Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng Resmi Masuk Peta Proyek Energi dari Sampah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Jateng Resmi Masuk Peta Proyek Energi dari Sampah

Biasanya sampah cuma identik sama bau, gunungan di TPA, atau drama truk pengangkut yang telat datang. Tapi sekarang, Jateng mulai punya cara baru ngelihat sampah: bukan lagi musuh kota, tapi calon sumber energi. Jadi jangan kaget kalau beberapa tahun lagi, listrik di rumah bisa aja nyala dari bekas bungkus mi instan dan botol plastik yang dulu numpuk di tempat sampah.

T. Budianto
Last updated: Mei 12, 2026 5:54 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
KOMITMEN KERJA SAMA: Wagub Jateng, Taj Yasin dan sejumlah kepala daerah di Jateng menandatangani komitmen kerja sama pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (11/5/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng mulai ngebut menangani krisis sampah yang selama ini jadi problem menahun di banyak daerah. Lewat penandatanganan nota kesepahaman pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), Jateng resmi masuk daftar prioritas nasional proyek pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan.

Penandatanganan kerja sama dilakukan di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (11/5/2026) dan dihadiri Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen yang mewakili Gubernur.

Dalam tahap awal, kawasan Semarang Raya yang mencakup Semarang dan Kendal dipilih jadi proyek pertama pembangunan fasilitas pengolahan sampah jadi listrik.

Menurut Gus Yasin, proyek ini jadi langkah konkret buat mengurangi persoalan sampah yang selama ini bikin banyak daerah kewalahan, terutama Kota Semarang. “Ini akan sangat membantu mengurangi persoalan sampah yang ada di Kota Semarang,” katanya.

Baca juga: Pemprov Dorong Transformasi Sampah Jadi Energi

Tapi Pemprov Jateng ternyata nggak mau berhenti di Semarang Raya saja. Mereka juga sudah mengusulkan kawasan lain seperti Pati Raya, Tegal Raya, dan Pekalongan Raya supaya ikut masuk tahap berikutnya. “Kami ingin persoalan sampah di Jateng benar-benar selesai sesuai arahan Presiden menuju zero sampah,” ujar Gus Yasin.

Skemanya nanti dibagi jadi dua jalur sekaligus. Pertama, sampah baru bakal diolah menjadi energi listrik lewat investasi Danantara. Dalam proyek di TPA Jatibarang, fasilitas PSEL bakal mengolah sekitar 1.100 ton sampah per hari.

Rinciannya, 1.000 ton berasal dari Kota Semarang dan 100 ton dari Kabupaten Kendal. Jalur kedua lebih unik lagi. Timbunan sampah lama bakal diolah bersama TNI menjadi bahan bakar solar.

“Jadi persoalan sampah bisa kita tangani dari dua sisi sekaligus,” kata Gus Yasin.  Menurut dia, pendekatan ini bukan cuma soal lingkungan, tapi juga soal energi. “Kita mengubah musuh menjadi teman,” ujarnya.

Instruksi Presiden

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan proyek ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk membereskan darurat sampah nasional.

Menurut Zulhas, Indonesia nggak akan bisa jadi negara maju kalau persoalan sampah masih berantakan. “Sampah ini menyebabkan polusi tanah, air, udara, dan mengancam kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah pusat sendiri kini memprioritaskan penanganan di 25 lokasi darurat yang mencakup 62 kabupaten dan kota dengan produksi sampah di atas 1.000 ton per hari. Targetnya cukup ambisius. Administrasi selesai enam bulan, pembangunan dua tahun, dan seluruh titik darurat diharapkan tuntas pada Mei 2028.

Baca juga: Dari Sampah Jadi Listrik: Pemprov, Pemkot Semarang dan Pemkab Kendal Teken PKS

Kepala DLHK Jawa Tengah, Heru Djatmika menjelaskan proyek di TPA Jatibarang memang sudah mendesak karena volume sampah yang terus menumpuk.

Menurut dia, nantinya pengolahan sampah lama dan baru bakal berjalan paralel. “Sampah lama diolah menjadi solar agar timbunan habis, sedangkan sampah baru langsung diolah menjadi listrik,” jelasnya.

Bahkan, berdasarkan hasil audiensi sebelumnya, satu juta ton sampah disebut bisa menghasilkan sekitar 50 ribu liter solar. Pemerintah Kota Semarang sendiri bakal menyiapkan lahan sekitar 4 sampai 5 hektare untuk mendukung proyek tersebut.

Dulu sampah cuma dipindah dari rumah ke TPA. Sekarang, kalau proyek ini jalan, sampah malah bisa naik kasta, dari barang yang dibuang jadi sumber tenaga buat menyalakan kota. (tebe)

You Might Also Like

PSIS Tambah Pemain Baru di Ujung Bursa

Menkeu Purbaya Tolak Tax Amnesty Jilid III: “Udah Dua Kali, Masa Mau Diulang Lagi?”

Pesawat ATR Indonesia Air Transport Rute Jogja-Makassar Hilang Kontak di Maros

Bangun Masjid Bareng, Tuntutan Beda-beda

Digerebek Diam-Diam, Pabrik Miras Kebongkar 

TAGGED:energi terbarukanpemprov jatengsampah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Soal Hantavirus, Puan Minta Pemerintah Transparan
Next Article Bus Besar Masih Nekat Belok ke Prof Hamka

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SIDANG TPPU--Gus Yazid terdakwa kasus pencucian uang BUMD Cilacap, digiring dari ruang sidang menuju mobil tahanan. (bae)

Istri Gus Yazid Ungkap Fakta Mencengangkan: Dia Lebih Pilih Setia kepada Jenderal Widi

JALAN--Jalan baru Undip Tembalang. (google earth)

Pemkot Semarang Ikut Terseret, Warga Tuntut Ganti Rugi Lahan Proyek Jalan Jangli-Undip

Mohammad Saleh Minta Perbaikan Jalan Pantura Barat Dipercepat

Menengok Ulang Kontroversi “Wonderland Indonesia” yang Mengubah Cara Kita Melihat Budaya

Warga Binaan Lapas Purwodadi Belajar Jadi Barista

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Tanahnya Nggak Ambles, Tapi Jalan Pelan, Pemprov: Tegal Alami Fenomena “Creeping”

Februari 10, 2026
Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno.
Politik

Biaya Mahal Bukan Alasan, Pilkada Lewat DPRD Tanda Elite Mulai Takut Rakyat Kritis

Desember 30, 2025
Ekonomi

Pakar: Insentif Kendaraan Listrik Jangan Cuma Parkir di Kota

Mei 30, 2026
Politik

Kantor Baru Megawati Institute Rampung

Januari 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Resmi Masuk Peta Proyek Energi dari Sampah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?