Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Walhi Ungkap Akar Masalah Banjir Jateng, Tata Ruang Semrawut Banget
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Walhi Ungkap Akar Masalah Banjir Jateng, Tata Ruang Semrawut Banget

R. Izra
Last updated: Januari 20, 2026 3:00 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi meninjau kawasan terdampak longsor di Jepara, Selasa (13/1/2026). (ist)
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi meninjau kawasan terdampak longsor di Jepara, Selasa (13/1/2026). (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Rentetan banjir dan longsor di Jawa Tengah disebut bukan sekadar faktor hujan.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jateng menilai akar masalahnya ada pada tata kelola ruang yang gagal melindungi lingkungan.

Sorotan itu menguat setelah perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2019 ke 2024.

Bacaaja: Banjir Pati Rendam 59 Desa, Pemprov Belum Tetapkan Darurat Bencana
Bacaaja: Tiga Tewas dan Belasan Ribu Warga Terdampak Bencana Banjir-Longsor di Muria Raya

Menurut Walhi, arah pembangunan makin condong ke industri dan tambang, sementara kawasan lindung justru tergerus.

Kepala Divisi Internal Walhi Jateng, Nur Colis, menyebut klaim pemerintah soal bertambahnya kawasan resapan air tak sesuai kondisi lapangan.

Fakta yang terlihat, hutan lindung menyusut dan kawasan hulu makin tertekan.

“Banjir dan longsor yang berulang ini merupakan dampak dari kegagalan tata kelola ruang yang tidak berpihak pada perlindungan kawasan hulu dan fungsi ekologis wilayah,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Aktivis WALHI Jateng, Nur Colis saat paparan laporan merespon bencana, via Zoom. (bae)
Aktivis WALHI Jateng, Nur Colis saat paparan laporan merespon bencana, via Zoom. (bae)

Kata dia, bencana yang terus terjadi sejak 2023 hingga 2025 jadi bukti nyata. Termasuk di kawasan Muria Raya yang berulang kali terdampak banjir dan longsor.

Menurutnya, hujan hanya pemicu. Masalah besarnya ada pada kebijakan tata ruang yang membuka ruang luas bagi ekonomi ekstraktif di kawasan hulu dan daerah tangkapan air.

Walhi menilai model pembangunan semacam ini memperparah kerentanan bencana. Kerusakan di hulu akhirnya dibayar mahal oleh wilayah hilir.

Karena itu, WALHI mendesak pemerintah segera melakukan mitigasi darurat berbasis prediksi BMKG.

Curah hujan tinggi diperkirakan masih berlanjut hingga dasarian kedua Februari 2026.

Tak hanya itu, evaluasi menyeluruh terhadap RTRW dan perizinan juga diminta segera dilakukan.

Terutama izin proyek yang berpotensi merusak hutan, DAS, dan ekosistem penyangga banjir.

“Pemulihan fungsi ekologis kawasan hulu dan DAS harus dipercepat,” kata Nur Colis.

Penanganan bencana tak cukup dengan solusi teknis dan infrastruktur.

Selama tata ruang tak berpihak pada perlindungan lingkungan, banjir dan longsor di Jawa Tengah akan terus berulang. (bae)

You Might Also Like

Solo-Iran Jajaki Kerja Sama Sister City, Respati Ketemu Dubes Boroujerdi

Siang Terik Malam Menggigil, Warga Jogja Diminta Jaga Kondisi Tubuh

Husein Pati ‘Si Penjilat’ Teriak Lantang di Tipikor Semarang: Sudewo Korban Politik!

Drama Mencekam di Purbalingga, Pasutri Lansia Tewas Jadi Korban Keponakan Sendiri

Beras Bantuan Jelek? DPR Bilang Bisa Ditukar, Asal Lapornya Jangan Mager!

TAGGED:akar masalahbanjirbencanajatengpenyebabwalhi jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin. (ist)) Gus Yasin Respons OTT KPK Bupati Pati Sudewo: Pelayanan Publik Tetap Jalan
Next Article Sudewo tersandung saat digelandang keluar dari Mapolres Kudus, Senin (20/1/2026) malam. Cuma Pakai Sandal ke KPK, Sudewo Ditetapkan sebagai Tersangka bersama 3 Orang Lainnya?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Industri Kreatif Bisa Jadi “Mesin Kerja” Anak Muda

DARI PERENCANAAN KE AKSI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.

Dari Insight ke Aksi, PLN Icon Plus Dorong Pertumbuhan Bisnis PV Rooftop lewat PV Academy

Puan Ajak Parlemen Remaja Kenal Politik dari Dekat, Bukan Cuma dari Medsos

Mahasiswa Diminta Tak Cuma Jadi Komentator

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)

Nah Lho! Kepala SPPG Karanganyar Muntah-muntah Cicipi Menu MBG untuk Ibu Hamil

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi perang modern dengan alutsista canggih.
Info

Fakta Mengejutkan! Pakar Rusia Bilang Perang Dunia III Sudah Meledak, tapi Gak Disadari

April 23, 2026
Ilustrasi hamparan kebun sawit.
Info

Dewan Adat Papua Tolak Kebun Sawit: Ogah Warisin Bencana ke Anak-Cucu

Desember 18, 2025
Pendidikan

Soal Enam Hari Sekolah, Pemkot Nggak Mau Grusa-Grusu

November 27, 2025
Pendidikan

Jateng Gaspol Bikin Dokter Spesialis Baru

November 19, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Walhi Ungkap Akar Masalah Banjir Jateng, Tata Ruang Semrawut Banget
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?