Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Satu Ton Garam Disemai untuk Modifikasi Cuaca, Hujan di Jateng Dialihkan ke Laut Utara
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Satu Ton Garam Disemai untuk Modifikasi Cuaca, Hujan di Jateng Dialihkan ke Laut Utara

R. Izra
Last updated: Januari 27, 2026 9:03 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Peta radar lokasi penyemaian awan untuk mengalihkan hujan di daratan Jateng. (ist)
Peta radar lokasi penyemaian awan untuk mengalihkan hujan di daratan Jateng. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Operasi modifikasi cuaca kembali digelar di Jawa Tengah. Kali ini sasarannya perairan utara. Langkah ini dipakai untuk mengendalikan hujan ekstrem di daratan.

Pada Selasa (27/1/2026), pesawat PK-SCJ terbang melakukan penyemaian awan. Di sortie ketiga, sebanyak 1.000 kilogram atau satu ton garam dapur (NaCl) ditebarkan ke awan.

Lokasi penyemaian berada di laut utara Jateng. Titiknya berjarak sekitar 52 hingga 82 nautical mile dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Area ini dinilai masih punya potensi besar pertumbuhan awan hujan.

Bacaaja: Banyak Lubang Tak Kasat Mata saat Hujan Tiba, Jalan Siliwangi Semarang Diperbaiki
Bacaaja: Cuaca Lagi Galak, Sekda Jateng Bilang: Tenang, Beras Masih Aman

“Area sasaran berada di perairan utara Jawa Tengah yang secara meteorologis masih mendukung pertumbuhan awan hujan,” kata Flight Scientist PT Makson Sukses Pratama, Fadhlan Rizakul Hafidz.

Selama penerbangan, tim menemukan awan Cumulus Congestus. Puncak awan berada di ketinggian 14.000 sampai 15.000 kaki. Dasar awan terpantau di kisaran 4.000 hingga 5.000 kaki.

Selain itu, terlihat juga awan Stratocumulus. Puncaknya sekitar 10.000 kaki, dengan dasar awan di ketinggian 6.000 kaki. Awan-awan ini jadi target utama penyemaian.

Soal angin, kondisinya cukup mendukung. Di ketinggian 10.000 hingga 11.000 kaki, angin bergerak dari barat daya ke barat dengan kecepatan 5 sampai 17 knot. Di lapisan bawah, angin bertiup dari barat laut dengan kecepatan hingga 25 knot.

Tim OMC melaporkan awan di laut utara masih cukup masif. Di ketinggian 10.000 kaki terlihat awan berlapis-lapis. Meski begitu, pesawat masih bisa menembus area target.

Di lapisan atas, terpantau awan luruhan atau anvil. Awan ini berasal dari Cumulonimbus yang berpotensi membawa hujan lebat jika bergerak ke daratan.

Modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mengatur sebaran hujan. Targetnya, hujan turun lebih dulu di laut, bukan di wilayah darat yang rawan banjir. Cara ini dipakai untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi.

“Langkah ini untuk mengurangi potensi hujan ekstrem di daratan Jawa Tengah,” ujar Fadhlan.

Kepala BPBD Jateng Bergas C Penanggungan mengatakan, operasi modifikasi cuaca akan terus dilanjutkan. Rencananya berlangsung hingga 29 Januari 2026.

Dalam sehari, penyemaian bisa dilakukan berkali-kali. Bisa lima, tujuh, bahkan sembilan sorti. Semua tergantung kondisi awan dan potensi hujan.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, modifikasi cuaca kita lakukan sampai 29 Januari,” kata Bergas.

Ia menjelaskan, pesawat bisa membawa dua jenis bahan. Kapur digunakan untuk menahan hujan agar tak turun di wilayah terdampak. Sementara garam dipakai untuk memancing hujan turun lebih awal.

Bergas juga mengingatkan masyarakat tetap waspada. Pasalnya, BMKG memprediksi puncak musim hujan masih terjadi pada Januari hingga Februari 2026. (bae)

You Might Also Like

Imbas Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, 2 Kereta dari Semarang Tujuan Jakarta Batal Berangkat

Duo Iwan Bos Sritex Dituntut Hukuman 16 Tahun Penjara dan Bayar Rp1,3 Triliun

Warga Wonogiri Semakin Keras Tolak Pendirian Pabrik Semen di Pracimantoro

Trans Jateng Magelang-Temanggung Gak Matiin Angkutan Lama, Gelangmanggung Siap Jalan 2027

BREAKING NEWS: Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN

TAGGED:headlinejawa tengahlaut utara jatengmodifikasi cuaca
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Politikus senior PDIP, Bambang Pacul mendapat gelar kehormatan Kanjeng Pangeran (KP) dalam acara Tingalan Jumenengan ke-4 Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran, Kota Solo, Selasa (27/1/2026). Melenting Secara Kultural, Bambang Pacul Kini Jadi Kanjeng Pangeran Mangkunegaran
Next Article Bangun Masjid Bareng, Tuntutan Beda-beda

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pelatih Basket Jateng Diduga Aniaya Pemain, Perbasi Turun Tangan

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

OTT Bupati Pemalang, Luthfi: Sudah Diingatkan Berkali-kali, Kami Sangat Prihatin

Juli 29, 2026
Ekonomi

Ojol Kebagian BHR Lebaran! Bonus Lebih Gemuk Buat Mitra

Maret 4, 2026
Info

30 Tahun Berlalu, Nama Udin Tak Hilang: Dari Aula PWI sampai Makam di Bantul

Agustus 12, 2026
Ekonomi

Gaspol Kemandirian Pangan, Pemprov Jateng Apresiasi Kolaborasi Hulu-Hilir

September 16, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Satu Ton Garam Disemai untuk Modifikasi Cuaca, Hujan di Jateng Dialihkan ke Laut Utara
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?