BACAAJA, SEMARANG – Sebuah video berdurasi singkat yang memperlihatkan seekor kucing dibuang dari atas Jembatan Kartini, Kecamatan Gayamsari, mendadak menjadi perhatian publik.
Rekaman yang awalnya beredar di grup WhatsApp lingkungan itu dalam waktu singkat menyebar ke berbagai media sosial dan memicu gelombang reaksi dari masyarakat.
Banyak warganet mengecam tindakan dalam video tersebut dan mempertanyakan nasib kucing yang menjadi korban. Di tengah ramainya perbincangan, Polrestabes Semarang melalui Polsek Gayamsari bergerak cepat melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta di balik peristiwa itu.
Bacaaja: Kucing Kecil Nempel Terus, Ternyata Ada Alasan Ini
Bacaaja: Kasus Kucing Ditendang di Blora Gagal Damai, Lanjut Sidang!
Kasihumas Polrestabes Semarang mengatakan, terduga pelaku yang terekam dalam video telah diamankan dan dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui kucing tersebut sebelumnya masuk ke rumah terduga pelaku.
Menurut keterangan yang disampaikan kepada penyidik, pelaku sempat mencoba mencari pemilik kucing dengan menanyakannya melalui grup WhatsApp RT setempat. Namun karena tidak ada respons, ia kemudian membawa kucing itu ke kawasan Jembatan Kartini.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (22/6/2026) malam itu kemudian direkam sendiri oleh pelaku. Video tersebut selanjutnya diunggah ke grup WhatsApp lingkungan sebelum akhirnya tersebar luas dan menjadi viral di media sosial.
Dalam pemeriksaan, terduga pelaku mengaku tidak memiliki niat untuk membunuh atau menenggelamkan kucing tersebut. Ia beralasan lokasi tempat kucing dijatuhkan berada di area tepi sungai yang masih memiliki daratan dan rerumputan.
Meski demikian, polisi menegaskan bahwa penyelidikan tidak berhenti pada pengakuan tersebut. Berbagai keterangan dan bukti lain masih terus dikumpulkan untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai kejadian sebenarnya.
“Saat ini masih dilakukan pendalaman, mulai dari pemeriksaan saksi, pengecekan lokasi kejadian hingga pengumpulan alat bukti lainnya,” ujarnya. Rabu (24/6/2026).
Kasus ini menjadi sorotan karena menyentuh isu kesejahteraan hewan yang belakangan semakin mendapat perhatian masyarakat. Tidak sedikit warga yang meminta agar peristiwa tersebut ditangani secara serius dan transparan.
Sebagai bagian dari proses penyelidikan, polisi juga telah meminta klarifikasi dari terduga pelaku dan memintanya membuat pernyataan permintaan maaf atas tindakannya. Sementara itu, aspek hukum yang mungkin muncul dari kasus tersebut masih terus dikaji oleh penyidik.
Polrestabes Semarang memastikan setiap fakta yang ditemukan akan ditelusuri secara profesional dan objektif. Jika nantinya ditemukan unsur pidana yang memenuhi ketentuan hukum, proses penegakan hukum akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Di sisi lain, viralnya video ini menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat terhadap perlakuan terhadap hewan. Apa yang awalnya hanya beredar di sebuah grup percakapan warga kini berubah menjadi perhatian publik yang menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian. (dul)

