Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lewat Perangko, Agustina Ajak Publik Rawat Sejarah Bangsa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Lewat Perangko, Agustina Ajak Publik Rawat Sejarah Bangsa

Di tengah era ketika informasi datang dan hilang secepat scroll media sosial, selembar perangko justru mengajak publik berhenti sejenak untuk melihat ke belakang.

T. Budianto
Last updated: Juni 1, 2026 3:02 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PAMERAN FILATELI: Wali Kota Agustina Wilujeng mendampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri pameran filateli di Gedung Oudetrap, Kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (31/5/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Gedung Oudetrap di kawasan Kota Lama Semarang mendadak berubah menjadi ruang perjalanan waktu, Minggu (31/5/2026). Bukan konser, bukan pula festival kuliner, melainkan pameran filateli yang mengajak pengunjung menelusuri jejak Indonesia pada masa pendudukan Jepang melalui perangko, surat, hingga arsip komunikasi berusia puluhan tahun.

Kegiatan bertajuk “Dalam Cengkeraman Saudara Tua: Jejak Pendudukan Jepang di Indonesia dalam Arsip Filateli 1942-1945” itu digelar Kementerian Kebudayaan RI bersama Pemkot Semarang. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon.

Dalam sambutannya, Agustina menegaskan bahwa pameran seperti ini bukan sekadar memajang benda-benda lama di balik kaca. Menurutnya, arsip dan dokumen yang dipamerkan adalah cara untuk menjaga memori kolektif bangsa agar tidak hilang ditelan zaman.

“Berdiri di sini bersama para senior adalah upaya untuk menjaga ingatan, untuk menolak lupa,” kata Agustina. Ia bahkan mengutip filsuf Romawi kuno Cicero yang menyebut sejarah sebagai saksi zaman, cahaya kebenaran, memori kehidupan, sekaligus guru kehidupan.

Baca juga: PDIP Tegas Minta Fadli Zon Hentikan Penulisan Ulang Sejarah Nasional: Lukai Banyak Orang

Menurut Agustina, surat-surat dan dokumen komunikasi dari masa pendudukan Jepang tahun 1942 hingga 1945 menjadi pengingat bagaimana kerasnya kehidupan masyarakat Indonesia pada masa itu.

Lewat arsip filateli, masyarakat bisa melihat bahwa perangko ternyata bukan sekadar benda koleksi. Pada masa pendudukan Jepang, perangko dan surat menjadi bagian dari sistem pengawasan informasi yang digunakan pemerintah militer untuk mengontrol komunikasi publik.

Mudah Hilang

“Di era digital, ketika informasi datang begitu cepat dan mudah hilang, arsip menjadi pengingat yang sangat berharga. Filateli mengajarkan kepada kita bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak kehilangan ingatannya,” ujar Agustina.

Ia juga mengajak generasi muda untuk datang langsung melihat pameran, membaca arsip-arsip yang dipajang, dan memahami perjalanan sejarah bangsa dari sumber-sumber yang autentik.

Pada kesempatan itu, Agustina turut menandatangani Sampul Peringatan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang. Melalui perangko dan sampul peringatan tersebut, ia ingin menitipkan pesan bagi generasi masa depan tentang perjalanan Kota Semarang yang mampu melewati berbagai tantangan sejarah hingga berkembang menjadi kota besar seperti saat ini.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam orasi ilmiahnya mengulas panjang sejarah Indonesia selama masa pendudukan Jepang. Ia menjelaskan bahwa periode sekitar tiga setengah tahun tersebut menjadi salah satu fase paling berat dalam perjalanan bangsa.

Mulai dari keberadaan kamp interniran, kerja paksa romusha, hingga berbagai bentuk kontrol sosial yang diterapkan pemerintah militer Jepang.

