BACAAJA, SEMARANG- Musim kemarau mulai terasa di Jateng. Sejumlah daerah kini sudah berhari-hari tak diguyur hujan, bahkan ada yang nyaris dua bulan mengalami cuaca kering.
Berdasarkan pemantauan BMKG, hingga 30 Juni 2026 Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen menjadi wilayah dengan hari tanpa hujan terpanjang di Jateng.
Baca juga: Kekeringan Mengintai: Kota dan Desa Sama-Sama Terancam
“Hari tanpa hujan terpanjang terjadi di Kecamatan Masaran, 58 hari,” jelas Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jateng, Goeroeh Tjiptanto. Tak hanya Masaran, BMKG juga mencatat beberapa titik di Cilacap, Magelang, Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Sukoharjo, dan Klaten sudah masuk kategori sangat panjang, yakni mengalami 31-60 hari tanpa hujan.
Sementara itu, analisis curah hujan pada dasarian ketiga Juni atau periode 21-30 Juni menunjukkan sebagian besar wilayah Jateng hanya menerima curah hujan kategori rendah hingga menengah.
Hujan Tinggi
Hanya sebagian kecil wilayah Kabupaten Jepara yang masih masuk kategori curah hujan tinggi. Kondisi kering ini diperkirakan belum akan berubah dalam waktu dekat.
BMKG memprediksi seluruh wilayah Jateng pada dasarian pertama Juli memiliki peluang lebih dari 90 persen mengalami curah hujan rendah, yakni kurang dari 50 milimeter per dasarian. Prediksi tersebut juga berlanjut hingga dasarian pertama Agustus 2026.
Baca juga: Langganan Bencana Kekeringan, Kini Jabungan Siapkan Strategi Baru Hadapi Kemarau
Seluruh wilayah Jateng diperkirakan masih berada pada kategori curah hujan rendah, sehingga masyarakat di sejumlah daerah perlu mulai mewaspadai potensi kekeringan seiring menguatnya musim kemarau.
Kemarau memang datang setiap tahun. Bedanya, yang sering terlambat justru kesiapan menghadapi dampaknya. Jangan sampai saat langit benar-benar berhenti berbagi air, kita baru sibuk mencari ember. (bae)

