Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Makan Enak Tiap Hari, Diam-Diam Bisa Picu Risiko Kanker
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Makan Enak Tiap Hari, Diam-Diam Bisa Picu Risiko Kanker

Kanker sendiri bukan penyakit yang muncul tiba-tiba. Banyak faktor yang berperan, mulai dari genetik, lingkungan, sampai kebiasaan makan yang sering dianggap sepele tapi dilakukan setiap hari.

Nugroho P.
Last updated: Mei 4, 2026 3:12 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi kanker.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Gaya hidup modern sering bikin orang nggak sempat mikir panjang soal apa yang masuk ke tubuh. Padahal, di balik makanan yang kelihatan “aman-aman aja”, ternyata ada risiko besar yang pelan-pelan bisa ngintai kesehatan, termasuk ancaman kanker.

Kanker sendiri bukan penyakit yang muncul tiba-tiba. Banyak faktor yang berperan, mulai dari genetik, lingkungan, sampai kebiasaan makan yang sering dianggap sepele tapi dilakukan setiap hari.

Seorang ahli gastroenterologi lulusan Harvard, Saurabh Sethi, menyoroti bahwa ada beberapa jenis makanan yang secara ilmiah berkaitan dengan perkembangan kanker.

Menurutnya, pola makan sehari-hari justru jadi faktor yang sering diabaikan, padahal dampaknya bisa besar dalam jangka panjang.

Salah satu yang paling sering dikonsumsi adalah daging olahan. Produk seperti sosis, nugget, atau ham memang praktis dan tinggi protein, tapi di balik itu ada risiko yang nggak bisa dianggap remeh.

Bahkan World Health Organization sudah mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen kelompok 1, yang berarti punya bukti kuat bisa menyebabkan kanker, khususnya kanker usus besar.

Zat seperti nitrat dan bahan pengawet di dalamnya bisa merusak sel-sel usus dan memicu perubahan yang berujung pada pertumbuhan sel kanker.

Pilihan yang lebih aman adalah mengganti dengan protein segar seperti ayam panggang atau sumber nabati seperti kacang-kacangan dan lentil yang lebih ramah untuk tubuh.

Selain makanan, minuman juga punya peran besar. Minuman manis seperti soda sering dianggap cuma sekadar pelepas dahaga atau penambah mood.

Padahal, konsumsi gula berlebihan bisa memicu peradangan kronis di dalam tubuh, kondisi yang jadi “lahan subur” bagi sel kanker berkembang.

Risiko ini makin meningkat jika dikaitkan dengan obesitas, yang berhubungan dengan berbagai jenis kanker seperti payudara, pankreas, hingga usus.

Kebiasaan lain yang sering dianggap biasa adalah makan gorengan. Apalagi di Indonesia, makanan goreng sudah jadi bagian dari keseharian.

Masalahnya, minyak yang dipakai berulang kali bisa menghasilkan zat berbahaya seperti akrilamida yang berpotensi memicu kanker.

Selain itu, proses penggorengan juga meningkatkan stres oksidatif dalam tubuh, yang mempercepat kerusakan sel.

Makanan yang terlihat sepele seperti bagian gosong pada daging juga ternyata punya risiko tersembunyi.

Saat makanan dibakar atau dimasak terlalu lama hingga hangus, terbentuk senyawa berbahaya seperti HCA dan PAH yang bisa merusak DNA.

Kerusakan DNA yang terjadi berulang-ulang bisa jadi pintu awal munculnya sel kanker.

Kemudian ada alkohol, yang sering dianggap aman selama dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Padahal, bahkan konsumsi sedang pun sudah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, terutama yang berkaitan dengan hormon seperti kanker payudara dan hati.

Alkohol juga bisa mengganggu penyerapan nutrisi penting seperti folat, yang sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki DNA.

Yang terakhir, makanan ultra-proses seperti makanan instan dan kemasan juga jadi sorotan.

Jenis makanan ini biasanya tinggi gula, lemak tidak sehat, serta bahan tambahan buatan yang minim nutrisi alami.

Konsumsi rutin makanan seperti ini bisa memicu peradangan kronis tingkat rendah yang berlangsung lama tanpa disadari.

Dan justru kondisi inilah yang sering jadi pemicu utama berkembangnya penyakit kronis, termasuk kanker.

Masalahnya, semua jenis makanan ini sering hadir dalam keseharian dan terasa “normal”.

Tanpa disadari, kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus bisa menumpuk jadi risiko besar di kemudian hari.

Bukan berarti harus langsung berhenti total, tapi mulai mengurangi dan mengganti dengan pilihan yang lebih sehat bisa jadi langkah awal yang penting.

Karena pada akhirnya, apa yang kita makan hari ini akan menentukan kondisi tubuh di masa depan.

Dan dari pilihan-pilihan sederhana itu, risiko besar seperti kanker sebenarnya bisa ditekan sejak awal. (*)

You Might Also Like

Pemprov Luncurin Aplikasi “Ayo Kerjo”, Cari Loker Jadi Gampang 24 Jam Nonstop

Saleh Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Tantangan Komunikasi Publik Era Digital

Kasus Kades Tlogomulyo Jadi Alarm! Pemprov Jateng Ingatkan Kepala Desa Tak Mainin Anggaran

Perubahan APBD Jateng 2025: Tetap Fokus Infrastruktur dan Dukung Swasembada Pangan

Dapur MBG Sudah Kinclong Berdiri, Tapi Belum Bisa Jalan

TAGGED:kankermakanan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Data Terbaru Haji RI, Ribuan Sakit Tujuh Wafat
Next Article Liburan Luar Negeri Tetap Nyaman Tanpa Ribet Buat Muslim

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Siswa SLB Blitar Pingsan, Diduga Tahan Sakit Keracunan MBG

Influenza A Naik, Begini Bedanya dengan Covid-19

Ilustrasi judi online (judol).

Bansos Dicoret Gegara Judol, Dinsos DIY Buka Sanggahan

Glucowrap, Sandal Pintar Mahasiswa UGM Pantau Kaki Diabetesi

Balita Sleman Alami Pendarahan, Dugaan Kekerasan Seksual Diselidiki

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Arnendo (menunduk) didampingi kuasa hukumnya saat berada di kantor polisi menanyakan tindak lanjut laporan kasus penganiayaan. (ist)
Hukum

Mahasiswa Undip Diduga Dikeroyok Teman Kuliah sampai Babak Belur dan Gegar Otak

Maret 4, 2026
Ekonomi

Luthfi Warning BUMD: Kreatif atau Dievaluasi!

April 27, 2026
Hukum

OTT Ketiga di Jateng, Gubernur: “Sudah Diingatkan Berkali-kali, Jangan Kebablasan”

Maret 15, 2026
Info

Daging Kurban Baru Datang Bolehkah Dicuci? Simak Jawabannya

Mei 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Makan Enak Tiap Hari, Diam-Diam Bisa Picu Risiko Kanker
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?