Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Diabetes Jadi “Langganan” Peserta Skrining BPJS Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Diabetes Jadi “Langganan” Peserta Skrining BPJS Semarang

Buka hasil skrining kesehatan, eh yang muncul malah angka bikin mikir dua kali soal gula. BPJS Kesehatan Cabang Semarang mencatat, diabetes melitus masih jadi penyakit yang paling sering muncul dari hasil skrining peserta JKN sepanjang 2025.

T. Budianto
Last updated: Januari 17, 2026 8:13 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
SKRINING KESEHATAN: BPJS Kesehatan Cabang Semarang melakukan skrining peserta JKN, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Diabetes melitus masih jadi “juara bertahan” penyakit kronis di wilayah Semarang dan Demak. Data BPJS Kesehatan Cabang Semarang menunjukkan penyakit ini paling banyak ditemukan dalam skrining riwayat kesehatan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sepanjang tahun 2025.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy, menyebutkan sebanyak 1,2 juta peserta JKN di Kota Semarang dan Kabupaten Demak telah mengisi skrining riwayat kesehatan selama 2025. Hasilnya, diabetes melitus tercatat dialami oleh 286.792 orang. Angka ini disusul kanker serviks sebanyak 101.893 orang dan hipertensi 96.775 orang.

Baca juga: Jangan Salah Paham, Lima Operasi Ini Tak Ditanggung BPJS

Menurut Sari, peserta yang terdeteksi memiliki risiko penyakit kronis tidak dibiarkan berjalan sendiri. Mereka langsung diarahkan untuk konsultasi dan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan. Tujuannya jelas, deteksi dini. Dengan mengetahui risiko sejak awal, penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum penyakit berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.

Lebih Awal

“Harapannya, potensi risiko penyakit kronis bisa diketahui lebih awal sehingga pengobatan dilakukan sebelum kondisinya memburuk,” ujar Sari.BPJS Kesehatan juga terus mendorong kesadaran masyarakat, khususnya peserta JKN, agar tidak menganggap remeh skrining kesehatan.

Apalagi, skrining riwayat kesehatan ini bersifat wajib bagi seluruh peserta JKN berusia 15 tahun ke atas dan dilakukan minimal satu kali dalam setahun. Sari menegaskan, Program JKN tidak hanya fokus pada pengobatan saat sakit, tapi juga menaruh perhatian besar pada upaya pencegahan.

Baca juga: Mulai 2026 RSUD Mijen Terima Pasien BPJS

Melalui skrining ini, BPJS berharap angka kesakitan atau morbiditas akibat penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, kanker, penyakit jantung, hingga stroke bisa dipetakan lebih awal dan ditekan sejak dini. Kalau hasil skrining sudah bicara, tinggal pilihan kita yang menentukan: mulai jaga pola hidup sekarang, atau nunggu antrean panjang di ruang tunggu rumah sakit nanti.  (tebe)

You Might Also Like

Gaji Hakim Naik, Mafia Peradilan Jangan Ikut Naik

Gubernur Riau Terjaring OTT, KPK Didesak Nggak Setengah Hati

Biar Gak Kena Risiko Korupsi, ASN Semarang Diajak Ikut Isi Survei KPK

Uang Rumah Sakit Raib Diam-Diam, Pegawai Boyolali Main Judi Online

Makan Enak Tiap Hari, Diam-Diam Bisa Picu Risiko Kanker

TAGGED:bpjs kesehatanpemkab demakpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jagung Unwahas Tinggal Nunggu Lampu Hijau
Next Article Posyandu di Surakarta Buka Layanan Mental Buat Anak Muda

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Anak Muda Ogah Jadi Petani? Ketua DPRD Jateng Bongkar Penyebabnya

Agustina: Bullying Bukan Kenakalan Biasa, Pelaku Harus Diproses

Heboh di Banjarnegara, Pengasuh Ponpes Diduga Lakukan Pencabulan Kepada 4 Santriwati

KOORDINASI--Sudewo Bupati Pati nonaktif, berkoordinasi dengan penasihat hukumnya di ruang sidang, Senin (29/6/2026). (bae)

Kubu Sudewo Salahkan Pengawal KPK: Kericuhan Dipicu Ulah Petugas

FPP Undip dan Pertamina Bikin KKN Naik Kelas di Pedurungan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

DAMPINGI KORBAN--Kuasa hukum korban, Sukarman (tengah) mendampingi keluarga korban dugaan penganiayaan oleh petinggi HIPMI Jateng. (ist)
Hukum

Pengusaha Jateng Baku Hantam, Pengurus HIPMI Ngaku Dipiting dan Diinjak

Mei 19, 2026
Olahraga

Kudus Jadi Medan Tempur Kejurprov Xiangqi Jateng

Januari 6, 2026
Info

Nunggak Puasa Bertahun-tahun, Gimana Cara Bayarnya Biar Tenang?

Februari 20, 2026
Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.
Info

Banjir Bandang Sumatera Bisa Terulang, Ini Alarm Keras

Desember 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Diabetes Jadi “Langganan” Peserta Skrining BPJS Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?