BACAAJA, SEMARANG – Populasi ‘cumi-cumi darat’ di Kota Semarang bentar lagi berkurang. Julukan hewan laut ini muncul dari keluhan warga soal armada Trans Semarang yang sudah tua dan kalau jalan sering ngeluarin asap hitam pekat.
Sindiran itu sempat ramai, karena dianggap menggambarkan kondisi bus yang nggak lagi prima. Selain bikin gak nyaman, asap tebal itu juga dinilai mencemari udara.
Baca juga: Dari “Cumi-Cumi Darat” ke Bus Listrik: Semarang Mulai Move On dari Asap Hitam
Menjawab kritik tersebut, Wali Kota Agustina Wilujeng mulai bergerak melakukan pembenahan. Salah satunya lewat peremajaan armada dengan mendatangkan sepuluh bus baru.
“Peremajaan ini bagian dari komitmen kami menghadirkan transportasi publik yang nyaman dan ramah lingkungan,” kata Agustina. Sepuluh unit baru ini akan memperkuat layanan di Koridor 4, jalur yang dikenal padat penumpang.
Minim Polusi
Armada lama yang sering dikeluhkan bakal diganti bertahap supaya kualitas layanan ikut naik. Bus-bus anyar tersebut diproduksi New Armada. Desainnya lebih modern, dengan harapan performanya juga lebih bersih dan minim polusi dibanding armada lama.
Hingga Sabtu (25/4/2026) ini, armadanya masih dalam proses pengiriman. Setelah tiba, bus bakal menjalani uji kelayakan dulu sebelum resmi mengaspal. “Semua akan kami pastikan aman, nyaman, dan siap operasional,” jelasnya.
Baca juga: Trans Semarang Udah Lumayan, tapi Halte Perlu Diperbanyak
Jadi bukan sekadar baru, tapi juga benar-benar layak jalan. Pemkot juga memastikan pembenahan transportasi gak berhenti di sini. Sistem akan terus dikembangkan agar makin terintegrasi dan mendukung mobilitas kota yang lebih baik.
Kalau nanti bus baru ini benar-benar bebas asap, mungkin kita bakal kehilangan satu hal: bahan bercandaan soal ‘cumi-cumi darat’. Tapi ya… demi udara yang lebih bersih, kayaknya netizen harus rela cari bahan roasting baru (bae)

