Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ruwat Bumi Desa Tanjunganom Banjarnegara: Parak Iwak hingga Tenong Serba Olahan Ikan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Ruwat Bumi Desa Tanjunganom Banjarnegara: Parak Iwak hingga Tenong Serba Olahan Ikan

Ruwat Bumi di Desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, yang dikenal sebagai 'desa seribu kolam ikan' berlangsung meriah.

R. Izra
Last updated: Juli 11, 2025 4:00 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Kemeriahan Ruwat Bumi Desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, yang digelar di lapangan desa, Kamis (1072025).
Kemeriahan Ruwat Bumi Desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, yang digelar di lapangan desa, Kamis (1072025).
SHARE

NARAKITA, BANJARNEGARA – Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti Pagelaran Seni Budaya dan Ruwat Bumi Desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, yang digelar di lapangan desa, Kamis (10/7/2025).

Mengusung tema “Mangesti Sabda Manjing Gusti”, pagelaran ini menjadi wujud rasa syukur warga atas limpahan hasil bumi, khususnya pertanian dan perikanan, serta bentuk pelestarian budaya warisan leluhur.

Pagelaran hari ini adalah kirab gunungan hasil bumi serta ratusan tenong yang diarak warga menuju lapangan untuk disantap bersama, dilanjutkan dengan prosesi wayang ruwatan oleh dalang Ki Sadir, dalang kelahiran Tanjunganom, kini tinggal di Kaliajir. Malam harinya sebagai puncak acara dipentaskan wayang kulit semalam suntuk oleh dalang kondang Ki Eko Suwaryo asal Jatiroto, Kebumen.

Parak iwak
Kepala Desa Tanjunganom, Suwahyo, mengatakan bahwa kegiatan sudah dimulai sejak tanggal 8 Juli dengan agenda bersih makam, bersih gili (jalan), bersih kali (sungai) dan parak iwak ceria. Untuk parak iwak, disediakan hadiah menarik dan 5 ton ikan bagi masyarakat umum. Ia juga mengajak warganya lebih gemar makan ikan karena manfaatnya bagi kesehatan.

“Parak iwak ini penting agar seluruh warga trampil dalam menangkap ikan, mengingat potensi desa kami adalah perikanan. Dan menu ikan sangat penting karena disamping proteinnya tinggi namun rendah kolesterol,” ungkap Suwahyo.

Pagelaran budaya dan ruwat bumi berlangsung semarak. Diawali dengan arak-arakan hasil bumi dan tenong yang dibawa menuju lapangan, sambutan para pemangku, doa keselamatan dilanjutkan dengan tradisi ‘kembul bujana’, yakni makan bersama menu tenongan yang tersedia dan grebek gunungan hasil bumi.

“Semua menu merupakan hasil alam Desa Tanjunganom yang dimasak warga secara alami dan disajikan secara khas dalam tenong untuk disantap bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, Tursiman, S.Sos yang hadir mewakili Bupati Banjarnegara, mengapresiasi semangat warga Tanjunganom dalam menggelar acara ini. Ia menyebut, ruwat bumi merupakan bentuk rasa syukur atas hasil bumi dan perikanan, sekaligus upaya melestarikan tradisi lokal.

“Momen ini merupakan cermin kekompakan warga dalam suasana kebersamaan. Makan tenongan bersama adalah simbol keguyuban yang harus terus kita uri-uri,” katanya.

Desa seribu kolam
Adapun anggota DPRD Banjarnegara, Edi Santosa, yang juga putra Tanjunganom, turut hadir dan menyampaikan rasa bangganya.

Menurutnya, Tanjunganom yang dijuluki desa seribu kolam memiliki potensi besar sektor perikanan Indonesia, punya 28 komoditas unggulan kebutuhan global.

