Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukan Satpam, Warga Sendiri yang Jaga Wisata Waduk Jatibarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Bukan Satpam, Warga Sendiri yang Jaga Wisata Waduk Jatibarang

Wisata yang hidup bukan cuma soal pemandangan bagus atau tempat nongkrong yang Instagramable. Ada banyak tangan yang bekerja di belakang layar agar pengunjung bisa datang dengan nyaman. Di Waduk Jatibarang, Semarang, peran itu dijalankan warga setempat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), mulai dari mengurus kebersihan hingga ronda malam menjaga kawasan wisata.

T. Budianto
Last updated: Juni 1, 2026 2:39 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
WADUK JATIBARANG: Wisatawan tengah menikmati suasana sore di Waduk Jatibarang, Jumat (29/5/2026). (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Di balik aktivitas wisata speedboat dan Dermaga Kopi di kawasan Waduk Jatibarang, ada peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang selama ini menjadi penggerak utama pengelolaan kawasan.

Meski belum berada di bawah pengelolaan langsung pemerintah daerah, operasional wisata sehari-hari masih dijalankan bersama warga melalui Pokdarwis setempat.

Noval Astha (26). mengatakan sekitar 20 anggota Pokdarwis terlibat dalam berbagai aktivitas pengelolaan kawasan, mulai dari kebersihan, pengawasan lingkungan, hingga pelayanan wisatawan.

Baca juga: Dari Kafe ke Speedboat, Wisata Jatibarang Mencoba Hidup Lagi

“Kalau payung besarnya masih Pokdarwis. Jadi pengelolaan kawasan tetap melibatkan warga,” ujarnya. Sabtu (30/5/2026).  Selain mengurus operasional wisata, warga juga berperan menjaga keamanan kawasan pada malam hari.

Sistem penjagaan tersebut diterapkan untuk mengantisipasi masuknya orang-orang yang tidak berkepentingan setelah area wisata tutup. “Kalau malam ada warga yang jaga. Jadi kalau ada yang mencurigakan biasanya langsung didatangi,” katanya.

Cukup Efektif

Menurutnya, sistem pengawasan itu cukup efektif menjaga kawasan wisata tetap aman. Hingga saat ini belum ada laporan gangguan keamanan yang berarti di area tersebut.

Di sisi lain, pengelola mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah, terutama terkait kebersihan dan fasilitas umum seperti kamar mandi yang mulai membutuhkan perbaikan.

Baca juga: Sudah Ada Sejak 2015, Wisata Speedboat di Semarang Ternyata Banyak yang Belum Tahu

“Kami sadar masih ada yang perlu dibenahi. Kebersihan dan fasilitas umum itu yang sekarang jadi perhatian,” ujarnya. Dengan keterlibatan masyarakat setempat, pengelola berharap kawasan wisata Waduk Jatibarang bisa terus berkembang sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Di banyak tempat, keamanan wisata bergantung pada pagar tinggi dan kamera pengawas. Di Waduk Jatibarang, yang berjaga justru tetangga sendiri.

Karena kadang sistem keamanan paling efektif bukan teknologi canggih, melainkan rasa memiliki yang membuat warga merasa kawasan itu adalah halaman rumah mereka sendiri. (dul)

You Might Also Like

Siapa Tersangka OTT KPK di Cilacap? 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Termasuk Bupati dan Sekda

Nasib 8 WNI di Rusia Masih Jadi Misteri

Banjir Kanal Barat Meluap setelah Hujan Deras, Permukiman Semarang Terendam

Satu Desa di Jepara Terisolasi, Longsor Brutal Tutup Total Jalur Kajang–Tempur

Harhubnas 2025: Semarang Gaspol Bikin Transportasi Inklusif, Ekonomi Ikut Ngebut

TAGGED:disbudpar kota semarangheadlinepemkot semarangwaduk jatibarangwisata semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kader PDIP Diajak Ingat Siapa yang Harus Diperjuangkan
Next Article Lewat Perangko, Agustina Ajak Publik Rawat Sejarah Bangsa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

UAH Ingatkan Jangan Tunggu Tua untuk Bertaubat

Gus Baha Pernah Tak Punya Uang, Ini Doanya, Bisa Ditiru

LANTIK PEJABAT: Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyalami Wakapolda baru, Brigjen Pol Andi Herindra Rahmawan dalam acara sertijab di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kamis (15/10/2026). (ist)

Kapolda Baru Rombak Pejabat Polda Jateng dan Sejumlah Kapolres, Simak Daftarnya

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

Pencabutan Hak Politik Fadia Arafiq Harga Mati, KPK Tak Mau Negosiasi

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, saat ditemui di Gedung DPRD Jateng, Kamis (15/10/2026). (dul)

Kapolda Jateng Respons Kabar OTT KPK Tangkap Bupati Klaten

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

OSPEK UNNES--Mahasiswa baru Unnes memasuki kampus untuk mengikuti Ospek meski hari masih gelap. (ist)
Info

Ospek Dini Hari Unnes Telan Korban Jiwa, Maba Tewas Kecelakaan saat Berangkat

Agustus 14, 2026
Info

Semarang Disebut “Rumah Besar”, Agustina Janji Nggak Ada yang “Ditinggal” di Usia 479

Mei 3, 2026
Info

Kemarau Belum Puncak, Semarang Sudah Pasang Mode Siaga

Juli 27, 2026
Ilustrasi jambret beraksi dengan mengendarai sepeda motor.
Hukum

Nolong Istri yang Dijambret, Pria Sleman Malah Jadi Tersangka: Keadilan Lagi Error?

Januari 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Satpam, Warga Sendiri yang Jaga Wisata Waduk Jatibarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?