Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Polisi Masa Kini: Antara Transformasi Serius dan Upgrade Aplikasi yang Masih Loading
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Polisi Masa Kini: Antara Transformasi Serius dan Upgrade Aplikasi yang Masih Loading

Polri digadang bakal reformasi total dengan empat pilar perubahan. Tapi publik skeptis: beneran berubah atau sekadar update aplikasi yang gak pernah selesai? Polri butuh perubahan nyata, bukan sekadar branding institusi penegak hukum.

baniabbasy
Last updated: September 15, 2025 9:42 am
By baniabbasy
3 Min Read
Share
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Transformasi Reformasi Kepolisian di saat Presiden Prabowo juga sedang membentuk Tim Reformasi Kepolisian dari eksternal kepolisian. Foto: dok.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Transformasi Reformasi Kepolisian di saat Presiden Prabowo juga sedang membentuk Tim Reformasi Kepolisian dari eksternal kepolisian. Foto: dok.
SHARE

HALO polisi, kamu lagi ngapain?
Katanya sih, kamu mau reformasi. Wah, keren dong! Tapi tunggu dulu, ini reformasi beneran atau kayak update aplikasi yang muncul notif-nya doang tapi nggak pernah kelar loading-nya?

Kabar terbaru datang dari SETARA Institute. Mereka bilang, Polri akan dibawa naik kelas lewat empat pilar sakti. Isinya udah kayak skripsi full bab 1 sampai bab 5: mulai dari demokratis-humanis, antikorupsi, proaktif-modern, sampai yang katanya ramah gender dan responsif. Wuih, lengkap!

Tapi, boleh dong kita nanya… Selama ini ke mana aja, pak?

Maksudnya gini:
Katanya pengen jadi lebih humanis dan menjunjung tinggi HAM. Tapi kok, kalau masyarakat aksi protes dikit aja, udah ketemu gas air mata, pentungan, dan push-up dadakan di aspal. Ini humanis model baru ya?

Terus soal antikorupsi. Kami sebagai warga biasa tentu sangat mendukung. Tapi jujur, trauma lihat meme “tilang damai” tuh belum hilang dari ingatan.
Ya, kami tahu nggak semua polisi kayak gitu, tapi masa transformasi butuh slogan doang? Biar kayak promosi skincare: “Sudah saatnya #PolriBebasMinyak” (alias bebas KKN).

Lanjut ke pilar modern dan proaktif. Wah ini seru! Polri katanya mau melek digital. Tapi kalau netizen upload video pelanggaran, yang ditelusuri malah akun medsos-nya, bukan pelakunya. Kalau gini sih, bukan modern tapi malah “kecepatan salah sasaran”.

Sementara dari istana, Presiden Prabowo udah kasih sinyal kuat buat reformasi. Bahkan Lemkapi (Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia) juga bilang siap dukung. Mereka bilang kinerja Polri udah oke. Ya boleh lah, ada kemajuan, walau kadang masih kayak sinyal WiFi — kadang cepat, kadang ngilang pas dibutuhkan.

Dari sisi Kompolnas, mereka ngasih reminder penting: Digitalisasi, HAM, dan Pengawasan. Intinya, jangan asal digital tapi lupa kalau rakyat juga punya hak. Jangan asal punya Propam tapi Propam-nya malah sibuk update IG story, bukan ngawasin perilaku teman-temannya.

Oh iya, soal inklusif dan ramah gender… kami sih dukung 100%. Tapi kalau masih ada anggota yang bercanda seksis atau menyepelekan korban kekerasan, ya percuma dong. Jangan sampai jadi kayak cafe yang tulisannya “cozy” tapi pas masuk, wifi lemot dan AC rusak. Branding-nya kece, isinya meh.

Jadi, reformasi ini ibarat beli HP baru: fiturnya banyak, kameranya cakep, tapi kalau nggak ada sinyal, ya buat apa?

Polri kita butuh lebih dari sekadar janji dan roadmap. Butuh perubahan nyata, yang bisa dirasain sama orang biasa, bukan cuma buat presentasi di gedung dingin.

Transformasi Polri harusnya bukan sekadar bahan TikTok atau headline di berita pagi. Tapi harus jadi realita: Polisi yang beneran jaga, bukan cuma jaga image. Polisi yang hadir untuk lindungi, bukan cuma untuk selfie bareng motor dinas.

Kami siap dukung kok. Asal beneran jalan, bukan cuma wacana yang lewat kayak mobil patroli di malam minggu.(*)

You Might Also Like

Satu Tahun Agustina-Iswar: Titik Lama Belum Beres, Banjir Muncul di Area Baru

Semarang Masuk Tiga Besar Kota Paling Toleran

Wamenkum: “Dosen dan Aparat Hukum Juga Mulai dari Bab Satu”

Semarang Mau 2026 Lebih ‘Hijau’, Agsutina Gaspol di Pangan & Lingkungan

Imlek dan Ramadan Datang Bersamaan, Agustina: Momentum Perkuat Toleransi

TAGGED:headlineKompolnasLemkapiPolriBebasMinyakreformasi PolriSetara Institut
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Friendship Run Borobudur Marathon 2025 di Surakarta jadi bukti sport tourism mampu mendongkrak ekonomi daerah. Sekda Jateng Sumarno dorong UMKM terlibat maksimal. Dengan dukungan Bank Jateng dan Pemprov, event ini siap jadi mesin penggerak ekonomi berbasis wisata olahraga.. Foto: dok/humas Borobudur Marathon Bukan Sekadar Lari: Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Jawa Tengah
Next Article Presiden Prabowo merombak kabinet dengan mencopot lima menteri, termasuk Sri Mulyani dan Budi Arie. Langkah ini dinilai sebagai konsolidasi politik, sekaligus melepaskan bayang Jokowi. Publik menanti, apakah reshuffle ini akan bawa perubahan nyata atau sekadar ganti nama. Foto: dok. Dari Reshuffle, Prabowo Mulai Lepas Bayang Jokowi, Siapa Masuk Siapa Tersingkir?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist)

Korban Keracunan MBG di Batang Terus Meningkat Capai 498 Orang, Masih Bisa Tambah Lagi

Kemarau Makin Seret, Polres Banjarnegara Kirim 25 Ribu Liter

Mendadak Kontraksi, Ibu Melahirkan di Dalam KRL

SAMPAIKAN PAPARAN--Praktisi hukum yang juga Managing Partner LDN Ernst Law Firm, Luhut Sagala, menjelaskan tentang terbukanya korban keracunan MBG gugat perdana atau pidana, saat ditemui di Semarang, Jumat (25/9/2026). (bae)

Praktisi Hukum: Korban Keracunan MBG Bisa Gugat Perdata atau Tempuh Pidana

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Waspadai Kelelahan Otot saat MOBA

Juni 7, 2026
Ilustrasi Abdi Dalem Keraton Solo atau Keraton Surakarta Hadiningrat.
Daerah

Dana Hibah Rp 1,6 M untuk Gaji Abdi Dalem Keraton Solo Tak Sampai ke Sasaran, Siapa Menikmati?

Juli 18, 2025
Ilustrasi anak-anak korban keracunan massal mendapat perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Info

Lagi-lagi Keracunan MBG! Puluhan Siswa di Tawangmangu Jadi Korban, Guru: Nasi Gorengnya Lembek

Oktober 9, 2025
Info

Kolam Terboyo Disuruh “Diet”, Biar Banjir Nggak Datang Tiap Musim

Oktober 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Polisi Masa Kini: Antara Transformasi Serius dan Upgrade Aplikasi yang Masih Loading
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?