Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Cerita Musa, Penyelamat Nyawa di Tepi Rel Kereta
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Cerita Musa, Penyelamat Nyawa di Tepi Rel Kereta

R. Izra
Last updated: Mei 5, 2026 8:41 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Sejumlah pengendara dan warga berhenti di tepi rel kereta api, perlintasan sebidang. di dekat Stasiun Jrakah, Kota Semarang, Senin (4/5/2026). (dul)
Sejumlah pengendara dan warga berhenti di tepi rel kereta api, perlintasan sebidang. di dekat Stasiun Jrakah, Kota Semarang, Senin (4/5/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG — Di sebuah perlintasan kereta api di Jl. Stasiun Jerakah, Semarang Barat, drama kecil terjadi hampir setiap hari. Bukan soal keretanya, tapi soal manusia, yang kadang terlalu buru-buru, sampai lupa rasa takut.

Palang sudah turun. Sinyal sudah jelas. Tapi tetap saja, ada yang nekat nyelonong.

Di situlah Musa (50) berdiri. Bukan sekadar penjaga palang, tapi juga penjaga keselematan di titik rawan itu.

Sudah sekitar setahun ia menjalani rutinitas yang sama: menerima info kereta, buru-buru menutup palang, lalu berharap semua orang cukup waras untuk berhenti. Harapannya? Sering kali kandas.

Bacaaja: Ketika Disiplin Diabaikan, Wajar Bila Tragedi Berulang di Perlintasan Kereta
Bacaaja: Tabrakan Kereta Banyak Makan Korban Jiwa, DPR Sorot Gagalnya Sistem Keselamatan

“Sudah saya tutup, masih saja ada yang menerobos. Padahal itu sudah jelas berbahaya,” kata Musa, Senin (04/05/2026).

Perlintasan ini belum pakai sistem otomatis. Semua masih manual. Info kereta datang lewat telepon dari petugas lain atau stasiun terdekat. Waktunya mepet, kadang cuma sekitar satu menit sebelum kereta melintas.

Dalam hitungan detik itu, Musa harus sigap. Menutup palang, memastikan jalur steril, dan dalam waktu bersamaan, melawan pengendara yang kadang lebih cepat dari logika.

“Kadang orang itu tidak sabar. Sudah tahu ditutup, masih nekat lewat. Kalau terjadi apa-apa, kita juga yang kena,” ujarnya.

Buat Musa, ini bukan sekadar cerita tegang. Ia pernah ikut menangani korban kecelakaan di sekitar jalur tersebut. Pengalaman yang tidak mudah dilupakan.

Tanpa perlu detail berlebihan, satu hal yang jelas: pemandangan setelah kecelakaan cukup untuk bikin siapa pun berpikir dua kali sebelum melanggar.

“Kalau sudah kejadian, itu berat. Tapi sebagai relawan, kita memang harus siap,” ucapnya pelan.

Masalahnya, Musa tidak sendiri menghadapi semua ini, dan justru itu yang jadi persoalan. Saat ini, penjagaan hanya dilakukan dua orang. Mereka harus gantian hampir 24 jam. Kebayang capeknya.

“Dua orang itu berat. Harus bagi waktu, jaga hampir seharian,” katanya.

Padahal, jalur Jerakah ini bukan jalur sepi. Lalu lintasnya ramai, dari warga sekitar, anak sekolah, sampai penghuni kos yang lalu-lalang tiap hari. Artinya, risiko juga ikut ramai.

Musa tahu betul, kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus. Ia berharap ada perubahan nyata, bukan sekadar wacana.

“Harapannya ya ada sistem otomatis, sama tambahan orang. Biar lebih aman,” ujarnya.

Di tengah segala keterbatasan, Musa tetap berdiri di sana. Menutup palang. Memberi tanda berhenti. Menjaga sesuatu yang sering dianggap sepele: nyawa.

Karena pada akhirnya, palang yang turun itu bukan cuma besi penghalang. Itu alarm. Itu peringatan. Masalahnya tinggal satu: mau didengar, atau diabaikan. (*)

You Might Also Like

Jalan di Kawasan Industri Candi Diperbaiki, Warga: Gak Bikin Kami Was-was Lagi

Kota Lama Semarang Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen saat Lebaran

Warga Kalap Borong Keramik di Bazar Sango: Mumpung Murah!

Reformasi Belum Selesai! Aksi Mahasiswa Semarang Sorot Nasib Demokrasi dan UU Polri

Tak Ada Pejabat Temui Massa Aksi, PMII Semarang: Mengecewakan! Kami Datang Bawa Kajian

TAGGED:jrakahmusaperlintasan rel keretaperlintasan sebidangSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mereka yang Diam-Diam Mendukung Pelaku Kekerasan Seksual
Next Article Cuma Jepret Gigi, AI UGM Ini Langsung Kasih Diagnosis

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Cat Pink, Bunga, dan Protes yang Berakhir di Pos Satpam: Pembukaan ARTJOG 2026 Ricuh

PEMADAMAN LISTRIK - Ilustrasi nyala lilin jadi penerang saat pemadaman listrik bergilir oleh PLN.

Pemadaman Listrik Bergilir Bikin Peternak Ayam Ketar-ketir, PLN Jateng Buka Suara

NOBAR BOLA--Masyarakat menunggu siaran pertandingan Piala Dunia di Teratai Lounge yang ruangannya dihias meriah dengan ornamen bendera negara-negara peserta. (ist)

Tim Besar Jadi Magnet Penonton, Nobar Piala Dunia Makin Ramai

NIKAH MASSAL--Maria tersenyum lebar usai dipinang suaminya di nikah massal Unnes, Jumat (19/6/2026). (bae)

Bu Maria Riang-Gembira Dipinang Berondong di Nikah Massal Unnes

ARMSD Ingatkan Giant Seawall Bisa Jadi Bumerang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

KANTONG PLASTIK - Ilustrasi pedagang memasukkan barang yang dibeli pelanggan ke dalam kantong plastik.
Fokus

Kelihatannya Sepele, tapi Jadi Beban Banget Buat Pelaku UMKM: Harga Plastik Naik Gila-gilaan

Juni 9, 2026
Menaker, Yaseerli (kanan) menyapa peserta magang kerja di industri kreatif Semarang, Selasa (31/3/2026). (bae)
Info

Menaker Antusias Dengar Cerita Fresh Graduate yang Magang di Industri Kreatif Semarang

Maret 31, 2026
Fokus

Goa Kreo Masih Cantik, Tapi Wisatawannya ke Mana?

Mei 31, 2026
Manajer Kampanye dan Media Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Tengah, Zalya Tilaar. (bae)
Info

Semarang Atas Terus Dibangun: Lahan Resapan Pelan-pelan Hilang, Banjir Selalu Datang

Maret 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Cerita Musa, Penyelamat Nyawa di Tepi Rel Kereta
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?