Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sidang Tesis S2 Pakai Kostum Cosplay
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Sidang Tesis S2 Pakai Kostum Cosplay

Nugroho P.
Last updated: Juli 25, 2026 8:40 pm
By Nugroho P.
2 Min Read
Share
sidang proposal tesis di Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta mendadak berbeda. Seorang mahasiswa S2 datang mengenakan kostum cosplay saat mempresentasikan penelitiannya tentang stigma yang masih melekat pada komunitas cosplayer.
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Suasana sidang proposal tesis di Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta mendadak berbeda. Seorang mahasiswa S2 datang mengenakan kostum cosplay saat mempresentasikan penelitiannya tentang stigma yang masih melekat pada komunitas cosplayer.

Mahasiswa tersebut adalah Yogi, yang tengah menempuh studi magister di USD. Ia sengaja tampil sebagai cosplayer karena tema penelitiannya memang membahas kehidupan para pelaku cosplay dan cara masyarakat memandang mereka.

Judul penelitian yang diangkat adalah “Menjadi Cosplayer dalam Stigma Masyarakat: Studi Fenomenologis para Cosplayer di Bandar Lampung.” Melalui riset itu, Yogi ingin menggali pengalaman para cosplayer saat menghadapi berbagai stereotip di lingkungan sosial.

Menurutnya, meningkatnya popularitas budaya pop Jepang seperti anime, manga, video game, hingga tokusatsu ikut mendorong perkembangan komunitas cosplay di Indonesia.

Meski begitu, para cosplayer masih sering mendapat cap negatif. Sebutan seperti wibu bau bawang, aneh, tidak normal, bahkan dianggap tidak bermoral masih kerap muncul di tengah masyarakat.

Padahal bagi para cosplayer, mengenakan kostum bukan sekadar berdandan menyerupai karakter favorit. Aktivitas itu menjadi media berekspresi, membangun identitas, menyalurkan kreativitas, sekaligus mencari kebahagiaan lewat hobi yang mereka sukai.

Sebaliknya, sebagian masyarakat masih melihat cosplay sebagai sesuatu yang keluar dari norma sosial. Perbedaan sudut pandang inilah yang menjadi titik awal penelitian Yogi.

Dalam menyusun tesisnya, ia menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Tujuannya untuk memahami pengalaman para cosplayer dari sudut pandang mereka sendiri.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap cosplayer di Bandar Lampung, baik yang tergabung dalam komunitas maupun yang berkarya secara mandiri.

Untuk memperkuat analisis, penelitian memanfaatkan teori budaya populer dari Dominic Strinati serta teori subkultur milik Dick Hebdige. Kedua teori tersebut digunakan untuk melihat bagaimana cosplay membentuk identitas sekaligus berkembang sebagai subkultur di tengah masyarakat.

Lewat penelitian ini, Yogi berharap kajiannya bisa memperkaya pembahasan tentang budaya populer, subkultur, dan identitas. Ia juga ingin mendorong masyarakat agar lebih terbuka terhadap keberagaman cara berekspresi dan tidak lagi mudah memberi stigma kepada komunitas cosplay. (*)

You Might Also Like

Program Sekolah Rakyat Telan Rp4 Triliun

Samuel Wattimena: Stop Jalan Sendiri, Yuk Kolaborasi Biar Budaya Lokal Bisa Mendunia!

Viral Sekolah Roboh, Luthfi Minta Semua SD-SMP di Jateng Dicek Ulang

Ribuan Mahasiswa Undip Turun ke Desa

Dua Ton Harapan dari Semarang: FK Unnes Kirim Bantuan ke Aceh

TAGGED:cosplays2usdyogyakarta
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Awas.. Diabetes Bisa Bikin Mata ‘Diam-Diam’ Rusak
Next Article Berangkat Ngajar, Guru Honorer Malah Jadi Korban Penganiayaan Aparat Desa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid didampingi penasihat hukumnya meninggalkan ruang sidang usai divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Bantu Letjen Widi Samarkan Duit Korupsi BUMD Cilacap, Gus Yazid Dibui

CEK KESIAPAN MTQ - Dirjen Kemenag, Abu Rokhmad, Setelah menghadiri rapat checking terakhir kesiapan Provinsi Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (9/9/2026). (dul)

2.242 Peserta Siap Ramaikan MTQ Nasional di Semarang

JENGUK KORBAN: Menteri HAM RI, Natalius Pigai didampingi KaKanwil Kemenham Jateng, Mustafa Beleng saat meninjau korban dugaan keracunan program MBG di RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo, Grobogan, Selasa (13/1/2026). (ist)

Keracunan MBG Terbesar di Pati? 231 Siswa Tumbang, Operasional SPPG Gembong 1 Dihentikan Sementara

Panggung utama event MTQ Nasional di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. (ist)

12 Venue MTQ Nasional Dilengkapi Posko Kesehatan, 306 Tim Medis Siaga

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid (kemeja hijau) duduk mendengarkan vonis putusan kasus TPPU, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Gus Yazid Hanya Divonis 1 Tahun dalam Kasus TPPU Lahan Cilacap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Sinaran Semarang Cari Bibit Ilmuwan Masa Depan

Agustus 5, 2026
Pendidikan

Guru Hukum Siswa Suruh Makan Lumpur, Sekolah Mendadak Riuh Didatangi Orangtua

Mei 9, 2026
Pendidikan

Jangan Keliru, Tiga Sekolah Ini Beda Jalur

Juli 21, 2026
Pendidikan

Undip Kembangkan Sentra Domba Terpadu di Desa Tumbrep

Agustus 1, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sidang Tesis S2 Pakai Kostum Cosplay
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?