Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Judol Bikin Dompet Kering, Rumah Tangga Retak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Judol Bikin Dompet Kering, Rumah Tangga Retak

Nugroho P.
Last updated: Agustus 4, 2026 8:25 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Ilustrasi judi online (judol).
Ilustrasi judi online (judol).
SHARE

BACAAJA, BLORA – Judi online ternyata bukan cuma bikin kantong jebol, tetapi juga ikut menyumbang tingginya angka perceraian di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Pengadilan Agama (PA) Blora mencatat kebiasaan berjudi menjadi salah satu pemicu masalah ekonomi yang berujung pada kandasnya rumah tangga.

Pelaksana Tugas Panitera Muda Hukum PA Blora, Fitri Istiawan, mengatakan persoalan ekonomi masih menjadi alasan paling banyak diajukan dalam perkara perceraian. Namun, setelah ditelusuri, tidak sedikit masalah ekonomi itu berawal dari kecanduan judi online.

Menurut Fitri, banyak suami yang akhirnya menghabiskan penghasilannya untuk bermain judi. Dampaknya, kebutuhan istri dan anak-anak justru terabaikan karena uang yang seharusnya dipakai untuk nafkah habis dipertaruhkan.

“Faktor ekonomi memang paling dominan, tetapi di sejumlah perkara penyebab utamanya adalah penghasilan suami habis untuk berjudi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat seseorang sudah terjerat judi online, pengeluaran untuk bermain sering kali lebih diprioritaskan daripada kebutuhan keluarga. Kondisi itu memicu pertengkaran berkepanjangan hingga berakhir di meja hijau.

Selain judi online, PA Blora juga masih menemukan kebiasaan mengonsumsi minuman keras dalam sejumlah perkara perceraian. Kedua persoalan tersebut kerap berjalan beriringan dan memperburuk kondisi ekonomi keluarga.

Fitri menyebut, orang yang terbiasa mabuk umumnya memiliki pekerjaan yang tidak stabil. Akibatnya, kemampuan memenuhi kebutuhan rumah tangga ikut menurun sehingga konflik dalam keluarga semakin sulit dihindari.

Data PA Blora menunjukkan, sepanjang Januari hingga Juni 2026 terdapat 1.077 perkara perceraian yang masuk ke pengadilan. Dari jumlah itu, sebanyak 840 merupakan cerai gugat yang diajukan istri, sedangkan 237 lainnya adalah cerai talak yang diajukan suami.

Meski angkanya cukup tinggi, Fitri menegaskan tidak semua gugatan perceraian otomatis dikabulkan. Setiap perkara tetap harus melalui proses pembuktian sesuai alasan yang diajukan para pihak.

Jika perceraian diajukan karena faktor ekonomi, penggugat wajib menunjukkan bukti bahwa suami benar-benar tidak menjalankan kewajiban memberi nafkah. Salah satu indikator yang biasanya diperiksa adalah kondisi pasangan yang telah berpisah rumah dalam kurun waktu tertentu.

Majelis hakim juga akan menilai apakah selama berpisah suami masih memberikan nafkah, menjalin komunikasi, atau tetap mengunjungi keluarganya. Seluruh fakta tersebut menjadi bagian dari pertimbangan sebelum putusan dijatuhkan.

Fitri menambahkan, ada pula perkara yang dipicu suami tidak memiliki pekerjaan tetap, bahkan menganggur. Situasi itu membuat kebutuhan keluarga tidak terpenuhi dan akhirnya mendorong istri mengajukan gugatan cerai.

Menurutnya, menjaga kondisi ekonomi keluarga dan menghindari kebiasaan berjudi menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah konflik rumah tangga berkembang hingga berujung pada perceraian. (*)

You Might Also Like

Luwak Hitam Bantal Juarai Campus School Battle 2026

Hari Kesaktian Pancasila, PLN Icon Plus Jadikan Nilai Kebangsaan sebagai Bagian dari Pengabdian

Ngeri Tapi Nyata, Puluhan Anak Masuk Grup “True Crime”

Ribuan Motor MBG Menganggur, Diam Membisu

Dijamin Geger! 105 Ribu Pikap di Impor dari India, Siapa Untung Siapa Waswas?

TAGGED:blorajudolperceraian
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Annisa Makin Dekat dengan Kursi Sekda Cilacap
Next Article Beasiswa Santri Jateng, Dari 942 Pendaftar, Cuma 73 yang Lolos!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jalan Sehat di Alun-alun Ngawi, Hadiah Umrah hingga Motor Jadi Rebutan

Ilustrasi hujan deras.

Waspada Cuaca Ekstrem di Semarang: 2-4 Hari Tak Hujan Justru Bisa Jadi Pertanda Bahaya

MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wabug Jateng) Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat memberi keterangan kepada awak media di Gedung Gradhika Kota Semarang, Senin (2/11/2026). (dul)

Gus Yasin Minta Penanganan Penggerebekan Ponpes Putri di Sukoharjo Berjalan Transparan

BANJIR SEMARANG: Warga berjalan menerjang banjir di wilayah Kelurahan Tambakrejo, Kota Semarang, Rabu (29/10/2025). (bae)

Bagaimana Prediksi Banjir di Genuk Tahun Ini? Begini Penjelasan BPBD Kota Semarang

MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sudah lapuk di makan usia. (Ist)

Mengapa JPO Semarang Mangkrak Tak Terpakai? Djoko Setijowarno Soroti Infrastruktur Tak Inklusif

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Antisipasi Kekeringan, Kementan Tambah 5.000 Pompa di Jateng

Juli 21, 2026
Polisi dan pihak terkait meninjau korban tewas laka bus Krapyak Semarang.
Info

Daftar Identitas 16 Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak

Desember 24, 2025
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Sekda Jateng) Sumarno. (dul)
Info

Pemprov Jateng Dukung Pengembangan Geotermal, Sekda: Suara Warga Gak Boleh Diabaikan

September 10, 2026
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menemui massa aksi saat peringatan Haru Buruh Internasional atau May Day di depan kantor Gubernuran, Semarang, Jumat (1/5/2026). (dul)
Info

Buruh Sorot Tajam Jawaban Gubernur Jateng saat Aksi May Day di Semarang, Ini Poin Pentingnya

Mei 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Judol Bikin Dompet Kering, Rumah Tangga Retak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?