Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: SPPG Karangturi Langgar 16 SOP, Dinkes Ungkap Penyebab Keracunan 707 Siswa-Guru SMKN 6 Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

SPPG Karangturi Langgar 16 SOP, Dinkes Ungkap Penyebab Keracunan 707 Siswa-Guru SMKN 6 Semarang

R. Izra
Last updated: Agustus 5, 2026 3:22 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
BERI KETERAGAN - Kepala Dinkes Semarang, Abdul hakam, memberi keterangan kepada sejumlah awak media. (dul)
BERI KETERAGAN - Kepala Dinkes Semarang, Abdul hakam, memberi keterangan kepada sejumlah awak media. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Dari 19 standar operasional prosedur (SOP) memasak dan menyajikan MBG, hanya tiga SOP yang dijalankan oleh SPPG Karangturi Semarang.

Pelanggaran berat terhadap SOP diduga keras menjadi pemicu keracunan massal MBG di SMKN 6 Semarang.

Misteri penyebab dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa SMK Negeri 6 Semarang usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) masih belum terungkap.

Bacaaja: Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang Berbuntut Panjang, BGN Pecat 137 Kepala SPPG
Bacaaja: BGN Bekukan Operasional SPPG Karangturi, Buntut 707 Siswa-Guru SMKN 6 Semarang Keracunan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang memastikan hasil pemeriksaan laboratorium belum selesai. Sampel makanan masih menjalani proses kultur bakteri untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam, mengatakan proses pemeriksaan memang membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 14 hari.

“Kalau hasil pastinya belum selesai. Sampelnya harus dibiakkan dulu untuk mengetahui apakah ada kuman atau bakteri. Jadi memang perlu pemeriksaan kultur bakteri,” ujarnya, Selasa (5/8/2026).

Beberapa menu yang diperiksa antara lain rendang, telur puyuh, dan daun singkong.

Penentuan sampel itu bukan asal pilih. Tim Dinkes lebih dulu melakukan asesmen dan wawancara kepada ratusan siswa yang mengalami gejala.

Hasilnya, sekitar 49 persen siswa mencurigai menu rendang, 40 persen menyebut telur puyuh, sementara sisanya mengarah ke daun singkong.

Meski begitu, Hakam menegaskan dugaan tersebut belum bisa dijadikan kesimpulan sebelum hasil laboratorium keluar.

Menurutnya, kasus keracunan makanan umumnya dipicu bakteri seperti Staphylococcus, Escherichia coli (E-coli), atau Salmonella. Namun, penyebab pasti dalam kasus ini masih menunggu pembuktian ilmiah.

Temuan lain yang juga menjadi perhatian adalah kondisi operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dari hasil pemeriksaan, makanan untuk SMKN 6 Semarang diketahui mulai dimasak sejak pukul 21.00 WIB, atau jauh sebelum waktu distribusi.

Tak hanya itu, Dinkes juga menemukan SPPG tersebut baru memenuhi tiga dari total 19 standar operasional prosedur (SOP) yang seharusnya diterapkan.

SOP yang dinilai sudah berjalan meliputi distribusi makanan, penyajian kepada siswa, dan pengelolaan bahan baku.

Sementara SOP lainnya masih menjadi bagian dari evaluasi yang dilakukan tim investigasi.

Menariknya, SPPG yang sama juga memasok makanan ke sejumlah sekolah lain, termasuk PAUD, SD, serta program MBG bagi ibu hamil dan balita. Namun, hingga kini tidak ditemukan laporan kejadian serupa dari penerima manfaat lainnya.

Sebelumnya, sebanyak 707 orang, terdiri dari 693 siswa dan 14 guru SMKN 6 Semarang, mengalami gejala yang diduga akibat keracunan setelah menyantap menu MBG pada Jumat (31/7/2026).

Sebanyak 698 orang mendapat penanganan medis di sekolah, sementara 9 orang harus dirujuk ke rumah sakit dan puskesmas untuk menjalani perawatan lebih lanjut. (*)

You Might Also Like

Bikin Status WA Aja Bisa Bikin Kamu Ditangkap, LBH Semarang Bilang Polisi Berlebihan

Dalih Polisi Ubah TKP Kecelakaan Iko Juliant Unnes: Bisa Jadi Anggota Tak Tahu Nama Jalan

Warga Mangunsari Ubah Sampah Jadi Tabungan

Bekas Ajudan Jokowi Letjen TNI Widi Ngaku Terima Rp21 M dari Duit Korupsi Lahan Cilacap

Musim Hujan Datang, PMI Semarang Sudah “Ready to Go”

TAGGED:dinkes semarangheadlinekeracunankeracunan MBGpenyebabsmkn 6 semarangsppg karangturi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MINTA MAAF--Dokter Benny C. Sihombing meminta maaf usia berkomentar sinis di media sosial terhadap warganet yang curhat soal layanan pengguna BPJS. (ist) Dokter Penghujat Pasien BPJS Ramai-ramai Bilang Maaf setelah Korban Meninggal Dunia
Next Article DEPORTASI WNA--WNA China pelaku love scamming yang sempat diamankan Imigrasi Semarang, akhirnya dideportasi ke negaranya. (ist) Empat WN China Sindikat Love Scamming Dideportasi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Uang Bertanda Tangan Purbaya Mulai Diburu Kolektor

Seniman senior Yogyakarta Susilo Nugroho, yang dikenal luas lewat karakter ikonik Den Baguse Ngarsa.

Den Baguse Ngarsa Berpulang, Dunia Seni-Budaya Jogja Kehilangan Salah Satu Cahaya Terangnya

Jepang Kekurangan Tenaga Sopir

Tren Positif Berlanjut, Gol Telat Hari Nur Selamatkan PSIS

GIIAS Semarang 2026 Kembali Digelar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Hari Pramuka di Wonoplumbon Jadi Ajang Anak SD-SMP Belajar Kompak

Agustus 15, 2026
Mahatmi Rismartanti (26), lulusan Sastra Jepang asal Malang, Jawa Timur, yang menjadi satu di antara 10 pengemudi profesional yang akan dikirimkan ke Jepang.
Ekonomi

10 Pengemudi Profesional Indonesia Diberangkatkan ke Jepang, LPK Hiro: Peluang Kerja Menjanjikan

Juni 17, 2025
Tim penyidik sedang memeriksa pelimpahan kasus pengedit konten cabul dengan AI, Kamis (8/1/2026). (bae)
Hukum

Masih Ingat Chiko, Pengedit Konten Cabul Smanse? Bentar Lagi Dia Disidang

Januari 8, 2026
PATUNGAN HUTAN - Aktivis sosial Ferry Irwandi menginisiasi gerakan Patungan Hutan, agar hutan Kalimatan tak lagi ditebang, dibakar, dan atau kemudian dijadikan tambang. (ist)
Info

Ferry Irwandi Ajak Patungan untuk Hutan Kalimantan: Supaya Gak Ditebang, Dibakar, dan Ditambang

September 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: SPPG Karangturi Langgar 16 SOP, Dinkes Ungkap Penyebab Keracunan 707 Siswa-Guru SMKN 6 Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?