BACAAJA, SEMARANG- Pemerintah Kanada menunjukkan minat untuk memperluas kerja sama investasi di sektor teknologi pertanian dan kesehatan di Jateng. Hal itu disampaikan Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton saat beraudiensi dengan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Semarang, Kamis (5/3/2026).
Menurut Jess, hubungan bilateral antara Kanada dan Indonesia selama ini berjalan cukup baik. Bahkan pada September 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani kerja sama perdagangan yang menjadi dasar penguatan hubungan ekonomi kedua negara.
Baca juga: Investasi Brunei Masuk Jateng
“Kami sedang melihat peluang potensial untuk perdagangan dan investasi antara kedua negara. Tentu saja Jateng sangat penting untuk itu,” kata Jess usai pertemuan. Jess menilai sektor pertanian di Jateng memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui dukungan teknologi modern.
Di sisi lain, Kanada dikenal memiliki sumber bahan baku pupuk yang kuat serta teknologi pertanian yang cukup maju. “Sebenarnya kami sudah memiliki program di Jateng yang membantu petani skala kecil, supaya pertanian mereka lebih berkelanjutan dan lahan bisa dimanfaatkan lebih efisien,” jelasnya. Kolaborasi ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung ketahanan pangan di daerah.
Selain pertanian, Kanada juga tertarik menjajaki kerja sama di sektor kesehatan. Jess menyebut negaranya memiliki teknologi medis yang cukup maju, mulai dari pengembangan teknologi kesehatan, pertukaran tenaga medis, pendidikan dokter, hingga potensi penggunaan teknologi pengobatan berbasis robotik. “Universitas di Kanada juga siap bekerja sama dalam bidang kesehatan,” ujarnya.
Perkuat Iklim Investasi
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, ketertarikan Kanada terhadap Jateng tidak lepas dari upaya provinsi ini dalam menyiapkan energi baru terbarukan serta memperkuat iklim investasi. Menurutnya, realisasi investasi di Jateng sepanjang tahun lalu mencapai sekitar Rp88,6 triliun.
Namun kontribusi investasi dari Kanada masih tergolong kecil. “Kanada baru di urutan ke-40-an negara sumber investasi. Makanya saya ingin Kanada meningkatkan investasi di sektor lain dan dapat membantu memajukan Jateng,” kata Luthfi.
Data menunjukkan pada periode 2021-2025, Kanada berada di peringkat ke-49 sebagai sumber investasi dengan total nilai sekitar Rp4,35 miliar. Beberapa sektor investasi Kanada di Jateng selama ini antara lain industri kimia dan farmasi (52 persen), perdagangan dan reparasi (25 persen), hotel dan restoran (1 persen), serta sektor lainnya (22 persen).
Baca juga: Jateng Magnet Investasi Padat Karya, Serapan Tenaga Kerja Tertinggi se-Pulau Jawa
Luthfi pun secara terbuka menawarkan peluang kerja sama lebih luas, khususnya di sektor pertanian dan kesehatan, yang menjadi fokus pembangunan daerah tahun ini. Menurutnya, penguatan sektor pertanian sangat penting karena Jawa Tengah diproyeksikan menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional.
Ketika negara lain mulai melirik potensi sawah dan rumah sakit di Jateng, pesannya sebenarnya sederhana: kadang yang kita anggap biasa, lahan pertanian dan tenaga kesehatan justru dilihat dunia sebagai peluang besar. Tinggal kita sendiri, mau ikut memaksimalkan… atau cuma jadi penonton saat investor datang. (tebe)

