Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lebaran Seru Jalan, Awas Campak Diam-Diam Ikut Ngintip Anak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Lebaran Seru Jalan, Awas Campak Diam-Diam Ikut Ngintip Anak

Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan lonjakan kasus sepanjang 2025 hingga awal 2026. Tercatat puluhan ribu kasus suspek dengan ribuan yang terkonfirmasi. Bahkan ada puluhan kematian yang jadi alarm serius.

Nugroho P.
Last updated: Maret 18, 2026 9:14 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi campak.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Euforia Lebaran selalu identik dengan mudik dan kumpul keluarga. Mobilitas tinggi bikin suasana makin hangat, tapi juga membuka celah penyebaran penyakit. Salah satunya campak yang kini mulai kembali naik.

Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan lonjakan kasus sepanjang 2025 hingga awal 2026. Tercatat puluhan ribu kasus suspek dengan ribuan yang terkonfirmasi. Bahkan ada puluhan kematian yang jadi alarm serius.

Memasuki awal 2026, tren ini belum sepenuhnya reda. Hingga minggu ke-7 saja, ribuan kasus masih ditemukan. Ini menandakan penyebaran masih terjadi di berbagai daerah.

Selain itu, puluhan kejadian luar biasa juga dilaporkan. Kasus menyebar di banyak kabupaten dan provinsi. Kondisi ini bikin kewaspadaan harus ditingkatkan, apalagi saat Lebaran.

Campak dikenal sebagai penyakit yang sangat mudah menular. Virusnya bisa menyebar lewat batuk dan bersin. Bahkan bisa bertahan di udara dalam waktu tertentu.

Masa inkubasinya sekitar 10 sampai 12 hari. Setelah itu, gejala mulai muncul perlahan. Dalam lingkungan padat, penyebarannya bisa sangat cepat.

Gejala awal sering mirip flu biasa. Anak biasanya mengalami demam tinggi, batuk, dan pilek. Mata juga bisa merah dan berair.

Tanda khas campak muncul beberapa hari kemudian. Bintik putih kecil di dalam mulut jadi salah satu cirinya. Setelah itu, ruam mulai muncul dari wajah dan menyebar ke tubuh.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, campak bukan penyakit ringan yang bisa diremehkan. Dalam kondisi tertentu, bisa memicu komplikasi serius. Risiko paling tinggi ada pada anak yang belum imunisasi.

Komplikasi yang mungkin terjadi cukup beragam. Mulai dari infeksi telinga hingga pneumonia. Bahkan bisa menyebabkan radang otak yang berbahaya.

Penanganan campak sendiri belum punya obat antivirus khusus. Perawatan lebih fokus ke meredakan gejala. Tubuh dibiarkan melawan infeksi secara alami.

Anak perlu istirahat cukup dan asupan nutrisi yang baik. Cairan juga harus terpenuhi agar tidak dehidrasi. Vitamin A sering diberikan untuk membantu pemulihan.

Obat tambahan bisa diberikan sesuai kondisi. Misalnya penurun demam atau obat batuk. Antibiotik hanya dipakai jika ada infeksi tambahan.

Jika kondisi memburuk, perawatan medis diperlukan. Terutama jika muncul komplikasi serius. Bayi dan anak dengan imun lemah harus lebih diawasi.

Di momen Lebaran, risiko penularan meningkat drastis. Banyak orang berkumpul dalam satu tempat. Ini jadi peluang virus menyebar lebih cepat.

Karena itu, pencegahan jadi langkah paling penting. Kebiasaan hidup bersih harus dijaga. Mulai dari cuci tangan hingga etika batuk.

Menghindari kontak dengan orang sakit juga penting. Terutama bagi bayi dan ibu hamil. Kelompok ini lebih rentan terhadap infeksi.

Langkah paling efektif tetap lewat vaksinasi. Imunisasi campak diberikan sesuai jadwal sejak bayi. Booster juga diperlukan untuk perlindungan maksimal.

Orang tua diimbau tidak menunda imunisasi anak. Selain melindungi diri sendiri, ini juga membantu mencegah penyebaran. Kesadaran bersama jadi kunci.

Jadi, di tengah serunya Lebaran, kewaspadaan tetap perlu dijaga. Jangan sampai momen bahagia terganggu penyakit. Karena kesehatan keluarga tetap nomor satu.(*)

You Might Also Like

72.460 Siswa Miskin di Jateng Bisa Bersekolah Gratis Melalui Skema Ini

Jalur Bumiayu Mulai Pulih, KAI Daop 4 Semarang tetap Buka Peluang Refund Tiket

ASN Setda Jateng Turun ke Selokan

Said Iqbal ke PT Victory: Jangan Kabur Dulu, Hak 846 Buruh Harus Beres!

Pengunjung Semarang Zoo Keluhkan Matinya Halte BRT

TAGGED:campakkasus campaklebaranmenular
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Lebaran Makin Dekat, Sidang Isbat Besok Jadi Penentu
Next Article Bolehkah Zakat Fitrah Diwakilkan?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jelang MTQ Nasional, Agustina Gembleng Satlinmas

DPRD Jateng Siapkan Payung Hukum Pekerja Informal

Pasien Keracunan SMKN 6 Mulai Pulih, Dinkes Semarang Tetap Siaga

Fabiano Belum Habis! PSIS Rekrut Bek 43 Tahun

Jateng Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Gerak Kilat Saat Musibah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

DPRD Jateng: Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena SPMB

Juli 3, 2026
Penasihat hukum Mbak Ita dan Alwin (kerudung hitam dan merah) menunjukkan bukti-bukti untuk membantah putusan hakim, Kamis (23/4/2026). (bae)
Hukum

Mbak Ita ‘Serang’ Putusan Hakim Tipikor Semarang, Siapkan Bukti Baru untuk Amunisi

April 23, 2026
Info

Ogoh-Ogoh Turun ke Jalan, Semarang Siap Pesta Toleransi

April 24, 2026
Ilustrasi sertifikat tanah sengketa.
Info

Penting! Dokumen Tanah Girik sampai Letter C Nggak Berlaku Lagi Mulai 2026

Desember 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lebaran Seru Jalan, Awas Campak Diam-Diam Ikut Ngintip Anak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?