Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jalan Pagi Berujung Petaka, Santriwati Ditabrak Pikap Koperasi Merah putih
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Jalan Pagi Berujung Petaka, Santriwati Ditabrak Pikap Koperasi Merah putih

Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya MT Haryono, wilayah Desa Dermayu, ketika rombongan santriwati dari Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo tengah melakukan kegiatan olahraga pagi menuju alun-alun.

Nugroho P.
Last updated: April 13, 2026 7:28 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi kendaraan kopewrasi merah putih
SHARE

BACAAJA, INDRAMAYU – Pagi yang biasanya jadi momen segar untuk olahraga justru berubah jadi kejadian memilukan di Indramayu. Tiga santriwati harus dilarikan ke rumah sakit setelah tertabrak mobil pikap saat berjalan kaki bersama teman-temannya.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya MT Haryono, wilayah Desa Dermayu, ketika rombongan santriwati dari Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo tengah melakukan kegiatan olahraga pagi menuju alun-alun.

Suasana yang awalnya santai mendadak berubah tegang ketika sebuah mobil pikap datang dari arah belakang dan langsung menyeruduk rombongan tersebut.

Kendaraan yang terlibat diketahui merupakan mobil operasional milik Koperasi Desa Merah Putih yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju luar kota.

Akibat benturan tersebut, tiga santriwati langsung tersungkur di bahu jalan dan mengalami luka yang cukup serius.

Korban masing-masing berinisial AAM, WH, dan DT, yang semuanya masih berusia sekitar 13 tahun dan masih duduk di bangku sekolah menengah.

Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung bergerak cepat memberikan pertolongan sebelum korban dibawa ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga saat ini, ketiganya masih menjalani perawatan intensif sambil menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari tim dokter.

Kapolsek Sindang, Karnala, mengungkapkan bahwa dugaan awal kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengemudi.

“Diduga sopir mengantuk saat mengemudi, sehingga kehilangan konsentrasi,” ujarnya.

Pengemudi pikap tersebut diketahui bernama Purnama, seorang pria berusia 51 tahun yang berasal dari Sumatera Utara.

Dalam pemeriksaan awal, Purnama mengaku berangkat dari Jakarta dini hari sekitar pukul 01.00 WIB dan melakukan perjalanan panjang tanpa istirahat cukup.

Ia juga menyebut bahwa kendaraan yang dikemudikannya melaju dengan kecepatan relatif rendah, sekitar 20 kilometer per jam.

Hal ini terlihat dari kondisi kendaraan yang tidak mengalami kerusakan berat, hanya terdapat goresan di beberapa bagian bodi.

Namun, faktor kelelahan tetap menjadi penyebab utama yang membuatnya kehilangan fokus saat berkendara.

Selain mengantuk, Purnama juga mengaku sempat salah mengambil jalur saat melintas di kawasan tersebut.

Ia seharusnya berbelok di pertigaan Terminal Sindang, namun justru melaju lurus hingga akhirnya memasuki jalur yang tidak sesuai.

Tidak lama setelah itu, tepat di dekat Pasar Caplek, kecelakaan pun terjadi dan tidak bisa dihindari.

Pihak kepolisian kini telah mengamankan kendaraan serta pengemudi untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, pihak pesantren melalui pengurusnya, Ardi, menyampaikan bahwa kondisi para santriwati masih terus dipantau secara intensif.

Salah satu korban bahkan dilaporkan sempat mengalami muntah setelah sadar, yang membuat tim medis melakukan pemeriksaan tambahan.

“Kami masih menunggu hasil dari dokter, termasuk CT scan untuk memastikan kondisi mereka,” ujarnya.

Di sisi lain, pengemudi menyatakan siap bertanggung jawab atas kejadian tersebut dan telah melaporkannya kepada pihak perusahaan.

Ia juga menyebut bahwa pihak manajemen berencana datang langsung ke Indramayu sebagai bentuk tanggung jawab dan itikad baik.

Peristiwa ini jadi pengingat keras bahwa kelelahan saat berkendara bisa berujung fatal, bahkan di kecepatan yang tidak tinggi sekalipun.

Apalagi di pagi hari saat banyak orang beraktivitas di jalan, risiko kecelakaan bisa meningkat jika pengemudi tidak dalam kondisi prima.

Kini, keluarga korban dan pihak pesantren hanya bisa berharap ketiga santriwati segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.

Sementara itu, kasus ini masih terus ditangani polisi untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku. (*)

You Might Also Like

KPK Buka Babak Baru, Pemanggilan Budi Karya Mulai Bergulir

Ribuan Pil Terlarang Disita dari Penghuni Kos di Purwokerto

Bandara ‘Ilegal’ Diresmikan Jokowi, Pengamat: Negara dalam Negara

Akhirnya Polda Jateng Akui Robig Positif Narkoba: Dicek saat Kondisinya Labil

Polisi Kembali Membunuh? Polisi Tewas Dianiaya Polisi di Asrama Polisi Polda Sulsel

TAGGED:kdmpPickuppsantriwati
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dua Dekade Beraksi, Ki Bedil Akhirnya Tumbang Dibekuk Polisi
Next Article Kronologi Pikap Ngantuk Seruduk Santriwati Jalan Pagi Indramayu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Goa Kreo Bukan Cuma Monyet, Ada Jejak Sunan Kalijaga yang Masih Dijaga

Pakar: Insentif Kendaraan Listrik Jangan Cuma Parkir di Kota

Jangan Sampai Pesantren Jadi Tempat Takut Pulang

DAMPINGI KORBAN--Kuasa hukum korban, Sukarman (kiri) menjelaskam kasus dugaan penganiayaan petinggi HIPMI Jateng. (ist)

Korban Penganiayaan Petinggi HIPMI Jateng Buka Suara di Hadapan Penyidik Polda

TANGANI BANJIR--Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin menyampaikan strategi tangani banjir rob saat Rembug Pembangunan Jateng di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jumat (29/5/2026). (bae)

Ogah Nanggung Beban Sendirian, Pemkot Semarang Ajak Daerah Lain Kompak Atasi Banjir-Rob

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

AKBP Basuki (kemeja putih) jalani sidang perdana kasus kematian dosen Untag, Rabu (11/3/2026). (bae)
Hukum

AKBP Basuki Mulai Disidang, Didakwa Jaksa Biarkan Dosen Untag Meregang Nyawa

Maret 11, 2026
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto. (bae)
Hukum

Dari Viral ke Laporan: Kisah ‘Nebeng Hujan’ yang Berujung Penyelidikan Polisi

Maret 27, 2026
Hukum

Pegawai Honorer Nyolong Mobil DPRD, Aksi Panik Berujung Apes

Januari 4, 2026
Ilustrasi jenazah korban.
Hukum

Miris! Sekolah Bilang ‘Masuk Angin’, Ternyata Siswa SD Wonogiri Diduga Tewas Dihajar di Kelas

Februari 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jalan Pagi Berujung Petaka, Santriwati Ditabrak Pikap Koperasi Merah putih
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?