Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Alih Fungsi Lahan dan Sampah Jadi PR Besar Jateng
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Alih Fungsi Lahan dan Sampah Jadi PR Besar Jateng

Sawah makin terdesak pembangunan, sampah terus menumpuk setiap hari. Dua persoalan besar itu kini jadi pekerjaan rumah serius Pemprov Jateng.

T. Budianto
Last updated: Juli 14, 2026 5:04 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SAMPAIKAN ARAHAN: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyampaikan arahan saat Rapat Koordinasi dan Pemantauan Lapangan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah serta Pengelolaan Sampah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (13/7/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemprov Jateng terus memperketat pengendalian alih fungsi lahan sawah demi menjaga status Jateng sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 26 kabupaten/kota telah memenuhi target Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebesar 87 persen.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan, masih ada sembilan kabupaten/kota yang sedang menyelesaikan target tersebut dan diharapkan rampung dalam waktu dekat.

“Sisanya sembilan kabupaten/kota masih berproses. Insyaallah dalam bulan ini kita sanggup menyelesaikannya,” kata Luthfi usai Rapat Koordinasi dan Pemantauan Lapangan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah serta Pengelolaan Sampah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (13/7/2026).

Baca juga: Anglomerasi, Cara Jateng Hapus Sistem Open Dumping Sampah

Menurutnya, perlindungan lahan pertanian menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan di Jawa Tengah. Meski demikian, ia mengakui sejumlah daerah perkotaan masih menghadapi tantangan karena tingginya kebutuhan lahan untuk pembangunan.

Karena itu, pemerintah daerah yang belum mencapai target didorong belajar dan berkonsultasi dengan daerah lain yang sudah berhasil memenuhi ketentuan LP2B.

Tak hanya membahas lahan pertanian, rapat tersebut juga menyoroti percepatan penanganan sampah di Jateng. Luthfi menjelaskan, setiap daerah didorong memilih sistem pengelolaan sampah sesuai karakteristik dan volume sampah yang dihasilkan.

Untuk daerah dengan timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari, Pemprov Jateng mengarahkan penggunaan sistem rayonisasi pengolahan sampah menjadi energi listrik, seperti yang disiapkan untuk kawasan Semarang-Kendal, Pekalongan Raya, Magelang Raya, dan Tegal Raya.

Volume Sampah

Sementara daerah dengan volume sampah yang lebih kecil didorong menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dengan melibatkan industri semen sebagai pembeli hasil olahan sampah.

Selain itu, penanganan dari tingkat desa juga terus diperkuat melalui Program Desa Mandiri Sampah. Saat ini hampir 210 desa di Jawa Tengah telah mengelola sampah secara mandiri mulai dari tingkat RT, RW hingga desa.

Koordinator Harian Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), Didik Mulyanto, mengakui masih ada sejumlah daerah yang kesulitan memenuhi target perlindungan lahan sawah.

Baca juga: Aria Bima Soroti Alih Fungsi Lahan Solo Raya

Menurutnya, persoalan tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah pusat, termasuk terkait kepastian hukum lahan dan pemberian insentif bagi daerah maupun petani.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Hanifah Dwi Nirwana mengingatkan pemerintah daerah agar tidak terpaku pada satu jenis teknologi pengolahan sampah.

Ia menilai setiap daerah harus memilih teknologi yang sesuai dengan kondisi lapangan, kemampuan anggaran, serta kesiapan fasilitas agar investasi yang dilakukan tidak sia-sia. “Jangan sampai fasilitas yang dibangun tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dan akhirnya mangkrak,” tegasnya.

Sawah yang hilang memang sulit dikembalikan. Sampah yang menumpuk pun tak bisa selesai hanya dengan dipindahkan. Sebab pembangunan yang baik bukan soal seberapa cepat membangun, tetapi seberapa cermat menjaga apa yang sudah dimiliki. (tebe)

You Might Also Like

Hidran Terkubur Cor, PDAM Gas Evaluasi

Demonstran Agustus Meninggal di Rutan Madaeng, KontraS: Alarm Gagalnya Negara

Antrean Truk TPA Putri Cempo Terurai! Enam Alat Berat Bikin Penanganan Sampah Ngebut

Soal Rob Sayung, Taj Yasin Sebut Pemerintah Akan Bangun Tanggul Laut

Sapi, Ayam, dan Kolam Pancing Bisa Jadi Destinasi, KKN UPGRIS Lirik Potensi Tamansari

TAGGED:ahmad luthfialih fungi lahanpemprov jatengsampah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kenapa Siswa Baru SDN Purwoyoso 1 Cuma Tiga? Ini Analisis Kepsek
Next Article MBG HARAM - Pengasuh Pondok Pesantren Al Husna Internasional, Mayong, Jepara, Ahmad Mundoffar., menyatakan haram hukumnya menerima MBG. Viral Video Pengasuh Ponpes di Jepara Bilang MBG Haram! Alasannya Menohok Banget

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Rudal Houthi Mengancam, WNI di Saudi Diminta Waspada

Ilustrasi hakim sidang di pengadilan.

MA Ultimatum Hakim Nakal: Dagang Perkara, Siap Dipecat!

Murid Tak Naik Kelas pada 2027, DPR Minta Dikaji Ulang

PINDAH LAPAS: Puluhan napi Lapas Semarang menuruni kapal saat proses pemindahan ke Nusakambangan. (ist)

36 Napi Lapas Semarang Dipindah ke Nusakambangan

Patah Hati Gara-Gara Rocky Gerung

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

PAPARAN - Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Andhika Satya Wasistho menyampaikan pemaparan terkait tanggung jawab industri saat Kunjungan Kerja Panitia Khusus DPR RI dalam rangka pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Desain Industri ke Provinsi Jawa Tengah.
Info

Usul Progresif Legislator Muda Andhika Satya: Industri Abaikan Warga dan UMKM Kena Sanksi

Juni 28, 2026
Info

55 WN China Diamankan Imigrasi di BSD

September 7, 2026
Pendidikan

Kayu Sisa Disulap Jadi Barang Keren, Siswa Ikut Bangga

April 11, 2026
BAYI KAPIBARA--Induk kapibara mengasuh dua anaknya yang belum lama lahir di Semarang Zoo. (ist)
Info

Semarang Zoo Punya Penghuni Baru, Dua Anakan Kapibara Lahir

Juni 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Alih Fungsi Lahan dan Sampah Jadi PR Besar Jateng
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?