BACAAJA, JAKARTA — Ada momen yang cukup menarik di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (8/5/2026). Dua tokoh NU, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, sama-sama datang ke KPK untuk diperiksa.
Meski berada di gedung yang sama, keduanya nggak sempat ketemu langsung. Karena agenda pemeriksaan keduanya berbeda, kasusnya pun tak sama.
Gus Ipul datang buat konsultasi soal pengadaan sepatu siswa Sekolah Rakyat yang lagi ramai disorot publik. Sementara Gus Yaqut? Ia menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024.
Bacaaja: Status Tahanan Gus Yaqut Batal, Apa Alasannya Sih?
Bacaaja: KPK Bidik Dugaan Markup Sepatu Sekolah Rakyat: Kita sedang Pelajari
Nah, yang bikin suasana mendadak jadi perhatian adalah momen saat Gus Yaqut selesai diperiksa. Saat berjalan menuju mobil tahanan, eks Menteri Agama itu mendadak menyampaikan pesan singkat buat Gus Ipul.
“Assalamualaikum, saya minta salam buat Gus Ipul ya,” kata Gus Yaqut sambil berjalan.
Setelah itu? Senyum tipis, lalu langsung masuk mobil tahanan. Nggak banyak komentar soal kasus yang sedang menjeratnya.
Respons Gus Ipul juga nggak kalah menarik. Saat diberi tahu kalau Gus Yaqut nitip salam, ia tampak kaget karena ternyata mereka ada di lokasi yang sama.
“Oh, ada dia tah? Terima kasih, terima kasih disampaikan,” jawab Gus Ipul sambil mengatupkan tangan ke wartawan.
Masa penahanan Gus Yaqut diperpanjang
Secara terpisah, Jubir KPK Budi Prasetyo mengatakan masa penahanan Gus Yaqut diperpanjang 30 hari ke depan.
Alasannya, proses penyidikan masih terus berjalan dan penyidik masih memeriksa sejumlah saksi.
Di sisi lain, kedatangan Gus Ipul ke KPK lebih banyak membahas pencegahan korupsi, terutama terkait pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Ia mengaku mendapat banyak masukan dan koreksi dari KPK soal celah pengadaan, termasuk proyek sepatu Sekolah Rakyat yang sempat ramai dibahas publik.
“Kami dapat banyak catatan dan koreksi agar prosesnya benar-benar transparan dan menutup celah,” ujarnya.
Gus Ipul juga mengakui SDM di Kemensos untuk urusan pengadaan masih terbatas, apalagi nilai anggaran ke depan makin besar.
Karena itu, pihaknya mulai mempertimbangkan opsi memakai agen pengadaan sesuai aturan yang berlaku.
Sementara publik sibuk menyoroti kasus dan angka-angka, momen “titip salam” di Gedung KPK ini malah jadi bagian yang paling bikin orang berhenti scrolling. (*)

