BACAAJA, SEMARANG – Menjelang jadi tuan rumah MTQ Nasional ke-31, Kota Semarang dapat bonus kebanggaan. Lagu mars resmi MTQ tingkat nasional ternyata dibuat guru musik asal Semarang, bukan hasil impor dari luar kota.
Yang bikin lagu itu adalah Sri Husodo, guru seni musik SMP Nasima Semarang yang akrab dipanggil Dodo. Ia berhasil jadi juara pertama lomba cipta lagu atau mars MTQ nasional yang digelar Kementerian Agama RI.
Dodo mengaku nggak nyangka karyanya bisa menang nasional. Apalagi lagu itu rencananya bakal dipakai saat MTQ Nasional digelar di Semarang September nanti.
Bacaaja: Jelang MTQ Nasional, Agustina “Sowan Tour” ke Ulama
Bacaaja: MTQ 2026 Bukan Cuma Ngaji, Tapi Juga “Panggung Cuan” UMKM Jateng
“Saya bersyukur, senang bisa juara satu,” ujar Dodo.
Menurutnya, mars itu dibuat bukan sekadar biar enak didengar. Lagu tersebut membawa semangat membangun generasi Qurani yang peduli lingkungan dan hidup rukun sesuai tema MTQ tahun ini.
“Spiritnya menyemangati generasi Qur’ani. Nilai-nilai Al-Qur’an sangat bermanfaat untuk menjaga lingkungan dan semesta raya. Semua itu saya masukkan ke dalam marsnya,” jelasnya.
Ia berharap lagu ciptaannya bisa bikin peserta MTQ dari seluruh Indonesia makin semangat. Bukan cuma semangat lomba, tapi juga semangat nyebar kebaikan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyebut lomba ini memang dibuat buat memperluas syiar Al-Qur’an lewat jalur seni dan kreativitas.
Kemenag berharap, ke depan semakin banyak karya kreatif yang lahir dari masyarakat untuk mendukung penguatan nilai-nilai keagamaan yang inklusif dan membangun.
Ia juga bilang lomba ini jadi ruang kolaborasi antara dakwah dan kreativitas menjelang MTQ Nasional di Jawa Tengah. Jadi bukan cuma lomba baca Al-Qur’an, tapi juga ajang unjuk karya.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, ikut bangga dengan capaian tersebut. Menurutnya, kemenangan Dodo bikin nuansa MTQ nanti makin terasa “Semarang banget”.
“Ini kabar yang sangat membanggakan. Tuan rumahnya Kota Semarang, pemenangnya juga putra terbaik Kota Semarang,” ujar Agustina. (bae)

