BACAAJA, SEMARANG- Hari keempat Operasi Zebra Candi 2025 ternyata belum cukup bikin jalanan Semarang adem. Polisi sudah ngegas patroli, tapi pelanggar tetap santai kayak di pantai: helm lupa dipakai, arus dilawan, HP nggak bisa lepas, sampai bocil-bocil ikut ngebut.
Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yunaldi bilang, setiap hari timnya selalu ngecek ulang temuan pelanggaran, tapi yang kelihatan langsung di jalanan masih jadi porsi terbesar. “Metode hunting system ini ya, tiap hari nemunya begitu-begitu lagi. Ada yang nggak pakai helm, nerobos arus, main HP sambil nyetir, ngebut, sampai pengendara di bawah umur,” ujarnya di halaman RRI Semarang, Kamis (20/11).
Knalpot Brong
Dan tentu saja, knalpot brong, si raja kegaduhan masih setia muncul. “Knalpot brong itu masih banyak banget di Kota Semarang. Ini yang tetap kita tindak,” tegasnya. Meski masih banyak pelanggaran, ada kabar lumayan: angka fatalitas kecelakaan empat hari ini turun drastis. Efek psikologis warga tahu ada operasi, jadi mereka mendadak lebih taat dan hati-hati.
“Alhamdulillah, angka fatalitas turun. Masyarakat lebih tertib, jadi kecelakaan ikut turun,” tambah Yunaldi. Operasi Zebra Candi masih lanjut sampai 30 November, dan Polrestabes Semarang cuma minta satu hal: jangan cuma tertib pas lagi ada operasi. (tb)

