SEMARANG, BACAAJA – Hujan yang turun sejak pagi di wilayah Semarang Barat kembali menyisakan cerita. Di kawasan Kalibanteng, tepatnya di Jalan WR Supratman, air terlihat menggenang dan bikin lalu lintas nggak senyaman biasanya.
Pantauan di lokasi, genangan air menutup sebagian badan jalan dengan ketinggian sekitar mata kaki orang dewasa. Kondisi ini bikin pengendara motor mikir dua kali buat nerobos.
Beberapa memilih berhenti di pinggir jalan, khawatir mesin mogok karena air yang cukup dalam dan arusnya nggak kelihatan jelas.
Bacaaja: Banjir Sumatra Tak Jadi Bencana Nasional, Prabowo Buka Alasannya
Bacaaja: ASN Nggak Cuma Absen: Pemkot Semarang Lagi Serius Ngurusin Talenta
Situasi agak beda buat kendaraan besar. Truk dan bus Trans Semarang masih bisa melintas, tapi dengan kecepatan pelan dan ekstra hati-hati. Setiap kendaraan besar lewat, air langsung muncrat ke mana-mana, bikin pengendara lain makin siaga.
Nggak sedikit juga pemotor yang akhirnya putar balik dan cari jalur alternatif. Dampaknya, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat dan nggak seramai biasanya.
Lia (25), warga Kalibanteng, bilang kalau kondisi seperti ini tergolong baru. Menurutnya, kawasan tersebut dulu jarang banget kena banjir.
“Setahuku dulu sini nggak pernah banjir. Tapi sejak hujan deras akhir Desember kemarin, mulai sering tergenang. Kalau hujan hari ini makin deras, takutnya banjirnya bisa tambah luas,” kata Lia, Jumat (9/1/2026).
Warga menduga genangan terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, sementara saluran drainase belum sanggup menampung debit air. Alhasil, air tertahan di jalan dan butuh waktu cukup lama buat surut.
Hingga sore hari, genangan di Jalan WR Supratman masih terlihat dan lalu lintas belum sepenuhnya normal. Pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, diimbau buat lebih waspada saat melintas atau memilih jalur lain demi menghindari risiko mogok dan kecelakaan. (dul)

