Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Aksi May Day di Semarang, Buruh Usung 15 Isu Krusial: dari Upah hingga Keselamatan Kerja
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Aksi May Day di Semarang, Buruh Usung 15 Isu Krusial: dari Upah hingga Keselamatan Kerja

R. Izra
Last updated: Mei 2, 2026 9:48 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Aksi buruh pada peringatan May Day di Semarang, Jumat (1/5/2026). (dul)
Aksi buruh pada peringatan May Day di Semarang, Jumat (1/5/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Aksi May Day di Semarang tahun ini nggak cuma soal orasi dan spanduk tuntutan. Di balik ramainya massa, ternyata ada “paket lengkap” berisi 15 isu yang dibawa buruh, mulai dari upah, outsourcing, sampai keselamatan kerja.

Koordinator Lapangan Aliansi Buruh Jawa Tengah, Lukman Nur Hakim, bilang aksi ini bukan sekadar agenda tahunan yang lewat begitu saja.

“Ini bukan cuma aksi rutin. Ada 15 isu yang kami bawa, 11 nasional dan 4 lokal,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Bacaaja: Tuntut Upah Layak, KASBI Jateng: Buruh Lajang Minimal Rp9 Juta Per Bulan
Bacaaja: Demo May Day Semarang, Buruh Perempuan Tuntut Fasilitas Daycare hingga Cuti Haid

Salah satu yang paling disorot adalah rencana pembentukan undang-undang ketenagakerjaan baru. Meski disebut revisi, buruh khawatir isinya justru “aturan baru” yang bisa berdampak besar.

“Kami khawatir pembahasannya terburu-buru dan buruh nggak dilibatkan,” kata Lukman.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, buruh kini lebih waspada. Mereka berharap proses penyusunan aturan benar-benar melibatkan pekerja, bukan cuma formalitas.

Selain itu, isu lama yang belum kelar juga kembali diangkat, mulai dari penghapusan outsourcing sampai penolakan upah murah.

Di sisi lain, soal keselamatan kerja juga jadi perhatian serius. Lukman menegaskan, angka kecelakaan kerja di Jawa Tengah masih jadi PR besar.

“Orang kerja itu cari nafkah, bukan mempertaruhkan nyawa,” tegasnya.

Buruh juga mendorong perlindungan lebih untuk pekerja perempuan dan sektor informal, termasuk ojek online, yang dinilai masih minim payung hukum.

Untuk isu lokal, salah satu yang jadi sorotan adalah belum meratanya penerapan upah minimum sektoral di kabupaten/kota di Jateng. Padahal, menurut Lukman, hal itu sudah jadi amanat putusan Mahkamah Konstitusi.

“Baru beberapa daerah yang jalan. Ini harus jadi perhatian,” ujarnya.

Dalam aksi ini, sekitar 1.200 buruh dari berbagai daerah, mulai dari Semarang, Tegal, Pati, Jepara, hingga Banjarnegara—turun langsung ke jalan.

Mereka berharap bisa bertemu langsung dengan pemerintah provinsi dan DPRD Jawa Tengah, sekaligus menyampaikan kajian dan usulan yang sudah disiapkan.

“Kami ingin suara buruh benar-benar didengar, bukan sekadar formalitas,” kata Lukman.

Buat buruh, May Day bukan cuma seremoni tahunan. Ini adalah momen buat “speak up” soal keresahan yang mereka rasakan, dan harapan agar ke depan, kebijakan benar-benar berpihak pada mereka yang kerja setiap hari. (dul)

You Might Also Like

Catat! Berikut Daftar Puskesmas di Temanggung Siaga IGD 24 Jam selama Mudik Lebaran

Solo Siap Sambut Mudik! Respati Minta Semua Pihak Kompak Amankan Lebaran

Akar Rumput NU Ramai-ramai Kritik Dukungan PBNU untuk Bop Trump

Akhirnya Adem! Dimediasi Bupati, Ojol-Taksol dan Opang di Stasiun Klaten Sepakat Damai

Wonosobo Punya Gaya, Kolaborasi Seni yang Ngeblend Total

TAGGED:buruhisu ketenagakerjaanisu perburuhanMay DaySemarangupah layakuu tenaga kerja
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis) Puluhan Santri Diduga Keracunan MBG saat Prabowo Kunjungi Cilacap, 22 Orang Rawat Inap
Next Article Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menemui massa aksi saat peringatan Haru Buruh Internasional atau May Day di depan kantor Gubernuran, Semarang, Jumat (1/5/2026). (dul) Buruh Sorot Tajam Jawaban Gubernur Jateng saat Aksi May Day di Semarang, Ini Poin Pentingnya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

30 Investor dan 75 UMKM Ramaikan CJIBF 2026

Hiburan Makin Ngegas, Tapi Pajak Bikin Deg-degan

Ilustrasi Bus Haryanto alami kecelakaan.

Kronologi Kecelakaan di Tol Tembalang, Bus Haryanto Diduga Potong Jalur Truk Trailer

Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Jateng, Frans Kongi, memberi pemaparan dalam diskusi publik “Titik Kumpul 2 SKS” bersama perwakilan organisasi buruh dan Peradi SAI Semarang, yang di selenggarakan bacaaja.co, Rabu (29/4/2026). (dul)

BREAKING NEWS: Apindo Jateng Berduka, Frans Kongi Meninggal Dunia

Perempuan buruh mengangkat poster soal kebebasan berserikat dalam aksi May Day 2026 di Semarang, Jumat (1/5/2026). (bae)

Buruh Media Tertekan, FSPM Independen Ajak Melawan Lewat Serikat Pekerja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Gus Yasin Ajak Pramuka Jadi Teladan di Era Digital, Bukan Cuma Pandai Baris-Berbaris

Agustus 14, 2025
Info

Lurah Jangan Main-Main! Ada Jaga Desa, Salah Ketik Anggaran Bisa Ketahuan

Februari 19, 2026
Ilustrasi secangkir kopi.
Unik

Kopi Taubat: Varian Kopi yang Anti Bikin Kantong Bocor, Lagi Ramai di Semarang

Oktober 3, 2025
Info

Bukan Sekadar Kompetisi, Christopherus Music School Cari Musisi Berkelas

Maret 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Aksi May Day di Semarang, Buruh Usung 15 Isu Krusial: dari Upah hingga Keselamatan Kerja
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?