pilih Tetap Diam
Next Article Alfamart Ditutup Mendadak, Karyawan Lombok Tengah Mulai Panik Nasib

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi judi online (judol).

Uang Rumah Sakit Raib Diam-Diam, Pegawai Boyolali Main Judi Online

Alfamart Ditutup Mendadak, Karyawan Lombok Tengah Mulai Panik Nasib

Andrie Yunus bersama Koalisi Masyarakat Sipil menerobos rapat pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI di Hotel Fairmont Jakarta, pada Sabtu (15/3/2025) silam.

Kondisi Mata Andrie Sangat Serius, Sidang Air Keras Mencekam

Menteri HAM, Natalius Pigai.

Pigai Sudah Nonton Pesta Babi, Tapi Pilih Tetap Diam

Rupiah Sempat Nyaris Tumbang, BJ Habibie Putar Arah Ekonomi Nasional

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

TP PKK Jawa Tengah barengan Densus 88 Anti Teror resmi meluncurkan gerakan “Ibu Jogo Anak”. Nampak Ketua TP PKK Jateng dan Perwakilan Densus 8 berfoto bersama usai audiensi. Foto: dok/bae
Hukum

Gerakan “Ibu Jogo Anak” Resmi Digas: Saatnya Emak-Emak Turun Tangan Lawan Radikalisme Online!

September 8, 2025
Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) Briptu WT Polres Pemalang digelar secara in absentia. Foto: Dok. Polda Jateng.
HukumInfo

Briptu Wartono Dipecat, Anggota Polres Pemalang Pelaku Penipuan Rekrutmen Anggota Polri

April 2, 2026
Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Djoko Julianto diwawancara di Kota Semarang, Jumat (23/1/2026). Foto: Eka Setiawan
HukumInfo

Warga Kalbar Tersangka Penyelundupan Ratusan Ton Bawang Bombai di Semarang

Januari 23, 2026
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
Hukum

Update OTT KPK Cilacap: Bupati dan Sekda Resmi Jadi Tersangka, Langsung Ditahan

Maret 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kondisi Mata Andrie Sangat Serius, Sidang Air Keras Mencekam
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?