Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: DPRD Semarang Minta SPPG Karang Turi Ditutup Permanen
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

DPRD Semarang Minta SPPG Karang Turi Ditutup Permanen

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya bikin anak sekolah tambah sehat, bukan malah bikin ruang UKS penuh. Kasus dugaan keracunan yang menimpa ratusan siswa dan guru di SMKN 6 Semarang kini berbuntut panjang.

T. Budianto
Last updated: Agustus 4, 2026 5:40 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) menutup permanen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karang Turi yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan keracunan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 6 Semarang.

Menurut Bowo, sapaan akrab Rahmulyo, insiden yang menyebabkan ratusan siswa dan guru mengalami gejala dugaan keracunan itu menjadi sinyal adanya pelanggaran serius terhadap prosedur operasional dalam penyediaan makanan.

“Saya mendesak BGN berani menutup SPPG yang bermasalah itu. Dari situ kelihatan tidak ada amanah, tidak ada protap. Banyak SOP yang tidak dijalankan oleh SPPG tersebut,” tegasnya, Selasa (4/8/2026).

Baca juga: Pasien Keracunan SMKN 6 Mulai Pulih, Dinkes Semarang Tetap Siaga

Ia juga menyoroti proses pengolahan makanan yang diduga dimulai sekitar pukul 21.00 WIB pada malam hari, sebelum makanan tersebut dibagikan kepada siswa keesokan harinya.

Menurutnya, rentang waktu yang terlalu lama sejak proses memasak hingga makanan dikonsumsi berpotensi memengaruhi kualitas dan keamanan pangan.

“Memasak mulai jam 9 malam, pasti ada rentang waktu berapa jam. Makanan sudah tidak layak konsumsi,” ujarnya.

Bowo menilai penutupan SPPG Karang Turi penting dilakukan sebagai bentuk evaluasi menyeluruh sekaligus peringatan bagi seluruh penyelenggara MBG agar tidak mengabaikan standar operasional yang telah ditetapkan.

Ia meminta Badan Gizi Nasional bersikap tegas dan tidak memberikan toleransi apabila ditemukan kelalaian dalam pengelolaan makanan. “SPPG Karang Turi tutup saja. Kami mendesak tutup permanen,” katanya.

Tanggung Jawab Besar

Menurutnya, program MBG menggunakan anggaran negara sehingga setiap pengelola memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankannya secara profesional, transparan, dan sesuai aturan.

“Program MBG itu memakai duit negara yang harus habis satu harinya. Tapi jangan seenaknya sendiri. Itu tanda-tanda tidak amanah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengungkapkan hasil investigasi awal menemukan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan MBG di SMKN 6 Semarang.

Baca juga: Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang Berbuntut Panjang, BGN Pecat 137 Kepala SPPG

Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah dugaan makanan telah dimasak sejak pukul 21.00 WIB pada malam sebelum didistribusikan kepada para siswa. Selain itu, tim investigasi juga menemukan dugaan ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur di SPPG Karang Turi.

Dari total 19 SOP yang wajib diterapkan, hanya tiga yang dinilai telah dijalankan. “Hasil investigasi lengkap nantinya akan diserahkan kepada Badan Gizi Nasional sebagai bahan evaluasi,” ujar Abdul Hakam.

Program makan bergizi dibangun untuk mencetak generasi sehat, bukan menambah antrean pasien di puskesmas. Sebab ketika yang diabaikan adalah SOP, yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas makanan, tetapi juga kepercayaan publik terhadap program yang dibiayai uang rakyat. (tebe)

You Might Also Like

Tradisi Ruwahan Berujung Petaka! 68 Warga Purworejo Keracunan Massal, Alami Muntah-Diare

Joget Boleh, Tapi Bukan di Dapur! SPPG Ini Langsung Disetop BGN

THR Rp55 Triliun Siap Cair, Tinggal Tunggu Lampu Hijau untuk ASN, TNI-Polri

Undip Kembangkan Sentra Domba Terpadu di Desa Tumbrep

Jaga Stabilitas Layanan Digital, PLN Icon Plus Inspeksi Jalur Backbone SUTT Purworejo

TAGGED:bgndprd kota semarangheadlineMBGpemkot semarangsmkn 6 semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi dapur MBG. Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang Berbuntut Panjang, BGN Pecat 137 Kepala SPPG
Next Article WFH ASN Jateng Mulai “Diungkit”, yang Masih Rebahan Jumat Bisa Jadi Tinggal Kenangan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TEMUAN OBAT KERAS--Obat-obatan terlarang ditemukan di area Lapas Semarang, Selasa (4/8/2026). (ist)

Obat Keras Dilempar ke Dalam Lapas Semarang, Malah Ditemukan Petugas

WFH ASN Jateng Mulai “Diungkit”, yang Masih Rebahan Jumat Bisa Jadi Tinggal Kenangan

DPRD Semarang Minta SPPG Karang Turi Ditutup Permanen

Ilustrasi dapur MBG.

Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang Berbuntut Panjang, BGN Pecat 137 Kepala SPPG

Tiga Kursi Kunci Jadi Tes Prabowo

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Pemprov Dukung Penguatan Gizi dan Literasi Alquran Santri

Maret 9, 2026
KPK menahan lima tersangka kasus kredit fiktif di BPR Jepara Artha senilai Rp263,6 miliar. Modusnya, menggunakan nama pedagang kecil hingga pengangguran untuk mencairkan dana. Kerugian negara ditaksir Rp254 miliar. Uang mengalir ke jajaran bank hingga dipakai untuk beli aset dan perjalanan umrah. Foto:dok.
Hukum

Kredit Bodong Rp263,6 M BPR Jepara Arta, Cuma Modal Nama Pedagang & Pengangguran

September 19, 2025
INTEROGASI WNA--Petugas Imigrasi menginterogasi WNA China dan WNI yang diduga terlibat dalam aksi love scamming dari Semarang. (ist)
Hukum

4 Warga China Ditangkap di Semarang, Terlibat Sindikat Love Scamming Internasional

Juni 7, 2026
MAHASISWA MENGGUGAT - Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang berjalan kaki menuju gedung DPRD Jateng, menuntut evaluasi total dan penghentian program MBG, Rabu (17/6/2026). (dul)
Info

Tak Ada Pejabat Temui Massa Aksi, PMII Semarang: Mengecewakan! Kami Datang Bawa Kajian

Juni 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: DPRD Semarang Minta SPPG Karang Turi Ditutup Permanen
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?