Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kapolri Listyo Sigit Ngotot Tolak Polri di Bawah Kementerian: Mending Saya Jadi Petani
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Kapolri Listyo Sigit Ngotot Tolak Polri di Bawah Kementerian: Mending Saya Jadi Petani

R. Izra
Last updated: Januari 27, 2026 7:51 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Wacana Polri di bawah kementerian langsung kena hard reset dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Di hadapan Komisi III DPR RI, Senin (26/1/2026), Sigit menolak mentah-mentah ide tersebut. Alasannya tegas: itu melanggar ruh Reformasi 1998.

Menurut Sigit, pasca Reformasi, Polri memang sengaja dipisahkan dari TNI untuk membangun ulang sistem, doktrin, hingga akuntabilitas sebagai polisi sipil. Dan itu bukan sekadar sejarah, tapi sudah diikat konstitusi.

Bacaaja: Kapolri Nekat Tabrak Putusan MK, Polisi Aktif Bisa Ngantor di 17 Lembaga
Bacaaja: Mahfud MD Kritik Keras Polri setelah Dilantik Prabowo: Masalahnya Banyak Banget!

“Ini bagian dari mandat Reformasi 1998. Penempatan Polri di bawah Presiden,” tegas Sigit.

Ia mengingatkan, Pasal 30 ayat 4 UUD 1945 sudah jelas menempatkan Polri sebagai alat negara di bidang keamanan. Belum lagi TAP MPR Nomor VII/MPR/2000 yang menegaskan Kapolri diangkat dan diberhentikan Presiden dengan persetujuan DPR.

Sigit menyebut kondisi geografis Indonesia yang nggak main-main: 17.380 pulau dan ratusan juta penduduk. Dengan tantangan sebesar itu, Polri justru harus fleksibel dan responsif.

“Dengan posisi di bawah Presiden, Polri bisa bergerak lebih cepat dan maksimal,” ujarnya.

Kalau Polri dimasukkan ke kementerian, menurut Sigit, malah ribet dan rawan konflik komando.

Bahaya ‘matahari kembar’

Sigit juga menyoroti potensi matahari kembar kalau Polri berada di bawah menteri.

“Kalau Presiden butuh Polri bergerak cepat, jangan sampai harus nunggu rantai birokrasi kementerian. Itu berbahaya,” katanya.

Ia menegaskan, tugas Polri berbeda dengan TNI. Polri bertugas melayani dan melindungi, bukan to kill and destroy.

Di depan DPR, Sigit juga buka kartu. Ia mengaku pernah ditawari jadi Menteri Kepolisian lewat pesan WhatsApp. Tapi jawabannya satu: tolak.

“Kalau harus memilih, saya menolak Polri di bawah kementerian,” katanya tegas.

Bahkan, Sigit melontarkan pernyataan yang langsung jadi sorotan.

“Kalau pun saya harus jadi menteri kepolisian, saya lebih baik jadi petani saja,” ucapnya.

Polri di bawah kementerian = pelemahan

Menurut Sigit, menjadikan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi, negara, dan Presiden.

“Kalau pilihannya Polri tetap di bawah Presiden tapi ada Menteri Kepolisian, saya pilih Kapolrinya saja yang dicopot,” tegasnya.

Sikap Kapolri ini langsung dapat dukungan penuh dari Komisi III DPR RI. Seluruh fraksi sepakat: Polri tetap di bawah Presiden, bukan kementerian.

Anggota Komisi III dari Fraksi Golkar, Rikwanto, bahkan meminta Polri tak perlu baper dengan isu liar.

“Polri nggak perlu confused. Tunjukkan saja kerja terbaik ke masyarakat,” katanya.

Kesimpulan rapat pun resmi dibacakan Ketua Komisi III DPR Habiburokhman: Polri tetap di bawah Presiden sesuai TAP MPR dan undang-undang yang berlaku.

Usai rapat, Sigit menyampaikan terima kasih dan menegaskan kembali sikap institusinya.

“Polri satu suara. Kami alat negara di bawah Presiden, bukan kementerian,” tutupnya. (*)

You Might Also Like

Saat Budaya, Iman, dan Harmoni Bertemu di Jantung Semarang

Pantura Kebanjiran: BBM dan Gas Aman

Rasain! Tiga Kades Pati Komplotan Sudewo Peras Perangkat Desa Dituntut Bui, Ada yang 7,5 Tahun

Atraksi Balon Udara Wonosobo Kini Tak Lagi Liar

Miris! Kebakaran Hutan Gunung Lawu Diduga karena Ulah Manusia

TAGGED:di bawah kementerianheadlinekapolrilistyo sigit prabowopolri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kesiapan Lebaran, Respati Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Harga Terkendali
Next Article Jangan Salahkan Gadget, Tetapi Bangun Kognisi Remaja agar Terbiasa Membaca

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Genjot Ketahanan Pangan Semarang: Dari Kebun Warga hingga Pasar Murah

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Orang Kebagian Peluang Kerja

Tinggal Satu Titik Api di Gunung Lawu, Luthfi Minta Petugas Jangan Pulang Dulu

YLBHI Soroti Pengerahan Ribuan Aparat Saat Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

ASN Disuruh Naik Angkutan Umum Seminggu Sekali, Biar Nggak Cuma Jago Bikin Kebijakan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Analis Bank Jateng bersaksi di sidang korupsi kredit Sritex di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (26/1/2206). (bae)
Hukum

Bank Jateng Beri Kredit Ratusan Miliar Rupiah ke Sritex Tanpa Agunan, Gak Cek Ulang Pula!

Januari 26, 2026
Ilustrasi anak-anak korban keracunan massal mendapat perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Info

5.360 Anak Jadi Korban, Berikut 10 Kasus Keracunan MBG Terbaru: dari Bogor hingga Baubau

September 19, 2025
Hukum

Setor 26 Nama Sekaligus, Kasus MBG Makin Bikin Geger

Juni 10, 2026
Hukum

Vonis Mati Menghantui Awak Sea Dragon Kasus Sabu 2 Ton, Jaksa: Sesuai UU

Februari 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kapolri Listyo Sigit Ngotot Tolak Polri di Bawah Kementerian: Mending Saya Jadi Petani
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?