Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 322 Ribu KK Jateng Masuk Sistem Perlinsos Digital
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

322 Ribu KK Jateng Masuk Sistem Perlinsos Digital

Data penerima bantuan sosial jangan sampai seperti status media sosial: sudah lama dibuat, tapi tak pernah di-update. Di Jateng, sebanyak 322.117 kepala keluarga (KK) kini telah masuk sistem perlindungan sosial digital.

T. Budianto
Last updated: September 8, 2026 9:56 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
RAPAT DARING: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengikuti Rapat Perluasan Uji Coba Perlindungan Sosial Digital Berbasis Infrastruktur Digital Publik yang digelar secara daring, Selasa (8/9/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Sebanyak 322.117 kepala keluarga (KK) di Jateng telah terdaftar dalam sistem perlindungan sosial digital. Pendataan tersebut terus diperkuat agar masyarakat yang membutuhkan dapat teridentifikasi dan memperoleh akses perlindungan sosial secara lebih tepat.

Untuk mendukung pendaftaran dan verifikasi, Pemprov Jateng telah menyediakan 5.994 agen perlindungan sosial (Perlinsos) yang tersebar di berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.360 agen tercatat aktif membantu masyarakat dalam proses pendaftaran.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Perluasan Uji Coba Perlindungan Sosial Digital Berbasis Infrastruktur Digital Publik yang digelar secara daring, Selasa (8/9/2026). Rapat dipimpin Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut B. Pandjaitan dan diikuti Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Luthfi menyatakan dukungan penuh terhadap digitalisasi perlindungan sosial. Namun, ia mengingatkan bahwa secanggih apa pun sistem digital, peran pendamping di lapangan tetap penting. Sebab, sebagian besar sasaran bantuan sosial berasal dari kelompok desil 1 hingga 4, mulai dari masyarakat sangat miskin hingga kelompok rentan miskin.

Baca juga: Bansos Masih Banyak Salah Sasaran, Ini Jurus Pemerintah

Karena itu, Luthfi meminta jumlah dan kapasitas agen pendamping diperkuat dengan melibatkan berbagai unsur yang dekat dengan masyarakat.

Mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Posyandu, hingga unsur masyarakat lainnya. Penguatan agen dinilai penting agar proses verifikasi tidak sekadar berlangsung secara administratif, tetapi benar-benar menggambarkan kondisi warga di lapangan.

Sasaran Bantuan

Menurut Luthfi, evaluasi masih menemukan persoalan ketepatan sasaran bantuan. Salah satunya data penerima yang belum diperbarui meski kondisi ekonomi penerima sudah berubah.

Dengan sistem Perlinsos digital, persoalan tersebut diharapkan dapat dikurangi. Data penerima dapat diperbarui secara real-time dan melalui proses verifikasi sehingga kondisi warga tidak terus tercatat berdasarkan data lama.

“Kami dari Provinsi Jawa Tengah sangat mendukung sekali kegiatan ini, cuma kami berpesan agar agen ini diperkuat agar tepat sasaran terkait verifikasi,” tegas Luthfi.

Baca juga: Desil Berubah, Jangan Sampai Bansos Ikut Hilang

Digitalisasi perlindungan sosial juga memungkinkan masyarakat melakukan pendaftaran maupun pengkinian data secara on-demand. Artinya, masyarakat tidak harus selalu menunggu pendataan berjenjang untuk memperbarui informasi terkait kondisi sosial ekonominya.

Ketua DEN Luhut B. Pandjaitan pun meminta Jateng memperluas keterlibatan berbagai unsur hingga tingkat paling bawah. Pemerintah daerah, lurah, TNI, Polri, Babinsa, hingga Koramil didorong ikut membantu masyarakat mengakses sistem perlindungan sosial digital.

Tujuannya jelas: bantuan harus sampai kepada mereka yang memang membutuhkan, bukan kepada mereka yang sekadar masih tercatat membutuhkan. Karena pada akhirnya, digitalisasi bukan cuma soal data masuk sistem. Yang lebih penting, datanya jangan sampai masuk sekali lalu ditinggal bertahun-tahun. Warga berubah, kondisi ekonomi berubah, maka data juga harus ikut move on. (tebe)

You Might Also Like

BBM di Malaysia Lebih Murah tapi Keuntungan Petronas Lebih Gede dari Pertamina, Kok Bisa?

Semarang Nggak Mau Ada Warga Lapar

Malam 1 Muharam di Dongos: Obor Menyala, Semangat Hijrah Dikobarkan

Bus Pintar Nongkrong di Kota, Surakarta Gaspol Tingkatkan Budaya Literasi

Pemprov Jateng Gelontor Dana Hibah Rp125,2 Miliar untuk 1.248 Ormas

TAGGED:ahmad luthfibansos jatengpemprov jatengperlinsos
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SIDANG KORUPSI--Sekda Cilacap Sadmoko Danardono (baju batik) didampingi penasihat hukumnya saat menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (8/9/2026). (bae) Fakta Sidang Korupsi Bupati Cilacap: Ada Jatah untuk Kasatreskrim dan Pejabat Kejari
Next Article PATUNGAN HUTAN - Aktivis sosial Ferry Irwandi menginisiasi gerakan Patungan Hutan, agar hutan Kalimatan tak lagi ditebang, dibakar, dan atau kemudian dijadikan tambang. (ist) Ferry Irwandi Ajak Patungan untuk Hutan Kalimantan: Supaya Gak Ditebang, Dibakar, dan Ditambang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid didampingi penasihat hukumnya meninggalkan ruang sidang usai divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Bantu Letjen Widi Samarkan Duit Korupsi BUMD Cilacap, Gus Yazid Dibui

CEK KESIAPAN MTQ - Dirjen Kemenag, Abu Rokhmad, Setelah menghadiri rapat checking terakhir kesiapan Provinsi Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (9/9/2026). (dul)

2.242 Peserta Siap Ramaikan MTQ Nasional di Semarang

JENGUK KORBAN: Menteri HAM RI, Natalius Pigai didampingi KaKanwil Kemenham Jateng, Mustafa Beleng saat meninjau korban dugaan keracunan program MBG di RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo, Grobogan, Selasa (13/1/2026). (ist)

Keracunan MBG Terbesar di Pati? 231 Siswa Tumbang, Operasional SPPG Gembong 1 Dihentikan Sementara

Panggung utama event MTQ Nasional di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. (ist)

12 Venue MTQ Nasional Dilengkapi Posko Kesehatan, 306 Tim Medis Siaga

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid (kemeja hijau) duduk mendengarkan vonis putusan kasus TPPU, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Gus Yazid Hanya Divonis 1 Tahun dalam Kasus TPPU Lahan Cilacap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

UMKM Syariah Jateng Siap Naik Panggung

Januari 23, 2026
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim kritik banjirnya barang impor dari China. Foto: dok.
Ekonomi

Selamat Datang di Republik Impornesia: Negeri Seribu Produk China!

Agustus 22, 2025
Ekonomi

Gedung Koperasi Desa Sudah Jadi, Lah Isinya Masih Misteri Banget

April 23, 2026
Info

BMKG Pasang Status Siaga di Pantura Jateng

Januari 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 322 Ribu KK Jateng Masuk Sistem Perlinsos Digital
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?