BACAAJA, PATI – Kiai cabul Pati ditangkap. Drama pelarian Kiai Ashari akhirnya berakhir. Kiai bejat itu selalu mengaku sebagai wali tiap melakukan aksi bejatnya kepada para santriwati.
Kiai Ashari, tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap santriwati di Ponpes Ndholo Kusumo itu ditangkap polisi di wilayah Wonogiri, Kamis (7/5/2026).
Sebelumnya, Kiai Ashari sempat bikin aparat kelabakan setelah menghilang usai beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik. Padahal, sebelumnya polisi tidak langsung menahan tersangka karena dianggap masih kooperatif.
Bacaaja: Pengacara Tolak Suap Rp400 Juta, Pilih Kawal Terus Kasus Kiai Pati Cabuli 50 Santriwati
Bacaaja: Kiai Ashari Pati Buron: Polisi Kemarin Gak Nahan Katanya Kooperatif, Sekarang Sibuk Nyari
Belakangan, keputusan itu justru jadi sorotan publik setelah Ashari mendadak lenyap dan diduga kabur ke luar daerah.
Penangkapan Kiai Ashari pertama kali terungkap lewat unggahan status WhatsApp Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama.
Dalam foto yang beredar, Ashari tampak berdiri diam memakai jaket hitam dan kemeja batik saat diamankan polisi.
“Iya, sudah ditangkap,” kata Kompol Dika singkat saat dikonfirmasi.
Dari foto yang beredar, Kiai Ashari diduga diamankan di kawasan Purwantoro, wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Lokasi ini sebelumnya memang disebut jadi salah satu jalur potensial pelarian.
Meski begitu, polisi masih menutup rapat detail pengejaran dan bagaimana tersangka bisa terlacak setelah sempat menghilang beberapa hari.
Kasus ini sendiri jadi perhatian luas setelah muncul dugaan jumlah korban mencapai puluhan santriwati. Aktivitas pondok bahkan sempat lumpuh total sejak kasus mencuat dan pengasuh pesantren menghilang.
Kini publik menunggu langkah berikutnya dari kepolisian: bukan cuma proses hukum terhadap tersangka, tapi juga pembongkaran dugaan modus dan kemungkinan adanya korban lain yang belum berani bicara.
Sebab dalam kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan atau pesantren, yang sering jadi masalah bukan hanya pelaku, tetapi juga budaya diam yang selama ini membuat korban takut melapor.
Ashari saat ini dibawa ke Mapolresta Pati untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga didesak segera membuka secara terang perkembangan kasus agar tak memunculkan spekulasi baru di tengah masyarakat. (*)

