Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nawal Yasin: Anak Hebat Tak Cuma Pintar, Tapi Juga Harus Berakhlak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Nawal Yasin: Anak Hebat Tak Cuma Pintar, Tapi Juga Harus Berakhlak

Pendidikan anak ternyata tak cukup hanya soal bisa membaca, berhitung, atau mendapat nilai bagus. Bunda PAUD Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengingatkan bahwa fondasi terpenting justru dibangun lewat karakter. Salah satunya dengan mengenalkan keteladanan para ulama Nahdlatul Ulama (NU) sejak anak masih duduk di bangku PAUD.

T. Budianto
Last updated: Juni 20, 2026 11:26 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
GENERASI NAHDLIYIN: Bunda PAUD Jateng, Nawal Arafah Yasin menghadiri Gebyar Generasi Nahdliyin yang digelar Ikatan Guru PAUD (IGPAUD) NU Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jumat (19/6/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, KENDAL– Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengajak para guru PAUD untuk lebih serius menanamkan nilai-nilai keteladanan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) kepada anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan pendidikan akademik.

Pesan itu disampaikan Nawal saat menghadiri Gebyar Generasi Nahdliyin bertema “Aku Bangga Meneladani Tokoh NU” yang digelar Ikatan Guru PAUD (IGPAUD) NU Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jumat (19/6/2026).

Menurut Nawal, mengenalkan tokoh NU tidak cukup hanya sebatas menghafalkan nama atau melihat fotonya. Yang jauh lebih penting adalah memahami dan meneladani nilai-nilai kehidupan yang diwariskan para ulama.

Ia mencontohkan, hingga kini masih banyak keluarga yang memasang foto tokoh-tokoh NU seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Abdurrahman Wahid, KH Maimoen Zubair, maupun ulama lainnya di rumah. Namun, belum semua orang tua mengajak anak mengenal perjuangan dan karakter mulia para tokoh tersebut.

Baca juga: Bukan Cuma Ngaji, Santri Juga Harus Kuat Mental

“Kita harus mampu mentransformasikan nilai-nilai kepada anak-anak, bagaimana karakter dari tokoh-tokoh NU sehingga mereka bisa meniru karakter dan meneladaninya,” ujar Nawal.

Istri Wakil Gubernur Jawa Tengah itu menilai guru dan orang tua memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak. Melalui pendidikan sejak usia dini, anak dapat belajar menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak baik, serta memiliki kepedulian terhadap sesama sebagaimana dicontohkan para ulama.

Menurutnya, salah satu pelajaran paling penting dari tokoh NU adalah menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian. Bukan hanya belajar, tetapi juga mengamalkan ilmu untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Mereka mencontohkan kepada kita hidupnya dihabiskan dengan ilmu. Tapi bukan hanya berhenti kepada ilmu, melainkan ilmunya juga diamalkan,” katanya.

Pendidikan Karakter

Nawal mengingatkan, tantangan zaman saat ini bukan lagi minimnya akses terhadap ilmu, melainkan bagaimana ilmu tersebut diiringi dengan akhlak yang baik. Karena itu, pendidikan karakter menjadi perhatian penting, sejalan dengan harapan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin agar generasi muda Jawa Tengah tumbuh cerdas sekaligus berkepribadian luhur.

Selain menanamkan semangat belajar, Ketua TP PKK Jawa Tengah itu juga mengajak guru dan orang tua menjaga tradisi-tradisi baik yang diwariskan para ulama, termasuk nilai tabaruk atau mengharap keberkahan melalui penghormatan kepada guru dan orang-orang saleh.

Menurutnya, pendidikan di PAUD seharusnya tidak hanya mengejar kemampuan akademik, tetapi juga membangun akhlakul karimah sejak dini.

Baca juga: Saleh Dorong Santri Kuliah Lewat Beasiswa Jateng

Ia berharap anak-anak mulai dibiasakan mencintai kegiatan mengaji, mengenal dunia pesantren, serta menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan.

“Anak-anak itu harus mulai diajari mengaji, diajari cinta pesantren, sehingga pondasi pendidikannya juga dibangun dengan akhlakul karimah,” tandasnya.

Di era ketika anak-anak makin akrab dengan layar gawai, mungkin sudah waktunya mereka juga akrab dengan kisah para teladan. Sebab karakter tak lahir dari sekadar hafalan, melainkan dari sosok yang layak ditiru. (tebe)

You Might Also Like

Kabar Terbaru Riyandi Usai Dilarikan ke RS, Persis Lega

Alasan BEM Undip dan BEM UGM Keluar dari Aliansi BEM SI Kerakyatan, ‘Tempat Pejabat Cari Muka’

Ogoh-Ogoh Turun ke Jalan, Semarang Siap Pesta Toleransi

Respati Dorong Gekrafs Jadi Motor Ekonomi Kreatif Solo, Bukan Organisasi Seremonial

Free Kick Rizky Pora Jadi Mimpi Buruk

TAGGED:headlinenawal yasinpemprov jatengsantri jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Luthfi: Bank Jateng Jangan Cuma Simpan Uang, UMKM Harus Dibikin Naik Kelas
Next Article Ini Fakta Magisnya Nasi Padang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tren Positif Berlanjut, Gol Telat Hari Nur Selamatkan PSIS

GIIAS Semarang 2026 Kembali Digelar

Luthfi: Solar buat Melaut, Bukan Ditimbun

SIDANG TUNTUTAN--Bupati Pati Sudewo (memakai rompi tahanan) berjalan menuju mobil tahanan usai mengikuti sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (21/9/2026). (bae)

Sudewo Gak Bisa Jadi Pejabat Lagi?KPK Tambahkan Tuntutan Pencabutan Hak Dipilih

RICUH--Massa pendukung Bupati Sudewo tampak menunjuk-nunjuk jaksa KPK usai sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (21/9/2026). (bae)

Pendukung Sudewo Ngamuk, Berusaha Serang Jaksa di Ruang Sidang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Orang Sudah Mampu Tapi Kurban Cuma Sekali Seumur Hidupnya, Gimana Ini?

Mei 23, 2026
Info

Saat Budaya, Iman, dan Harmoni Bertemu di Jantung Semarang

Juni 16, 2026
Rumah di Perum BMP ditinggal penghuninya karena terdampak tanah gerak. (bae)
Info

Seram! Permukiman di Gunungpati Ini Berdiri di Tanah Labil, Banyak Rumah Mulai Retak

Februari 12, 2026
Ilustrasi dapur MBG.
Info

Dapur MBG Direm Dulu, Investor Daerah 3T Mulai Bereaksi

Juni 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nawal Yasin: Anak Hebat Tak Cuma Pintar, Tapi Juga Harus Berakhlak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?