Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Beasiswa Santri Jateng, Dari 942 Pendaftar, Cuma 73 yang Lolos!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Beasiswa Santri Jateng, Dari 942 Pendaftar, Cuma 73 yang Lolos!

Ribuan mimpi disaring menjadi puluhan nama. Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pondok Pesantren 2026 dari Pemprov Jateng akhirnya menuntaskan proses seleksinya.

T. Budianto
Last updated: Agustus 4, 2026 4:00 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
TES WAWANCARA: Salah seorang santri menjalani wawancara program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren di Semarang, beberapa waktu lalu. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng akhirnya menuntaskan proses seleksi Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pondok Pesantren 2026. Dari total 942 pendaftar, hanya 73 orang yang berhasil lolos dan bakal melanjutkan pendidikan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LSFF) Provinsi Jawa Tengah, Hasyim Muhammad, mengatakan seluruh peserta telah melewati proses seleksi yang cukup ketat. Mereka tidak hanya diuji secara akademik, tetapi juga mengikuti wawancara dengan materi membaca kitab kuning, hafalan Alquran, kepesantrenan, hingga wawasan kebangsaan.

“Setelah disaring, dari 942 pendaftar, yang lolos 73 orang. Semuanya santri dan pengasuh pesantren, karena beasiswa ini memang khusus untuk mereka. Nama-namanya sudah diumumkan pada 3 Agustus 2026,” ujar Hasyim di Semarang, Senin (3/8/2026).

Baca juga: Beasiswa Santri? Gus Yasin Kasih Sinyal Tegas: Jangan Coba-coba Titip Nama!

Dari total penerima, sebanyak 15 orang berhasil memperoleh beasiswa luar negeri jenjang S1. Mereka akan menempuh pendidikan di sejumlah negara seperti Tiongkok, Mesir melalui Universitas Al Azhar, serta Yaman. Sementara itu, 58 penerima lainnya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S1, S2, hingga S3 di berbagai perguruan tinggi dalam negeri.

Bidang ilmu yang dipilih pun cukup beragam, mulai dari kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat, pertanian, humaniora, hingga studi keislaman.

Hasyim menjelaskan, penerima beasiswa luar negeri akan memperoleh pembiayaan yang cukup lengkap, meliputi biaya kuliah, pengurusan visa, biaya hidup, asuransi kesehatan, hingga tiket pesawat pulang-pergi. Sedangkan penerima beasiswa dalam negeri akan mendapatkan bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) setiap semester.

“Beasiswa akan dimulai semester ini sesuai kalender akademik masing-masing perguruan tinggi. Kampus tujuan juga harus sudah memiliki nota kesepahaman atau MoU dengan Pemprov Jateng,” jelasnya.

Jadwal Pembekalan

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen mengatakan, seluruh penerima beasiswa akan dipanggil pada pertengahan Agustus untuk mengikuti pembekalan, motivasi, dan bimbingan agar mampu menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh.

“Alhamdulillah seluruh tahapan seleksi sudah selesai. Pertengahan bulan ini mereka akan kita kumpulkan untuk diberikan motivasi agar benar-benar fokus menyelesaikan pendidikannya,” kata pria yang akrab disapa Gus Yasin.

Ia juga berpesan kepada penerima beasiswa dalam negeri agar tetap aktif mengikuti perkuliahan secara langsung meskipun kampus menyediakan sistem pembelajaran daring.

Baca juga: 942 Santri Berebut Beasiswa Pemprov Jateng

Yang tak kalah penting, setelah menyelesaikan pendidikan nanti, para penerima beasiswa diwajibkan kembali ke pondok pesantren asal masing-masing untuk mengabdikan ilmu yang telah diperoleh.

Menurut Gus Yasin, karena program ini merupakan yang pertama kali dijalankan, pemerintah akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi. Jika hasilnya dinilai positif, bukan tidak mungkin program serupa akan kembali dibuka pada tahun depan.

Beasiswa memang bisa mengantar seseorang menembus kampus terbaik, bahkan hingga luar negeri. Tapi tujuan akhirnya bukan sekadar mengejar gelar atau foto wisuda. Ilmu yang pulang ke pesantren akan jauh lebih berharga daripada ijazah yang hanya dipajang di dinding. (tebe)

You Might Also Like

Kemkop Gandeng Kementan Perkuat Koperasi Menuju Swasembada Pangan

Tumpukan Uang Kejagung Dipamerkan, Kerja Nyata atau Pencitraan?

Dari Tongkrongan ke Dunia Digital, Dialek Semarang Kembali Dirindukan

PLN Icon Plus Rapikan Infrastruktur Jaringan di Bantul, Jaga Keandalan dan Keamanan Layanan

Kacamata Pintar Jadi Alat Bully, Tren TikTok Disorot

TAGGED:beasiswa santriheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi judi online (judol). Judol Bikin Dompet Kering, Rumah Tangga Retak
Next Article Kehabisan Akal Menyetop Korupsi Kepala Daerah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jalan Sehat di Alun-alun Ngawi, Hadiah Umrah hingga Motor Jadi Rebutan

Ilustrasi hujan deras.

Waspada Cuaca Ekstrem di Semarang: 2-4 Hari Tak Hujan Justru Bisa Jadi Pertanda Bahaya

MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wabug Jateng) Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat memberi keterangan kepada awak media di Gedung Gradhika Kota Semarang, Senin (2/11/2026). (dul)

Gus Yasin Minta Penanganan Penggerebekan Ponpes Putri di Sukoharjo Berjalan Transparan

BANJIR SEMARANG: Warga berjalan menerjang banjir di wilayah Kelurahan Tambakrejo, Kota Semarang, Rabu (29/10/2025). (bae)

Bagaimana Prediksi Banjir di Genuk Tahun Ini? Begini Penjelasan BPBD Kota Semarang

MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sudah lapuk di makan usia. (Ist)

Mengapa JPO Semarang Mangkrak Tak Terpakai? Djoko Setijowarno Soroti Infrastruktur Tak Inklusif

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

WNA DIDEPORTASI--Warga asing asal Afghanistan berinisial MEM (jubah putih) dideportasi dari Indonesia. (ist)
Info

Izinnya Sih Kuliah, tapi Malah Buka Restoran! WN Afghanistan Dideportasi

Agustus 20, 2026
Info

Siapa Nih yang Teledor? 183 Tumbler Ketinggalan di Kereta

Juli 12, 2026
Kabupaten Magelang meluncurkan program angkutan sekolah gratis yang bukan hanya menjawab persoalan transportasi, tapi juga menyentuh aspek keselamatan pelajar, akses pendidikan, dan keberlanjutan angkutan umum.
Opini

Inovasi Pro Rakyat: Kabupaten Magelang Wujudkan Angkutan Pelajar Gratis

September 18, 2025
Info

Budai Award 2026 untuk Gus Yasin

Agustus 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Beasiswa Santri Jateng, Dari 942 Pendaftar, Cuma 73 yang Lolos!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?