BACAAJA, SEMARANG- PSIS Semarang sukses memetik tiga poin penting di kandang sendiri. Menjamu Persela Lamongan pada pekan ke-17 Championship 2025/2026, Laskar Mahesa Jenar menang tipis 1-0 di Stadion Jatidiri, Sabtu (25/1/2026).
Kemenangan ini jadi suntikan kepercayaan diri bagi PSIS yang sebelumnya sempat terpuruk usai kalah di dua laga beruntun. Meski tambahan poin belum menggeser posisi PSIS dari peringkat sembilan dengan koleksi 11 poin, peluang untuk menjauh dari zona merah kini terasa lebih terbuka.
Baca juga: Mahesa Jenar Ungguli Joko Tingkir
Chief Operating Officer (COO) PSIS, Faris Julinar Maurisal menyebut, kemenangan atas Persela sangat krusial di tengah perjuangan tim keluar dari papan bawah. “Kekalahan lawan Deltras cukup memukul ya. Dari situ kita sepakat buat kerja lebih keras karena kita butuh menang,” ujar Faris di Semarang, Senin (26/1/2026).
Faris juga mengapresiasi penampilan PSIS yang dinilainya solid, terutama karena harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama. Meski begitu, Beto Goncalves dan kawan-kawan tetap mampu menjaga keunggulan sampai peluit akhir.
Satukan Pemain
“Motivasi pemain setelah kekalahan itu luar biasa. Anak-anak main tanpa lelah, jatuh bangun buat menang. Kebersamaan jadi kunci,” ungkapnya. Ia tak menampik, proses menyatukan pemain lama dan baru bukan perkara instan.
Namun, Faris menekankan pentingnya rasa kekeluargaan di dalam tim. “Menyatukan pemain lama dan baru itu nggak mudah, butuh waktu. Tapi saya selalu tekankan kekeluargaan. Kalah kita rasakan bareng, menang juga kita rasakan bareng,” terangnya.
Baca juga: COO PSIS: Enam Poin Harga Mati
Momentum kemenangan ini diharapkan berlanjut saat PSIS menjamu Kendal Tornado FC pada pekan ke-18 Championship 2025/2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Jatidiri, Jumat pekan ini. “Target kami tetap menang, karena posisi kita belum aman,” tegas Faris.
PSIS sudah menang, tapi belum boleh santai. Jatidiri diminta tetap angker, mental harus terus lapar, dan euforia jangan kebablasan. Soalnya di papan bawah, satu kemenangan itu obat, tapi dua kemenangan beruntun baru bisa bikin napas agak panjang. (tebe)

