Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dari “Cumi-Cumi Darat” ke Bus Listrik: Semarang Mulai Move On dari Asap Hitam
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Dari “Cumi-Cumi Darat” ke Bus Listrik: Semarang Mulai Move On dari Asap Hitam

Warga Semarang pasti paham julukan “cumi-cumi darat” buat bus berasap tebal. Nah, sekarang ada kabar yang lebih fresh. Bus listrik mulai diuji coba di Koridor 1 Trans Semarang. Nggak cuma soal gaya, tapi soal napas kota yang pengin lebih lega.

T. Budianto
Last updated: Februari 14, 2026 4:33 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BUS LISTRIK: VKTR mendukung transportasi hijau lewat uji coba bus listrik di Semarang, Jawa Tengah. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Perusahaan kendaraan listrik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) resmi mendukung uji coba operasional bus listrik di Kota Semarang. Langkah ini jadi bagian dari dorongan transportasi hijau sekaligus upaya menekan emisi di kawasan perkotaan.

Direktur dan Chief Operational Officer VKTR, V. Bimo Kurniatmoko, menyebut pihaknya tak sekadar memproduksi kendaraan listrik model CKD, tapi juga aktif mendorong adopsi EV di sektor transportasi umum.

Bareng karoseri nasional Karoseri Laksana, VKTR ikut uji coba satu unit bus listrik 12 meter di Koridor 1 Trans Semarang. Rutenya Terminal Mangkang- Terminal Penggaron, dan bakal diuji selama satu bulan penuh.

Baca juga: Bajaj Online Nyasar Semarang? Izin Masih “Dikulik” Dishub!

Selama masa trial, bus ini langsung angkut penumpang. Jadi evaluasinya bukan cuma teknis mesin, tapi juga pengalaman pengguna, mulai dari kenyamanan, performa, sampai respons masyarakat.

Langkah ini sekaligus menjawab keresahan warga soal bus berbahan bakar fosil yang dikenal ngebul dan dijuluki “cumi-cumi darat”. Buat VKTR, uji coba di Semarang jadi bagian strategi ekspansi nasional setelah sebelumnya 122 unit bus listrik rakitannya beroperasi di Jakarta lewat sejumlah operator Transjakarta. Tambahan 30 unit lagi juga sedang proses karoseri di Laksana.

Gelar FGD

Sebelum uji coba jalan, VKTR dan Laksana juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema modernisasi dan transisi bus listrik menuju transportasi berkelanjutan di Semarang. Forum ini dihadiri Dinas Perhubungan Kota Semarang, BLU UPTD Trans Semarang, hingga operator lokal.

Bus listrik tersebut juga sudah menjalani uji KIR sebagai syarat kelayakan operasional. Artinya, dari sisi regulasi dan standar keselamatan, sudah siap tempur di jalanan kota.

Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman, menilai kolaborasi industri dalam negeri jadi kunci percepatan elektrifikasi transportasi umum. Menurutnya, kesiapan desain dan standar keselamatan tinggi menunjukkan industri nasional nggak cuma ikut tren, tapi siap jadi pemain utama.

Baca juga: BRT Mogok-Mogok? Wali Kota: Servis Total Mulai Sekarang!

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menyambut baik uji coba ini sebagai bagian dari rencana modernisasi armada Trans Semarang. Evaluasi selama satu bulan bakal jadi bahan pertimbangan sebelum implementasi lebih luas.

Apalagi, Semarang tengah menyiapkan rencana pengadaan 27 unit bus listrik 12 meter pada 2026 untuk Koridor 1. Kalau hasil trial oke, bukan nggak mungkin jalanan kota bakal makin sunyi dari suara mesin diesel.

Buat VKTR, kolaborasi ini bukan cuma soal satu kota. Ini momentum membuka babak baru ekspansi kendaraan listrik nasional di sektor transportasi publik.

Dan buat warga? Semoga julukan “cumi-cumi darat” segera pensiun. Karena kalau bus sudah nggak ngebul, mungkin yang tersisa cuma kenangan… dan udara yang sedikit lebih bersih. (tebe)

You Might Also Like

Lagi Cari Jodoh: Tiga Orang Utan Jantan Semarang Zoo Masih Jomblo

Bawa Tumbler, Respati Launching Kran Air Siap Minum ‘Toya Wening’ di Pasar Gede Solo

Jenderal TNI Eks-Ajudan Jokowi Ditahan, Skandal Mega Korupsi BUMD Cilacap

Viral Aksi Buang Kucing di Jembatan Kartini Semarang, Polisi Gercep Amankan Pelaku

16.000 Tiket Kereta Mudik Lebaran Sudah Terjual, KAI Daop 4 Ungkap Tanggal Favorit

TAGGED:bus listrikheadlinepemkot semarangVKTR
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dari Tuk Panjang ke Warak Ngendog, Agustina: Damai Itu Modal Utama Semarang Sejahtera
Next Article Viral 11 Detik, Berujung Tersangka: Kasus Kucing di Blora Naik ke Meja Hijau

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat diwawancara awak media, Kamis (3/9/2026). (dul)

Kekeringan di Jateng Makin Luas, Gus Yasin: Sudah Salah Istisqa dan Ajukan Modifikasi Cuaca

DITUNTUT BERALAH: Sekda Cilacap Sadmoko Danardono dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Sekda Cilacap Dituntut Hukuman Lebih Ringan dari Bupati, Cuma 4 Tahun Penjara

BARANG BUKTI - Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti celurit dan sepeda motor yang digunakan remaja asal Sragen yang acung-acungkan senjata tajam di Underpass Joglo, Kota Solo.

Viral Acungkan Celurit di Underpass Joglo Solo, Dua Remaja Sragen Klepek-klepek Ditangkap Polisi

RESMIKAN PONPES--Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, merangkul santri tunanetra dalam acara peresmian Pondok Pesantren Sahabat Mata di Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)

Pesantren Khusus Tunanetra di Semarang, Santri Dibekali Keterampilan

DITUNTUT BERALAH: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Bupati Cilacap Dituntut 7 Tahun Penjara, Hak Dipilih Dicabut 3 Tahun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Masuk Lapas, Keluar Bisa Jadi Barber

Juni 8, 2026
Ketua DPR RI Puan Maharani saat memberikan keteranan kepada awak media, Selasa (26/8/2025). Foto: dok.
Nasional

Puan Maharani Suarakan Perjuangan Royalti Lagu: Biar Musisi Gak Cuma Dapat Tepuk Tangan

Agustus 26, 2025
Daerah

Batik Pegon Difabel Kebumen Tembus Panggung Dunia

September 17, 2025
Info

Besok Minggu Jalanan Semarang Disulap Jadi Panggung Budaya

April 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dari “Cumi-Cumi Darat” ke Bus Listrik: Semarang Mulai Move On dari Asap Hitam
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?