Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ferry Irwandi Ajak Patungan untuk Hutan Kalimantan: Supaya Gak Ditebang, Dibakar, dan Ditambang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Ferry Irwandi Ajak Patungan untuk Hutan Kalimantan: Supaya Gak Ditebang, Dibakar, dan Ditambang

R. Izra
Last updated: September 8, 2026 8:19 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
PATUNGAN HUTAN - Aktivis sosial Ferry Irwandi menginisiasi gerakan Patungan Hutan, agar hutan Kalimatan tak lagi ditebang, dibakar, dan atau kemudian dijadikan tambang. (ist)
PATUNGAN HUTAN - Aktivis sosial Ferry Irwandi menginisiasi gerakan Patungan Hutan, agar hutan Kalimatan tak lagi ditebang, dibakar, dan atau kemudian dijadikan tambang. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Aktivis sosial Ferry Irwandi ngajak patungan ‘beli’ hutan Kalimantan. Mungkin juga ke depan untuk hutan-hutan lain di Indonesia. Melalui gerakan ‘Patungan untuk Hutan’.

Patungan ‘beli’ hutan Kalimantan, agar paru-paru dunia itu tidak ditebang. Tidak dibakar. Tidak kemudian dijadikan lahan tambang.

Video gerakan ‘Patungan untuk Hutan’ diunggah Ferry di kanal YouTube miliknya. Juga tersebar di berbagai platform media sosial. Ferry bilang, gerakan tersebut bukan untuk membeli kawasan hutan sebagaimana jual-beli lahan.

Dana yang terkumpul nantinya diarahkan untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran, penanganan kondisi darurat,m hingga pemulihan ekosistem.

Bacaaja: Kebakaran Hutan dan Lahan di Jateng Meledak 700 Persen
Bacaaja: Pria Diduga Bakar Hutan Baluran, Ditangkap Petugas

“Ini bukan patungan untuk beli hutan. Hutan itu tidak sesederhana tinggal dibeli,” kata Feri.

Menurutnya, persoalan hutan berkaitan dengan banyak hal, mulai dari status lahan, hak masyarakat, perizinan hingga tata ruang. Karena itu, perlindungan hutan perlu dilakukan melalui organisasi dan kelompok masyarakat yang memiliki pengalaman serta dasar hukum yang jelas.

Ia mencontohkan Yayasan Kalaweit yang bekerja bersama masyarakat lokal untuk mempertahankan kawasan hutan. Menurut Feri, masyarakat tetap bisa memperoleh manfaat ekonomi dari lahannya tanpa harus menjualnya kepada perusahaan.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat yang hidup bersama hutan ini punya kapasitas untuk mempertahankan hutannya,” ujarnya.

Feri menilai sebenarnya berbagai organisasi dan komunitas yang bergerak di bidang konservasi sudah tersedia. Persoalannya, mereka membutuhkan dukungan agar kegiatan di lapangan bisa berjalan lebih luas.

“Organisasinya sebenarnya sudah ada. Orang-orangnya juga sudah ada. Yang sering tidak ada itu kapasitas pendanaannya,” katanya.

Dana tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti patroli kawasan, pemetaan, penguatan legalitas, pembibitan, restorasi hingga pencegahan kebakaran.

Selain Kalaweit, Feri juga menyebut Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) dan Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) sebagai organisasi yang telah lama menjalankan upaya konservasi dan pemulihan hutan.

Ia memperkirakan jika gerakan tersebut mampu mengumpulkan dana hingga Rp50 miliar, dukungannya bisa menjangkau kawasan hutan dalam skala besar. Namun, menurutnya, keberhasilan tidak seharusnya hanya dilihat dari nominal donasi.

“Ukuran keberhasilannya bukan berapa banyak uang yang kita kumpulkan,” tuturnya.

Yang lebih penting, kata Feri, adalah memastikan hutan tetap berdiri, ekosistem pulih, habitat satwa terjaga dan masyarakat sekitar mendapatkan manfaat ekonomi dari upaya menjaga lingkungan.

“Selama hutannya tetap berdiri, karbon tetap tersimpan, habitat satwa tetap ada, risiko kebakaran bisa ditekan, sumber air tetap terjaga,” ujarnya.

Melalui gerakan “Patungan untuk Hutan”, Feri berharap masyarakat bisa ikut menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan hutan, bukan hanya ketika bencana kebakaran sudah terjadi.

Ia menilai dukungan publik dapat menjadi sumber kekuatan bagi masyarakat dan organisasi yang selama ini berada di garis depan menjaga hutan. (dul)

You Might Also Like

PPPK Paruh Waktu Bisa Naik Status, Tapi Bukan Jadi PNS Otomatis Lho..

War Takjil Muladi Dome, Bukan Sekadar Bazar! Tetap Ramai meski Diguyur Hujan

Pengadilan Tipikor Semarang Rusuh, Massa Pendukung Sudewo Jebol Gerbang

RSWN Ultah, Layanan Ngebut, Fasilitas Naik Kelas

Solo Pagi Ini Disambut Ribuan Pelari Soekarno Run 2026

TAGGED:ferry irwandigerakan patungan hutanheadlinekalimantanpatungan beli hutan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 322 Ribu KK Jateng Masuk Sistem Perlinsos Digital
Next Article SIDANG KORUPSI--Sekda Cilacap Sadmoko Danardono (baju batik) didampingi penasihat hukumnya usai sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang. (bae) ‘Uang Bensin’, Kode Sekda Cilacap untuk THR Wartawan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Genjot Ketahanan Pangan Semarang: Dari Kebun Warga hingga Pasar Murah

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Orang Kebagian Peluang Kerja

Tinggal Satu Titik Api di Gunung Lawu, Luthfi Minta Petugas Jangan Pulang Dulu

YLBHI Soroti Pengerahan Ribuan Aparat Saat Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

ASN Disuruh Naik Angkutan Umum Seminggu Sekali, Biar Nggak Cuma Jago Bikin Kebijakan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

MENUJU GP MANDALIKA - Menjelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, PT Pertamina (Persero) bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menggelar Watch Party AustrianGP 2026 di JNM Bloc, Minggu (20/9/2026).
Olahraga

Watch Party MotoGP di Jogja, Antusiasme Menuju Mandalika 2026 Makin Panas

September 22, 2026
SAPA ANAK CTEV - Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo jenguk anak-anak dengan kaki pengkor atau CTEV (clubfoot) yang sedang dirawat di RS Bhayangkara Semarang, Kamis (10/9/2026).
Info

Kapolda Ribut Jenguk Anak Penderita CTEV di RS Bhayangkara Semarang, Ada 88 Kasus Terdata

September 10, 2026
Info

Demi Keluarga Jateng Lebih Waras dan Sehat, PKK Jateng Gandeng BKKBN

April 3, 2026
Olahraga

900 Pelari, Rp 4,5 Miliar Ikut ‘Lari’ ke Desa

September 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ferry Irwandi Ajak Patungan untuk Hutan Kalimantan: Supaya Gak Ditebang, Dibakar, dan Ditambang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?