Baca juga: Menbud: Udah Didandani Masa Nggak Dipamerin? Keraton Kulon Mau Dibuka, Tapi Nggak Semua Setuju

Menurut Fadli, perangko, dokumen surat menyurat, hingga catatan sensor yang tersimpan dalam arsip filateli menjadi saksi bisu peristiwa besar Perang Dunia II yang terjadi di kawasan Asia Pasifik. “Yang fana adalah waktu, tetapi arsip dan memori bangsa akan selalu abadi. Mari kita merawat keabadian sejarah tersebut,” kata Fadli.

Di akhir kegiatan, Kementerian Kebudayaan dan Pemkot Semarang membagikan suvenir eksklusif berupa amplop dan kartu pos filateli kepada para tamu undangan. Pameran filateli ini terbuka untuk umum dan berlangsung di Rumah Pohan, Kota Lama Semarang, mulai 31 Mei hingga 7 Juni 2026.

Karena pada akhirnya, sejarah tidak selalu hilang karena dibakar atau dihancurkan. Kadang sejarah hilang hanya karena tidak lagi dibaca. Dan di zaman ketika orang lebih hafal notifikasi terbaru daripada peristiwa masa lalu, selembar perangko tua bisa jadi lebih kuat menjaga ingatan dibanding ribuan unggahan yang lewat begitu saja di lini masa. (tebe)

You Might Also Like

Viral! Mahasiswi UIN Dibacok saat Nunggu Sidang Skripsi, Pelaku Marah Cintanya Ditolak

Tunjangan Sultan, Rakyat Kelimpungan: Saat Elit Politik Lupa Caranya Turun ke Bumi

Cerita Keluarga Sahita Menjahit Hidup dari Dua Gaji Buruh

Doa Orang Tua Antar Fikri Pelari Boyolali Boyong Mobil Listrik di Soekarno Run 2026

Pemkot Evakuasi 86 Pohon Tumbang dalam Semalam

TAGGED:agustina wilujengfadli zonheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bukan Satpam, Warga Sendiri yang Jaga Wisata Waduk Jatibarang
Next Article Waras Ekonomi, Upaya Pemkot Perkuat Sektor UMKM

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PADEL PERKUAT KOLABORASI - PLN Icon Plus ikuti gelaran Naven Padel Series 2026 Seri Yogyakarta, untuk memperkuat kolaborasi PLN Group.

PLN Icon Plus Jadi Bagian Gelaran Naven Padel Series 2026, Perluas Kolaborasi PLN Group

PKL SIMPANG LIMA - Pembeli sedang membeli dagangan di lapak PKL Simpang Lima Semarang, turut Jalan Ahmad Yani, Senin (31/8/2026). (dul)

Derita PKL Simpang Lima: 35 Tahun Jualan, Namanya Hilang dari Daftar Relokasi

AMBRUK SAAT DIRESMIKAN - Jembatan gantung di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, ambruk saat diresmikan Bupati Citra Pitriyami, Minggu sore (30/8/2026).

Heboh! Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk saat Diresmikan Bupati

Portal Malioboro Bikin Lansia Kesusahan Melintas

Kondisi lapak pedagang di kawasan Simpang Lima Semarang yang masih sepi pembeli, Senin (31/8/2026). (dul)

PKL Simpang Lima Direlokasi Enam Bulan, Katanya Mau Ditata Ulang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Idealnya Menu Lokal Masuk Sekolah, Cara Baru Bikin Anak Melek Gizi

Maret 27, 2026
Gubernur Ahmad Luthfi meninjau kondisi Kota Pekalongan usai aksi demonstrasi didampingi Wakil Walikota.Foto: dok.
Daerah

Gaspol Recovery! Gubernur Jateng Cek Langsung Kondisi Pekalongan Pasca Kebakaran

September 2, 2025
Pendidikan

Mau Jadi Guru? Seleksi PPG 2026 Resmi Dibuka

Juli 2, 2026
Ekonomi

Jateng Target Pembangunan Dry Port Rampung Dua Tahun

Agustus 16, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lewat Perangko, Agustina Ajak Publik Rawat Sejarah Bangsa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?