BACAAJA, SEMARANG– PSIS Semarang terus memanaskan mesin jelang bergulirnya kompetisi musim 2026/27. Kali ini, Mahesa Jenar resmi memperkenalkan dua amunisi anyar sekaligus, yakni Bayu Mohamad Fiqri dan Miftahul Hamdi.
Keduanya diproyeksikan menjadi bagian penting dalam misi besar PSIS untuk kembali promosi ke Super League musim depan. Nama pertama tentu tak asing bagi publik Stadion Jatidiri.
Bayu Mohamad Fiqri resmi kembali mengenakan jersey biru setelah sebelumnya pernah memperkuat PSIS pada musim 2022/23. Bek berusia 24 tahun asal Bandung itu didatangkan untuk mempertebal lini belakang Mahesa Jenar.
Tak hanya piawai sebagai bek kanan, Bayu juga dikenal fleksibel karena mampu dimainkan sebagai bek sayap maupun bek tengah. Sebelum pulang ke Semarang, Bayu sempat memperkuat sejumlah klub seperti Persib Bandung, Bhayangkara FC, hingga Kendal Tornado FC pada musim lalu.
Baca juga: Jack Brown Perkuat Lini Tengah Mahesa Jenar
Asisten Manajer PSIS, Moch. Reza Handhika mengatakan, keputusan memulangkan Bayu bukan tanpa alasan. Selain sudah memahami kultur tim, usianya masih sangat ideal untuk berkembang.
“Bayu bukan pemain asing bagi kami karena sebelumnya pernah menjadi bagian dari PSIS. Selain masih berada di usia yang produktif, ia juga memiliki kemampuan bermain di beberapa posisi di lini belakang sehingga memberikan banyak pilihan bagi tim pelatih,” kata Reza.
Ia berharap proses adaptasi Bayu tidak membutuhkan waktu lama sehingga bisa segera memberikan kontribusi bagi tim. “Semoga kehadirannya mampu membantu PSIS mewujudkan target promosi ke Super League musim depan,” tambahnya.
Lini Serang
Tak berhenti di sektor pertahanan, PSIS juga memperkuat lini serang dengan mendatangkan winger berpengalaman Miftahul Hamdi. Pemain berusia 30 tahun asal Banda Aceh itu dikenal sebagai winger kanan yang juga nyaman bermain di sisi kiri.
Kecepatan, pengalaman, serta kemampuannya bermain di dua flank menjadi nilai tambah yang dibawa ke Kota Semarang. Karier Hamdi terbilang panjang. Ia pernah memperkuat Persiraja Banda Aceh, Bali United, Persis Solo, Persita Tangerang, PSS Sleman, Persik Kediri hingga Adhyaksa FC Banten.
Tak hanya kaya pengalaman, Hamdi juga membawa catatan prestasi yang cukup mentereng. Ia menjadi bagian dari skuad Bali United saat menjuarai Liga 1 musim 2019 dan ikut mengantar Persis Solo menjadi juara Liga 2 sekaligus promosi ke kasta tertinggi pada musim 2021.
Kehadiran Hamdi juga membuat aroma Persiraja Banda Aceh semakin terasa di ruang ganti PSIS. Sebelumnya Mahesa Jenar telah lebih dulu merekrut Muammar Khadafi, Fitra Ridwan, Deri Corfe, dan Habil Akbar.
Baca juga: PSIS Borong Tiga Rekrutan Sekaligus, Sinyal Ngebut ke Super League?
Menurut Reza Handhika, Hamdi dipilih bukan hanya karena kualitas tekniknya, tetapi juga pengalaman serta mental juaranya. “Hamdi merupakan pemain yang memiliki pengalaman panjang di kompetisi nasional serta pernah meraih prestasi bersama klub-klub yang dibelanya. Selain itu, kemampuannya bermain di kedua sisi sayap akan memberikan variasi dan opsi yang lebih banyak bagi tim pelatih,” ujarnya.
Ia optimistis Hamdi bisa cepat menyatu dengan skuad Mahesa Jenar dan menjadi salah satu motor serangan musim ini. Dengan bergabungnya Bayu Mohamad Fiqri dan Miftahul Hamdi, aktivitas transfer PSIS menunjukkan bahwa manajemen tidak sekadar menambah jumlah pemain.
Mereka sedang merangkai skuad yang dinilai cukup matang untuk bersaing di papan atas dan mengejar satu target utama: kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Bursa transfer memang tak pernah menjamin trofi. Tapi satu hal yang pasti, promosi tak akan datang hanya karena nostalgia atau nama besar. Pada akhirnya, yang dihitung bukan seberapa ramai pemain diperkenalkan, melainkan seberapa banyak poin yang berhasil dibawa pulang. (tebe)

