BACAAJA, SEMARANG– Jalan kaki bisa bikin badan sehat. Tapi kalau dilakukan ribuan orang sambil membawa semangat persatuan, bonusnya bisa lebih besar: warga makin akrab, komunitas makin kompak, dan kota punya alasan untuk terus bergerak maju.
Itulah semangat yang dibawa dalam Ayo Mlaku Bareng Warga 2026, Minggu (25/10/2026), untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98. Kegiatan ini bukan sekadar urusan sepatu olahraga dan keringat pagi. Tahun lalu, acara serupa diikuti sekitar 7.000 peserta.
Tahun ini, panitia menargetkan 5.000 orang dari berbagai kalangan, mulai dari warga umum, komunitas senam, hingga keluarga besar NU, Fatayat NU, dan Muslimat NU.
Berkolaborasi dengan Fatayat NU, PKK, serta Kopi Luwak sebagai sponsor utama, acara dikemas dengan jalan sehat, senam bersama, pembagian doorprize, dan hiburan musik langsung. Paket komplit untuk menggerakkan badan sekaligus menyegarkan suasana kebersamaan.
Baca juga: Pemkot Raih Dua Penghargaan Hukum
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menilai, semangat Sumpah Pemuda tidak cukup dirayakan lewat seremoni tahunan. Semangat anak muda pada 1928, menurutnya, adalah keberanian mengambil peran.
“Di Semarang hari ini, peran itu juga dijalankan anak muda, kader Fatayat NU, ibu-ibu PKK, serta warga yang aktif membangun lingkungan dari tingkat RT dan RW,” kata Wali Kota.
Agustina turut menyoroti dukungan Pemkot Semarang kepada PKK melalui bantuan operasional bagi PKK RT dan RW. Bantuan tersebut diharapkan memperkuat pelaksanaan 10 program pokok PKK, bukan malah membuat kegiatan sukarela berubah menjadi tambahan beban administrasi.
Pesannya cukup jelas: PKK dibentuk untuk mempererat hubungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Jangan sampai niatnya bikin warga makin guyub, tetapi ujung-ujungnya para kader justru sibuk mengejar berkas sampai lupa menikmati kebersamaan.
Ruang Kreativitas
Pemkot Semarang juga membuka ruang bagi kreativitas anak muda dan perempuan melalui program seperti Krenova dan RISE Award. Di bidang pelayanan publik, pemerintah menyebut telah mengaktifkan Posyandu 6 SPM di 177 kelurahan, menyediakan layanan kesehatan gratis, serta menjalankan inovasi Daycare Rumah Pelita dan Weekcare untuk mendukung upaya penurunan stunting.
“Penguatan ekonomi keluarga juga menjadi perhatian melalui pelatihan keterampilan industri kecil dan menengah, fasilitasi perizinan usaha, sertifikasi halal gratis, serta penambahan bank sampah,” ucapnya disela-sela kegiatan.
Sementara untuk menjaga daya beli, Pemkot menggelar Gerakan Pangan Murah, Pak Rahman, dan Kempling Semar. Berbagai fasilitas publik gratis, layanan BRT Trans Semarang termasuk bus listrik, serta Bus Gratis bagi Pelajar dan Mahasiswa juga disebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses warga. Penanganan banjir dan rob pun terus didorong melalui normalisasi sungai dan optimalisasi rumah pompa.
Deretan program tersebut menunjukkan bahwa membangun kota tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Warga perlu ikut terlibat, mulai dari menjaga lingkungan hingga mendukung kegiatan sosial di sekitarnya.
Baca juga: 2025 Panen Piala, Pemkot Semarang Lagi On Fire
Penghargaan nasional yang diraih Semarang sepanjang 2025-2026, termasuk predikat Kota Pionir Pembangunan Inklusi Sosial dan Kota Layak Anak kategori Utama, juga menjadi pengingat bahwa kualitas kota berkaitan erat dengan kepedulian warganya.
Pada akhirnya, Ayo Mlaku Bareng Warga 2026 membawa pesan sederhana: kota yang sehat bukan cuma soal warga yang rajin olahraga, tetapi juga masyarakat yang mau saling menjaga dan pemerintah yang konsisten bekerja.
Sebab, berjalan bersama saat acara memang mudah.
Tantangan sebenarnya adalah tetap searah setelah panggung dibongkar, musik dimatikan, dan doorprize dibawa pulang. Jangan sampai langkah kaki kompak hanya saat jalan sehat, sementara urusan gotong royong malah banyak yang memilih jalan pintas. (tebe)

