Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Agustina Ingin Negara Hadir Saat Warga Kehilangan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Agustina Ingin Negara Hadir Saat Warga Kehilangan

Kewajiban pemerintah bukan hanya soal membangun jalan mulus atau gedung megah. Bagi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, ukuran keberhasilan juga terlihat dari seberapa cepat pemerintah hadir ketika warganya sedang berduka atau saat anak-anak harus tumbuh tanpa orang tua.

T. Budianto
Last updated: Juni 26, 2026 11:11 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
APLIKASI E-SANKEM: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng saat peluncuran aplikasi E-SANKEM (Elektronik Santunan Kematian) yang digelar Dinas Sosial Kota Semarang, Kamis (25/6/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama ketika mereka menghadapi masa-masa sulit.

Pesan itu disampaikan Agustina saat menghadiri penyaluran santunan bagi 1.000 anak yatim, piatu, dan yatim piatu sekaligus meluncurkan aplikasi E-SANKEM (Elektronik Santunan Kematian) yang digelar Dinas Sosial Kota Semarang, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, pembangunan yang berkeadilan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga memastikan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan tetap mendapatkan perhatian dan perlindungan.

“Hari ini kita ingin memastikan bahwa anak-anak yatim tetap memiliki harapan dan masa depan. Pemerintah Kota Semarang hadir untuk mendampingi mereka. Begitu juga ketika ada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, pemerintah harus hadir untuk membantu dan meringankan bebannya,” ujar Agustina.

Baca juga: BOP RT Rp25 Juta Segera Cair, Wali Kota Semarang Pastikan Penggunaannya Dikawal Ketat

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.000 anak menerima bantuan berupa uang saku, paket sembako, dan buku iqro’. Bantuan disalurkan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Semarang bersama Yayasan Al Fatihah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Bagi Agustina, kepedulian terhadap anak yatim bukan sekadar agenda tahunan atau seremoni belaka. Menurutnya, perhatian kepada mereka merupakan investasi sosial untuk melahirkan generasi masa depan yang lebih baik.

“Kita ingin anak-anak ini tetap percaya bahwa masa depan mereka cerah. Tugas kita bersama, pemerintah dan masyarakat, adalah memastikan mereka mendapatkan dukungan, kasih sayang, serta kesempatan yang sama untuk berkembang menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik,” tuturnya.

Santunan Kematian

Pada kesempatan yang sama, Agustina juga meresmikan aplikasi E-SANKEM, inovasi digital yang mempermudah masyarakat mengajukan santunan kematian secara elektronik.

Melalui sistem tersebut, proses yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat diakses secara lebih cepat, transparan, dan terintegrasi sehingga warga tidak lagi harus berhadapan dengan birokrasi yang berbelit saat sedang berduka.

“Saat keluarga sedang berduka, mereka seharusnya tidak dibebani proses birokrasi yang panjang dan berbelit. Pemerintah harus hadir membantu, mempermudah, dan memberikan pelayanan yang cepat sehingga masyarakat dapat fokus mendampingi keluarganya,” tegasnya.

Baca juga: Saat Penyandang Disabilitas Naik Panggung: Semarang Kasih Bukti, Bukan Janji

Menurut Agustina, digitalisasi pelayanan publik seharusnya bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Sebab, kota yang maju bukan hanya diukur dari gedung yang menjulang atau jalan yang lebar, tetapi juga dari kepedulian terhadap setiap warganya.

“Kota yang hebat adalah kota yang tidak membiarkan warganya menghadapi kesulitan sendirian. Ketika ada anak yang membutuhkan perhatian, kita hadir. Ketika ada keluarga yang berduka, kita hadir. Ketika masyarakat membutuhkan pelayanan yang lebih baik, pemerintah harus hadir dengan solusi. Itulah Semarang yang terus kita bangun bersama,” pungkasnya.

Membangun kota memang bisa dimulai dari beton dan aspal. Tapi membangun kepercayaan warga selalu dimulai dari satu hal yang lebih sederhana: hadir ketika mereka paling membutuhkan. (tebe)

You Might Also Like

TPA Putri Cempo Masih Terbakar, Pemprov Siapkan Modifikasi Cuaca

Harga Plastik Ngacir Gila, UMKM Mulai Ikutan Pusing Berat

Agustina Ajak Warga Kibarkan Bendera Setengah Tiang untuk Try Sutrisno

Jam Jaga Dipangkas, Dokter Magang Kini Punya Ruang Bernapas

Tanggul Sungai Plumbon Jebol, Huntara Disiapkan

TAGGED:dinsos kota semarange-sankemheadlinepemkot semarangsantunan kematianwali kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut Akui MBG Dijalankan Tanpa Persiapan Matang: Banyak yang Harus Dibenahi
Next Article Punya Mimpi Pakai Jersey PSIS? Mahesa Jenar Buka Talent Scouting

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wayang Jadi Jurus Dakwah Sunan Kalijaga

Warga Takut Kasus Geotermal Dieng Terulang di Gunung Ungaran

CEK KESEHATAN RUTIN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah mendorong seluruh personel untuk mengenali kondisi tubuh melalui pelaksanaan Daily Health Checking. Pemeriksaan rutin kesehatan ini dilakukan bagi personel sebelum memulai aktivitas kerja.

PLN Icon Plus Dorong Penerapan Budaya HSSE melalui Daily Health Checking

AKSI DI GUBERNURAN--Warga yang melakukan aksi jalan kaki dari Gedong Songo membaur dengan massa aksi Jateng Guyub di depan Gubernuran, Semarang, Kamis (24/9/2026). (bae)

Jalan Kaki dari Gedong Songo, Warga Suarakan Penolakan Geotermal di Gubernuran

Tujuh Kafilah Semarang Dapat Hadiah Umrah dari Wali Kota

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Jateng Gaspol Regenerasi Petani

April 25, 2026
Perry Warjiyo saat masih menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Perry saat ini resmi mengundurkan diri dari Gubernur BI.
Info

BREAKING NEWS: Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI

Juli 27, 2026
Plesir

Kampung Semarang Punya Cerita, Pemuda Diajak Bikin Jadi Wisata

September 22, 2026
JALANI PEMRIKSAAN: Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi petugas bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih, Jakarta, Sabtu, (12/7/2026). (Foto: Ist)
Hukum

Etik Minta Rp500 Juta, KPK Ungkap Skema Setoran Bupati Sukoharjo

Juli 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Agustina Ingin Negara Hadir Saat Warga Kehilangan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?