Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 85 Persen Warga Semarang Sudah Pegang JKN
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

85 Persen Warga Semarang Sudah Pegang JKN

Kalau urusan kesehatan bisa diukur pakai angka, Semarang lagi di fase “aman tapi belum lega”. Pasalnya, keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Semarang sudah tembus 85 persen. Angka itu cukup buat bikin pemerintah pusat angkat alis dan kasih UHC Award 2026.

T. Budianto
Last updated: Januari 28, 2026 9:30 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
UHC AWARD 2026: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama Kadinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam memerlihatkan piagam penghargaan UHC Award 2026 yang diterima di Jakarta, Selasa, (27/1/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Pemkot Semarang menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026. Pada  penganugerahan yang digelar di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026), Kota Semarang masuk kategori Madya, kategori yang diberikan untuk daerah dengan keaktifan peserta JKN di atas standar nasional.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng hadir langsung menerima penghargaan tersebut. Acara ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat dan BPJS Kesehatan sebagai bentuk apresiasi bagi daerah yang serius mengurus jaminan kesehatan warganya.

Baca juga: Diabetes Jadi “Langganan” Peserta Skrining BPJS Semarang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam menyebut, capaian ini patut disyukuri, tapi belum jadi alasan buat santai. “Keaktifan peserta JKN sudah di atas 85 persen. Harapannya jelas, tiap tahun naik sampai 100 persen,” ujarnya.

Menurut Hakam, Pemkot bakal terus ngegas lewat kolaborasi lintas sektor. Mulai dari pemerintah daerah, peserta mandiri, sampai dunia usaha diminta ikut ambil peran biar status aktif JKN warga nggak cuma numpang lewat.

Koordinasi Solid

Hal senada disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, dr Sari Quratul Ainy. Ia menyebut, secara data, kepesertaan JKN di Semarang sebenarnya sudah menjangkau 100 persen penduduk. Tantangannya tinggal satu: aktif atau nggaknya. “Ini bukti koordinasi yang solid antara pemerintah daerah dan semua pemangku kepentingan,” katanya.

Sementara itu, Agustina menyebut penghargaan ini sebagai alarm pengingat, bukan piala buat dipajang doang. “Kategori Madya ini jadi trigger buat bergerak lebih cepat. Pulang dari sini, langsung rapat,” tegasnya.

Secara nasional, UHC Award 2026 diberikan kepada 31 provinsi dan 397 kabupaten/kota yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendukung Program JKN. Penilaian dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan cakupan kepesertaan, tingkat keaktifan peserta, pendaftaran segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) pemerintah daerah, serta kepatuhan pembayaran iuran hingga September 2025.

Baca juga: Urus Kesehatan Nggak Pakai Ribet, Semarang Tekan Angka Stunting

Bagi Pemkot Semarang, penghargaan ini menjadi penguat arah kebijakan pembangunan sektor kesehatan. Dengan peningkatan keaktifan JKN yang terus diupayakan, Pemkot Semarang menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih merata, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kualitas hidup warga Kota Semarang.

Angka 85 persen sudah aman, sisanya tinggal jangan keburu lupa bayar iuran. Soalnya kartu JKN aktif itu bukan buat dipajang di dompet, dia baru berguna pas badan mulai minta perhatian. (tebe)

You Might Also Like

Soal Sahroni-Uya Kuya, Puan Pastikan Tindak Lanjuti Putusan MKD

Tangis Happy Ending Amsal Sitepu, Hakim Tipikor Vonis Bebas Videografer Profil Desa

Listyo Sigit Absen Sambut Prabowo, Ngambek karena Isu Pergantian Kapolri Makin Panas?

Stasiun Tawang Semarang Mulai Sesak, Pemudik Nataru 2025 Gas Lebih Awal

Terdakwa Korupsi Plaza Klaten Ngaku Setor Rp1 Miliar untuk Urus Kasus di Kejaksaan

TAGGED:headlinejknpemkot semarangUHC award 2026wali kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Grup WA Kelas Bukan Ruang Penghakiman
Next Article Yazid Masih Jadi Tanda Tanya di Mongkrang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

Souvenir Wanginya Kebangetan, Nikahan Anak Soimah Malah Makin Ramai Dibahas

Jakarta Mulai Waspada, Hantavirus Diam-Diam Bikin Geger Warga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Siswa SMA 1 Sultan Agung Semarang berpose bersama Mr. Suegul Jin yang datang dari Korea dalam rangka belajar bahasa korea melalui aplikasi KoreanMate. Foto: Fahmi
Pendidikan

Belajar Bahasa Korea Bareng Oppa, Siswa Semarang Auto Semangat. Ada Beasiswanya?

Agustus 20, 2025
Info

Kota Nggak Bisa Bersih Sendiri, Pemkot Ajak Semua Turun Tangan

Februari 4, 2026
Luncuran awan panas erupsi Gunung Semeru.
Info

Erupsi Gunung Semeru, 32 Kali Gempa Guguran dalam 6 Jam

November 20, 2025
Ilustrasi anak berhadapan dengan hukum atau tersangka anak.
Hukum

Bullying Grobogan, Polisi Resmi Tetapkan 2 Siswa SMP Jadi Tersangka

Oktober 16, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 85 Persen Warga Semarang Sudah Pegang JKN
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?