Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lebaran Makin Dekat, Sidang Isbat Besok Jadi Penentu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Lebaran Makin Dekat, Sidang Isbat Besok Jadi Penentu

Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang isbat pada Kamis, 19 Maret 2026. Agenda ini akan menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah secara resmi. Hasilnya jadi acuan mayoritas umat Muslim di Indonesia.

Nugroho P.
Last updated: Maret 18, 2026 9:03 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Tahun ini sidang penentuan Idul Fitri 1447 Hijriah dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026. Waktu pelaksanaannya bertepatan dengan 29 Ramadhan dalam kalender Hijriah. Momen tersebut biasanya jadi penentu kapan umat Islam di Indonesia merayakan hari raya.
SHARE

BACAAJA< JAKARTA – Menjelang akhir Ramadhan, perhatian publik langsung tertuju ke jadwal sidang isbat. Momen ini selalu dinanti karena menentukan kapan Lebaran dirayakan. Tahun ini, suasananya juga terasa makin dinamis.

Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang isbat pada Kamis, 19 Maret 2026. Agenda ini akan menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah secara resmi. Hasilnya jadi acuan mayoritas umat Muslim di Indonesia.

Sidang bakal digelar di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta Pusat. Lokasinya berbeda dari sidang awal Ramadhan yang sebelumnya di hotel. Acara dimulai sekitar pukul 16.00 WIB.

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad menyebut banyak pihak akan dilibatkan. Mulai dari ahli falak hingga perwakilan ormas Islam. Ini dilakukan agar keputusan lebih komprehensif.

Beberapa lembaga seperti BMKG dan BRIN juga ikut ambil bagian. Mereka menyumbang data ilmiah terkait posisi hilal. Data ini jadi bahan penting dalam sidang.

Metode yang dipakai tetap dua, yakni hisab dan rukyat. Hisab berbasis perhitungan astronomi. Sementara rukyat dilakukan dengan pengamatan langsung.

Kalau hilal terlihat sesuai kriteria, Lebaran bisa jatuh 20 Maret 2026. Tapi jika belum memenuhi syarat, kemungkinan mundur sehari. Artinya, Idulfitri dirayakan 21 Maret 2026.

Prediksi pemerintah sendiri sudah mengarah ke 21 Maret. Hal itu tercantum dalam kalender resmi. Namun keputusan final tetap menunggu sidang isbat.

Analisis dari BRIN juga menguatkan kemungkinan tersebut. Posisi hilal disebut belum memenuhi standar MABIMS. Ini jadi indikator penting dalam penentuan awal bulan.

Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin, menyebut hilal masih terlalu rendah. Secara astronomi, belum masuk kriteria visibilitas. Karena itu, peluang Lebaran 21 Maret lebih besar.

Kriteria MABIMS sendiri menetapkan tinggi hilal minimal 3 derajat. Selain itu, elongasi juga harus mencapai batas tertentu. Dua parameter ini jadi acuan utama.

Sementara data dari BMKG juga sejalan. Tinggi hilal di Indonesia diperkirakan belum merata memenuhi syarat. Bahkan di beberapa wilayah masih di bawah standar.

Meski begitu, ada kemungkinan perbedaan penetapan. Hal ini karena metode yang digunakan tiap organisasi bisa berbeda. Fenomena ini bukan hal baru di Indonesia.

Muhammadiyah misalnya, sudah menetapkan Lebaran lebih dulu. Mereka menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Hasilnya, Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026.

Perbedaan ini sering terjadi setiap tahun. Namun biasanya tetap disikapi dengan bijak. Masyarakat juga sudah terbiasa dengan dinamika ini.

Sidang isbat sendiri bukan sekadar formalitas. Ini jadi forum musyawarah berbasis data dan dalil. Hasilnya diharapkan bisa jadi keputusan terbaik.

Selain itu, sidang ini juga menjaga kesatuan umat. Meskipun ada perbedaan, tetap ada rujukan resmi. Ini penting untuk stabilitas sosial.

Menariknya, perkembangan teknologi ikut mempengaruhi proses ini. Data astronomi kini makin akurat. Tapi tetap saja, rukyat masih jadi bagian penting.

Pada akhirnya, masyarakat tinggal menunggu hasil resmi. Apakah Lebaran jatuh 20 atau 21 Maret. Semua akan terjawab setelah sidang selesai.

Yang jelas, suasana menjelang Idulfitri sudah terasa. Persiapan mudik, belanja, hingga silaturahmi mulai dilakukan. Tinggal menunggu hari pastinya.

Apapun hasilnya nanti, yang terpenting adalah kebersamaan. Perbedaan tanggal tidak mengurangi makna Lebaran. Justru jadi bagian dari kekayaan tradisi di Indonesia. (*)

You Might Also Like

Agro Expo 2025: Pertanian di Semarang Nggak Cuma Soal Sawah, tapi Juga Inovasi Kekinian

Kapan Bantuan Operasional RT 2026 Cair? Ini kata Wali Kota Semarang

Waduh, 10 Tentara di Semarang Ikut Jadi Korban Korupsi Kredit BRI

Ratusan Warga Semarang Pulang Kampung Gratis

Ratapan Tangis Bella Pecah di Penjara, Tak Kuasa Tahan Rindu kepada Anak Bayinya

TAGGED:idul fitriisbatkapan idul fitri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tampang pknum intelijen TNI pelaku teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Pelaku hanya dijerat pasal penganiayaan berencana. Tampang Intel TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Cuma Dijerat Pasal Penganiayaan
Next Article Lebaran Seru Jalan, Awas Campak Diam-Diam Ikut Ngintip Anak

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DPRD Jateng Siapkan Payung Hukum Pekerja Informal

Pasien Keracunan SMKN 6 Mulai Pulih, Dinkes Semarang Tetap Siaga

Fabiano Belum Habis! PSIS Rekrut Bek 43 Tahun

Jateng Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Gerak Kilat Saat Musibah

Agustusan di Semarang: Ada Layanan Gratis, Diskon Pajak hingga Pesta Rakyat Sepanjang Bulan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Muhadjir Effendi Diperiksa KPK

Mei 19, 2026
Hukum

Wabup Sukoharjo: “Pemerintahan Normal, Kami Tunggu Penjelasan KPK”

Juli 11, 2026
Sepak Bola

Tim Futsal Putri Indonesia Lolos ke 8 Besar

Mei 12, 2025
RESMIKAN KANAL ADUAN - Dekase meluncurkan kanal aduan "Suarakan, Lindungi, Lawan" Sabtu (25/7/2026), di Gedung Kesenian Ki Narto Sabdo, Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Semarang. Kanal aduan ini untuk melindungi pelaku seni dari kekerasan seksual. (dul)
Info

Dunia Seni Tak Selalu Aman, Dekase Luncurkan Kanal Anti Kekerasan Seksual Lindungi Seniman

Juli 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lebaran Makin Dekat, Sidang Isbat Besok Jadi Penentu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?