BACAAJA, KUDUS –Sebanyak 206 atlet dari 16 kabupaten/kota se-Jawa Tengah meramaikan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Xiangqi Jawa Tengah Bupati Kudus Cup I yang digelar di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu-Minggu (24-25/1/2026).
Ini bukan sekadar kejuaraan biasa. Untuk pertama kalinya, Kejurprov Xiangqi tingkat provinsi digelar di Kota Kretek. Kudus resmi naik kelas, bukan cuma dikenal rokoknya, tapi juga papan Xiangqi-nya.
Dari anak SD sampai atlet senior, semua turun gelanggang. Total ada 10 kategori pertandingan, mulai dari usia dini hingga senior putra-putri. Ketua Panitia Pelaksana, Puncara menyebut ajang ini jadi panggung penting buat mengasah jam terbang atlet.
Baca juga: Kudus Jadi Medan Tempur Kejurprov Xiangqi Jateng
“Selain uang pembinaan, kami juga siapkan piala bergilir Bupati Kudus yang desainnya beda dari cabor lain. Plus doorprize biar makin semangat,” kata Puncara, Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, sistem pertandingan grup membuat para atlet benar-benar diuji. Semua ketemu semua. Nggak bisa modal hoki. “Xiangqi itu bukan cuma main catur. Ini olahraga otak. Melatih fokus, konsentrasi, daya ingat, dan strategi. Di negara asalnya, Xiangqi bahkan masuk kurikulum sekolah,” jelasnya.
Melalui Kejurprov ini, Pengkab Persatuan Xiangqi (Pexi) Kudus menegaskan keseriusannya membumikan Xiangqi, khususnya di kalangan pelajar. Meski tergolong baru, perkembangan Xiangqi di Kudus disebut melesat cepat berkat dukungan KONI dan Pemkab Kudus.
Program Kerja
“Kami punya program jangka panjang. Ada turnamen bulanan antar pelajar, tiga bulanan antarkabupaten se-Karesidenan Pati, sampai event tahunan bareng Pexi Jateng,” tegas Puncara. Total 34 atlet asal Kudus ikut ambil bagian di semua kategori. Artinya, tuan rumah nggak cuma jadi penyedia tempat, tapi juga pemain serius.
Ketua Pexi Kudus, Priskilla mengapresiasi dukungan penuh dari KONI Kudus, Disdikpora, dan UMK. “Ini bukan cuma soal medali, tapi soal regenerasi atlet dan persaudaraan Xiangqi se-Jawa Tengah,” ujarnya.
Ketua Pexi Jateng, Dr Ir Bambang Wuragil, MM bahkan menyebut Kudus sebagai daerah dengan akselerasi perkembangan Xiangqi tercepat di Jateng. “Ini membuktikan sinergisitas antar pemangku kepentingan di Kudus berjalan sangat baik,” ucap bambang.
Sementara Rektor UMK, Prof Dr. Ir. Darsono, M.Si menegaskan komitmen kampusnya mendukung olahraga prestasi. Bahkan, UMK tengah merancang Program Studi Pendidikan Olahraga dan Kepelatihan. “Ke depan, Xiangqi bisa jadi salah satu keunikan UMK,” katanya.
Baca juga: Janji Perampingan Tinggal Janji: Jumlah Pengurus KONI Jateng Bertambah
Dalam klasemen akhir, Kudus finis sebagai runner up dengan raihan 2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Emas disumbangkan oleh Oliviane Azzahwa (SD 1-3 Putri) dan Jizzi Janeeta (SD 4-6 Putri). Sementara Kota Semarang keluar sebagai juara umum dengan 3 emas dan 1 perunggu, disusul Kota Pekalongan dan Kabupaten Banyumas.
Di Kudus, papan catur bukan lagi sekadar papan. Anak-anak sudah sibuk mengatur strategi, sementara orang dewasa baru sadar, ternyata masa depan bisa dimulai dari satu langkah pion kecil. (tebe)

