BACAAJA, SEMARANG- Dinas Perhubungan Kota Semarang kembali menggencarkan sosialisasi kepada pengemudi bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) yang masih kedapatan masuk ke kawasan Jalan Prof. Hamka untuk melakukan putar balik.
Kegiatan sosialisasi itu dilakukan petugas di kawasan Simpang Jerakah, Minggu (10/5) malam. Dalam patroli tersebut, petugas masih menemukan sejumlah bus berukuran besar mencoba melintas ke ruas jalan yang sebenarnya sudah dipasang rambu larangan dan portal pembatas ketinggian kendaraan.
Baca juga: Pemkot Perketat Pengawasan Jalur Silayur
Petugas kemudian menghentikan kendaraan dan memberikan imbauan langsung kepada pengemudi agar lebih memperhatikan aturan lalu lintas yang sudah dipasang di lokasi.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan pihaknya terus mengingatkan seluruh pengguna jalan agar mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.
Demi Keselamatan
“Kami menghimbau kepada seluruh pengendara agar selalu memperhatikan dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Danang.
Menurutnya, rambu-rambu yang dipasang di kawasan Jalan Prof. Hamka bukan sekadar pelengkap jalanan. Semua itu berfungsi sebagai informasi, petunjuk, sekaligus peringatan agar arus lalu lintas tetap aman dan tertib.
“Rambu-rambu dibuat sebagai informasi, petunjuk dan peringatan bagi pengguna jalan agar perjalanan tetap aman, tertib dan lancar,” lanjutnya.
Baca juga: Lagi-lagi Silayur Telan Tumbal, Bocah Kecil Tewas setelah Kecelakaan Motor Vs Truk
Selain memasang rambu, Dishub juga telah menyiapkan portal pembatas ketinggian kendaraan untuk membatasi kendaraan besar agar tidak sembarangan melintas dan memicu gangguan lalu lintas di kawasan tersebut.
Danang menegaskan, keselamatan di jalan raya dimulai dari kepatuhan terhadap aturan. Karena itu pengawasan terhadap kendaraan besar akan terus dilakukan, terutama bagi bus yang masih nekat melanggar aturan di Jalan Prof. Hamka. “Keselamatan di jalan dimulai dari kepatuhan kita terhadap aturan yang berlaku,” tegasnya.
Di tengah padatnya lalu lintas kota, kadang masalahnya bukan jalan yang sempit, tapi ego yang merasa rambu cuma dekorasi pinggir jalan. (tebe)

