BACAAJA, JAKARTA – Seruan boikot Bank Mandiri menggema di dunia maya melalui tagar #boikotmandiri. Seruan ini aksi boikot bank BUMN ini buntut langkah Bank Mandiri memblokir rekening Mas Botok.
Rekening Mas Botok yang diblokir Bank Mandiri merupakan rekening untuk menampung donasi aksi warga Pati di Jakarta.
Langkah Mandiri memblokir rekening warga Pati ini memancing gelombang reaksi warganet. Netizen pun ramai-ramai menggaungkan tagar #boikotmandiri.
Bacaaja: Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Purwokerto Jadi Tersangka Investasi Bodong
Ajakan yang beredar cukup beragam. Ada yang meminta masyarakat tidak menyimpan uang di Bank Mandiri.
Ada juga yang mengajak pengguna menghentikan sementara penggunaan layanan bank tersebut sebagai bentuk protes.
Pantauan terhadap unggahan media sosial yang beredar menunjukkan kolom komentar dipenuhi kritik.
Misalnya akun @gvn7727 yang mengaku sebagai nasabah prioritas Bank Mandiri. Ia mengancam akan menarik dana dari Mandiri
“Sbg nasabah prioritas mandiri, kalau benar dana nasabah bisa semena mena di blokir dengan alasan politis. Saya akan tarik semua porto di Bank yg tidak accountable dan bersifat rawan intervensi kepentingan,” tulisnya dalam kolom komentar unggahan Bank Mandiri di akun resmi @bankmandiri.
Bacaaja: Besaran Tantiem Komisasris BUMN Yang Bikin Iri
Sementara, akkun @Kak_Rull mempertanyakan alasan pemblokiran rekening yang disebut sebagai rekening pribadi.
“Rekening yang harusnya privasi, malah diblokir sepihak tanpa alasan yang jelas. Jangan sampai nyimpen uang di sini, resiko besar,” tulis akun tersebut.
Komentar serupa juga bermunculan. “Boikot bank mandiri,” tulis salah satu pengguna.
Ada pula yang meminta agar rekening nasabah lain tidak ikut terdampak.
“Minimal rekening nasabah jangan dibekukan, sangat tidak profesional,” tulis pengguna lainnya.
Ramainya komentar tersebut membuat isu ini berkembang lebih jauh. Bagi masyarakat, rekening bank bukan sekadar tempat menyimpan uang.
Rekening dipakai untuk menerima gaji, membayar kebutuhan sehari-hari, menjalankan usaha hingga memenuhi berbagai kewajiban finansial.
Karena itu, kabar mengenai pemblokiran rekening bisa dengan cepat menyentuh persoalan kepercayaan nasabah. Sekaligus mengancam ruang kebebasan berpendat publik.
Akun @ubegebe1 menegaskan dampaknya. ”Pemblokiran akun tokoh demo Pati oleh @bankmandiri ini bahaya banget. Bisa bikin orang takut untuk mengkritik apalagi menggalang aksi masa. Rekening bisa diblokir gitu aja, tanpa proses yang jelas. @bankmandiri, norak lu!!”.
Pengaruhi persepsi publik
Seruan #boikotmandiri yang ramai di media sosial menunjukkan isu ini sudah berkembang menjadi persoalan persepsi publik. Bukan lagi sekadar soal satu rekening.
Publik kini menunggu klarifikasi dari Bank Mandiri maupun pihak Mas Botok mengenai status rekening tersebut.
Sampai ada penjelasan resmi, informasi soal alasan pemblokiran masih perlu dilihat secara hati-hati.
Yang jelas, ketika urusan rekening menyangkut akses masyarakat terhadap uang dan layanan finansial, transparansi jadi kunci.
Jangan sampai polemik yang belum terang justru berkembang menjadi krisis kepercayaan. (*)

