Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Siang Terik Malam Menggigil, Warga Jogja Diminta Jaga Kondisi Tubuh
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Siang Terik Malam Menggigil, Warga Jogja Diminta Jaga Kondisi Tubuh

Dinas Kesehatan DIY mengingatkan kondisi cuaca seperti sekarang dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA, terutama jika daya tahan tubuh sedang menurun.

Nugroho P.
Last updated: Juli 7, 2026 12:58 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi cuaca panas.
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Cuaca di Daerah Istimewa Yogyakarta belakangan terasa cukup ekstrem. Saat siang matahari menyengat dengan suhu yang panas, malam hari justru berubah jauh lebih dingin. Perubahan suhu yang cukup tajam ini membuat masyarakat diminta lebih waspada terhadap berbagai gangguan kesehatan.

Dinas Kesehatan DIY mengingatkan kondisi cuaca seperti sekarang dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA, terutama jika daya tahan tubuh sedang menurun.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi, mengatakan udara panas yang disertai paparan polusi membuat penyebaran penyakit melalui udara menjadi lebih mudah terjadi.

Menurutnya, virus maupun kuman yang menular lewat droplet berpotensi lebih cepat menyebar ketika kondisi lingkungan sedang panas dan kualitas udara kurang baik.

Karena itu, menjaga sistem kekebalan tubuh menjadi langkah paling penting agar tubuh tidak gampang terserang penyakit.

Anung menjelaskan bahwa risiko sakit bukan hanya dipengaruhi cuaca, tetapi juga kondisi fisik masing-masing orang.

Semakin sering seseorang terpapar panas matahari dan polusi tanpa perlindungan yang cukup, semakin besar pula peluang mengalami gangguan kesehatan.

Selain menjaga imunitas, masyarakat juga diminta lebih memperhatikan kebutuhan cairan tubuh agar tidak mengalami dehidrasi.

Orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan menjadi kelompok yang paling berisiko kehilangan cairan akibat produksi keringat yang meningkat.

Untuk mengurangi dampak paparan sinar matahari, pekerja lapangan maupun masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan memakai pelindung seperti topi atau penutup kepala.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi paparan panas secara langsung sekaligus membuat tubuh tidak cepat kelelahan.

Anung juga mengingatkan pentingnya menambah konsumsi air putih ketika cuaca sedang panas, terutama setelah melakukan aktivitas fisik.

Secara umum, orang dewasa membutuhkan sekitar 1,5 hingga 2 liter air setiap hari.

Namun, jumlah tersebut bisa bertambah jika seseorang banyak berkeringat atau bekerja di bawah terik matahari dalam waktu lama.

Salah satu cara paling mudah mengetahui apakah tubuh mulai kekurangan cairan adalah dengan memperhatikan warna urine.

Jika urine terlihat lebih pekat atau cenderung keruh, kondisi itu bisa menjadi tanda tubuh membutuhkan lebih banyak asupan cairan.

Meski siang terasa sangat panas, Dinas Kesehatan DIY memastikan suhu di wilayah Yogyakarta belum masuk kategori gelombang panas ekstrem seperti yang terjadi di beberapa negara lain.

Menurut Anung, hujan yang sesekali masih turun ikut membantu menjaga suhu udara agar tidak melonjak hingga mencapai kisaran 40 derajat Celsius.

Meski begitu, masyarakat tetap diminta tidak menganggap remeh perubahan cuaca yang sedang terjadi. Menjaga pola makan, istirahat yang cukup, memenuhi kebutuhan air putih, serta menggunakan pelindung saat beraktivitas di luar rumah menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko sakit selama musim kemarau berlangsung. (*)

You Might Also Like

Setahun Agustina-Iswar: Wifi RT Gratis Banyak yang Mati, Warga Pertanyakan Komitmen Pemkot

Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Ibu-ibu PKK Pedurungan Lor Sulap Sampah Plastik Jadi Ecobrick

Waduh! Polisi Intensif Patroli Siber, Omonganmu Pesan Burjo Lewat WA Pun Kini Bisa Diawasi

Janji Perampingan Tinggal Janji: Jumlah Pengurus KONI Jateng Bertambah

Teater Belum Mati di Semarang, Keraton Siluman Bikin Penonton Ketawa Sampai Sakit Perut

TAGGED:cuaca panasdiymenggigilyogyakarta
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Lawan Stunting Lewat Peran Ayah, Wonosobo Gas Program Keluarga Hangat Bersama
Next Article Akal Bulus Zonasi Berujung Batal, Puluhan Siswa Bandung Gigit Jari Akhirnya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mahasiswa KKN Jadi Mitra Pemprov Bangun Desa

Bandara Ahmad Yani Kini Dilengkapi Penunjuk Digital

Sobo Roworejo, Cara Warga Wonolopo Rawat Tradisi Kampung

Borong Penghargaan, Jateng Ngebut Bangun Kawasan Industri Halal

Masalah Bangsa Sering Berawal dari Rumah yang Rapuh

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

GAJI - Ilustrasi uang rupiah sebagai gaji bulanan.
Ekonomi

THR Perangkat Desa Purworejo Mundur, Cairnya Baru Tengah Tahun, Sabar ya Bos..

Maret 16, 2026
Megawati Hangestri Pertiwi dkk. terseok-seok dalam putaran pertama SEA V League 2025 di Thailand. Butuh kerja keras untuk bisa bersuara dalam leg ke-2 8-10 Agustus 2025 di Vietnam. Foto: dok/PBVSI
Olahraga

SEA V League: Timnas Voli Putri Terseok-seok di Leg Pertama

Agustus 4, 2025
Sirkular

DPR Soroti Lambatnya Pembangunan Pembangkit EBT

Agustus 5, 2025
Info

Bukan Cuma Manusia, Hewan Ini Juga Setia Banget

April 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Siang Terik Malam Menggigil, Warga Jogja Diminta Jaga Kondisi Tubuh
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?