“Salah satunya adalah Tilapia atau Ikan Nila sebesar 21, 1% dan masuk kawasan minta politan. Jadi Desa Tanjunganom khususnya harus mampu mengambil peluangnya,” tandas Edi Santosa.

Menurutnya, pagelaran ini sangat baik untuk menghormati leluhur, menggali potensi desa, sekaligus menghibur masyarakat. Paagelaran seni budaya dan ruwat bumi menjadi bukti kuat bahwa tradisi lokal tetap hidup di tengah masyarakat modern. Ia berharap acara ini menjadi agenda rutin tahunan dan menjadi daya tarik wisata budaya.

“Mari kita bersatu, saling mendukung membangun desa agar Banjarnegara makin maju dan sejahtera,” pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Staf ahli bidang kemasyarakan dan SDM, Barijadi Jumpaedo, didampingi Kepala Dinas Kominfo Sagiyo SIP, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Firman Sapta Ady, S.Pt, Camat Rakit Rakiwan SH beserta Forkompimcam Rakit. (*)

You Might Also Like

Plat Merah Masih Ngegas Saat Lebaran? Agustina: Santai, Itu Lagi Dinas Bukan Jalan-Jalan

Sadewo Pegang Komando Baru PDIP Banyumas Lima Tahun Kedepan

Lawan Stunting dari Hulu, Pemprov Jateng Gandeng BKKBN

Molotov Terbang di Depan Mapolda Jateng, Demo Ojol & Mahasiswa Berubah Chaos

Road Map Pemakzulan Bupati Pati Terbuka, Ini 9 Langkah Pansus DPRD Pati

TAGGED:ruwat bumi desa seribu kolam ikanruwat bumi tanjunganomruwat bumi tanjunganom banjarnegara
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tangkapan layar rekaman CCTV yang memperlihatkan peristiwa Feeder tabrak pekalan kali di Bundaran Klipang Semarang. (medsos) Nasib Sopir Feeder Trans Jateng bakal Jadi Tersangka? Polisi Beri Bocoran Ini
Next Article Ilustrasi razia kendaraan oleh kepolisian. Awas! Polisi di Jateng Gelar Razia Kendaraan, Ini Pelanggaran yang Dibidik

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Luthfi: Kemerdekaan Harus Terasa di Meja Makan Rakyat

Dua Sekolah di Wonoplumbon Satukan Barisan Rayakan Kemerdekaan

9.551 Napi Dapat Remisi HUT RI

HUT RI--Kelompok masyarakat sipil, termasuk tim Kabinet Bayangan melaksanakan upacara Peringatan HUT ke-81 RI di kawasan Pegunungan Kendeng, Senin (17/8/2026). (ist)

Menteri Kabinet Bayangan Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Kendeng

UPACARA HUT RI--Warga Kandri melaksanakan upacara HUT RI dengan tema petani dan proseainya menggunakan Bahasa Jawa, Senin (17/8/2026). (bae)

Unik! Upacara HUT RI di Kandri Pakai Bahasa Jawa, Warga Tampil Ala Petani

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ratusan rumah yang dihuni ribuan orang di Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, terbakar Jumat (6/6/2025). (X @Never)
Daerah

3.200 Warga Mengungsi, Dampak 450 Rumah Ludes Terbakar di Penjaringan Jakarta Utara

Juni 7, 2025
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, meninjau Gerakan Pangan Murah di Kampung Lasipin RT.03/RW.04, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Semarang Timur, Sabtu (30/8).
Daerah

Gerakan Pangan Murah Semarang, Wali Kota Agustina Komitmen Jaga Ketahanan Pangan

Agustus 30, 2025
Daerah

DPU vs Sampah: Duel di Tengah Hujan

Oktober 29, 2025
Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto.
Daerah

Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2025, Kapolres Banjarnegara Ingatkan Soal Ini

Juli 14, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ruwat Bumi Desa Tanjunganom Banjarnegara: Parak Iwak hingga Tenong Serba Olahan Ikan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?